Vietnam vs Indonesia: Momen penentu bagi Garuda Muda
keren989
- 0
Saat kemenangan sangat dibutuhkan, pemain andalan justru absen
JAKARTA, Indonesia — Timnas U-22 Indonesia menyisakan dua pertandingan tersisa di Grup B SEA Games 2017. Namun melawan Vietnam yang digelar Selasa malam nanti akan menjadi penentu bagi Indonesia. Sebab pada laga kali ini nasib Garuda Muda akan ditentukan.
Dengan koleksi 7 poin, posisi Indonesia saat ini masih berada di bawah Vietnam yang konsisten meraih 3 kemenangan dalam tiga laga terakhir babak penyisihan Grup B. Jika mampu memenangkan laga keempat ini, pasukan Luis Milla akan langsung mengalahkan Vietnam.
Meski demikian, ancaman tersebut bukan berarti segalanya sudah berakhir. Thailand yang menghadapi Filipina juga pasti menang. Jadi laga terakhir Thailand melawan Vietnam akan menjadi laga hidup dan mati. Di sisi lain, Indonesia justru harus menjalani final yang cukup mudah melawan Kamboja.
Karena itulah menjadi momen penentu dalam laga melawan Vietnam. Jika tidak, Indonesia bisa saja gagal karena tim Paman Ho memanfaatkan momen kritis tersebut.
Sayangnya, Indonesia harus kehilangan Evan Dimas Darmono di laga penentuan tersebut. Pemain yang berperan sebagai gelandang pada saat yang bersamaan pembuat permainan Indonesia harus absen karena akumulasi kartu.
Meski demikian, pelatih Luis Milla sudah memastikan siap mencari penggantinya. “Belum jelas pengganti Evan Hargianto atau Hanif. Tapi yang pasti keduanya punya peluang bermain melawan Vietnam, kata Milla.
Bermain-main dengan taktik tanpa Evan
Tentu saja Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan gaya permainan yang memanfaatkan umpan-umpan terukur Evan Dimas ke sayap. Serangan mendadak dari sektor sayap membuat Indonesia bisa menerobos. Pilihannya adalah menggabungkan pemain yang sudah ada.
Misalnya saja kombinasi Osvaldo Haay dan Hargianto. Menarik Haay sedikit ke belakang sangat mungkin dilakukan karena dia memiliki kecepatan, kemampuan duel dan lewat yang bagus.
Dengan begitu, Indonesia bisa bermain 4-2-3-1 dengan menggunakan Hargianto-Haay sebagai jangkar yang saling melengkapi di posisi non-ikatan.
Jika hal tersebut tidak bisa dimaksimalkan dan khawatir dengan lini depan Vietnam, Indonesia bisa mencoba memainkan empat bek sejajar dan menambah satu jangkar tambahan di lini depan. Mereka tidak bisa naik turun menjaga area dan mengharapkan serangan balik dari lawan yang memiliki transisi tim terbaik dibandingkan negara lain.
Pemain jangkar ini haruslah pemain yang memiliki kualitas pertahanan yang kuat. Andi Setyo bisa diposisikan sedemikian rupa sehingga memainkan tiga bek sekaligus, namun satu bek ditempatkan agak ke depan untuk menghentikan pergerakan dan aliran bola Vietnam di tengah.
Diakui staf pelatih, situasi melawan Vietnam sangat berbeda dibandingkan tiga laga sebelumnya. Ya, akan ada perubahan formasi karena ada empat atau lima posisi yang berubah, kata asisten pelatih Bima Sakti saat dikonfirmasi tentang kemungkinan perubahan di tubuh Indonesia.
Sementara itu, Evan Dimas kembali memperkuat rekan-rekannya terkait peluang melawan Vietnam. Ia yakin jika Indonesia bermain seperti saat melawan Thailand, maka peluang mengalahkan Vietnam terbuka.
“Saya ingat, kita semua jangan menganggap Vietnam lebih kuat dari Thailand, namanya kalah sebelum kita bertanding. Tapi saat ini kami punya peluang yang sama, yang menentukan adalah diri kami sendiri, setelah kami bermain 90 menit, hasilnya nanti, kata Evan.
Perkiraan skema Indonesia
4-2-3-1
Satria Tama (gk); Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Putu Gede; Hargianto, Hanif Syahbandi; Saddil Ramdani, Septian David, Yabes Rony; Manuver Marinus
4-1-3-2
Satria Tama (gk) Rezaldi hehanusa, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Putu Gede; Andi Setyo; Hargianto, Hanif Sjahbandi, Osvaldo Haay; Septian David, Ezra Walian
4-1-4-1
Satria Tama (gk); Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Putu Gede; Andy Setyo; Hargianto, Hanif Sjahbandi, OSvaldo Haay, Yabes Rony; Septian David
—Rappler.com