PSM Makasar vs Barito Putera: Waspadai Kebangkitan Juku Eja
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Tanpa Luciano Leandro, Juku Eja bisa apa?
JAKARTA, Indonesia — Ekspektasi tinggi terhadap PSM Makassar di Indonesia Soccer Championship (ISC) A membuahkan hasil. Pelatih kepala Luciano Leandro dicopot dari posisinya. Padahal, pelatih asal Brasil itu baru melakoni tiga pertandingan bersama tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Salah satu penyebabnya adalah ia tidak mencapai target 7 poin dari 3 game pertama.
Posisi mantan pemain yang berposisi sebagai gelandang itu kini untuk sementara dipegang oleh asistennya, Budiarjo Talib. Budiarjo langsung memimpin skuad yang ditinggalkan Luciano saat menjamu Barito Putera pada Sabtu 21 Mei pukul 16.00 WIB di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.
Meski sang pelatih kepala sudah tiada, namun target tinggi belum hilang. PSM masih mengincar kemenangan. Target tiga poin jelas sulit dilakukan di tengah situasi internal yang belum kondusif pasca kepergian Luciano.
Apalagi di grup tersebut ada beberapa pemain yang merupakan anak kesayangan Luciano. Salah satunya adalah Alex Da Silva De Souza yang didatangkan langsung dari Brasil.
Namun, Budiarjo membantah anggapan tersebut. Menurutnya, tidak ada satu pun pemain PSM yang terpengaruh secara mental dan psikologis dengan pergantian pelatih.
Saat ditanya, Budiarjo menilai pertandingan ini sama seperti pertandingan sebelumnya di kandang sendiri. Para pemain siap 100 persen.
“Kami mulai terbiasa tidak memiliki pelatih kepala dalam latihan. Para pemain juga memahami apa yang perlu diterapkan untuk bisa menjaga tiga poin di kandang sendiri, tegasnya.
Sejauh ini, dua kekalahan melawan Semen Padang dan Perseru Serui menjadi noda bagi PSM. Mereka kehilangan 6 poin potensial. Meski demikian, mereka tetap bisa percaya diri. Sebab di kandang sendiri mereka belum pernah merasakan kekalahan.
Laga terakhir di Makassar justru memberi mereka kemenangan 2-1 atas Persela Lamongan. Alhasil, misi tiga poin di kandang sendiri akan kembali terlaksana.
“Kami harus menang jika ingin bersaing di papan atas. “Tim ini punya target bersaing di papan atas, oleh karena itu defisit enam poin harus tergantikan,” tegasnya.
Caranya, kata Budiarjo, mereka akan mengubah formasi bermain. Skema 4-3-3 yang dimainkan Luciano akan berubah menjadi 4-4-2. Dengan gaya tersebut, sayap akan menjadi andalan PSM.
Dua winger yang kemungkinan akan dimainkan adalah Ferdinand Sinaga dan Maldini Pali. Duo penyerang yang dipasang adalah Lamine Diarrassouba dan Muchlis Hadi.
“Ya, ada (banyak) kemungkinan seperti itu persimpangan sayap). “Kami ingin memaksimalkan kemampuan terbaik pemain,” ujarnya.
Barito menilai PSM bisa pulih
Pelatih Barito Putera Mundari Karya sejatinya melihat peluang PSM bangkit cukup besar. Kehilangan Luciano bisa membuat pemain terdorong untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Sebab, para pemain juga menjadi sasaran kesalahan. Mereka tidak mampu menerjemahkan visi Luciano.
Jika mereka kalah lagi dari Barito, ya sudah. Kesalahan yang dilakukan PSM bukan hanya karena pelatihnya, tapi juga pemainnya yang tak bisa bertanding.
“Iya ini yang membuat pemain maksimal. “Kebangkitan mereka harus diwaspadai, para pemain pasti akan berusaha menampilkan yang terbaik,” jelasnya.
Mundari realistis dalam kunjungannya ke Makassar. Ia hanya mengincar satu poin, yakni hasil imbang. Dengan jumlah pemain yang hanya 16 orang, ia yakin target tersebut bisa tercapai.
Namun pada laga tersebut Laskar Antasari tidak bisa memainkan Rizky Pora dan Dedi Hartono. “Tapi kami sudah menyiapkan pemain yang tidak kalah bagusnya,” tutupnya.—Rappler.com
BACA JUGA: