• April 7, 2026
2 warga binaan meninggal dunia, 30 orang dirawat karena tertular bakteri leptospirosis di Lapas Malang

2 warga binaan meninggal dunia, 30 orang dirawat karena tertular bakteri leptospirosis di Lapas Malang

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Penjara menyatakan status wabah Leptospirosis

MALANG, Indonesia – Dua tahanan masuk Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur, meninggal dunia dan 30 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit karena tertular bakteri leptospirosis yang ditularkan melalui roturines, kata dokter Lapas.

“Dari 240 narapidana yang tertular, dua orang meninggal dunia Kamis 14 Juli dan Senin 18 Juli untuk sementara 30 hal masih mendapat perawatan. Yang lain sudah membaik, kata M. Adib Sholahudin, dokter Lapas Lowokwaru, Senin, 18 Juli 2016.

Otoritas lapas telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas penyakit yang mulai menyebar pada Juni 2016 itu.

Menurut Adib, ada sekitar 18 pasien yang perlu dirujuk RSUD Dr Syaiful Anwar Malang mendapat perawatan intensif dengan fasilitas lebih lengkap mulai Juni.

Saat ini ada satu pasien yang masih dirawat intensif di RSSA, ujarnya.

Belum diketahui berapa jumlah narapidana yang berada di lembaga pemasyarakatan tersebut.

Otoritas lapas menduga penyakit leptospirosis menular dari kebiasaan narapidana meminum air mentah langsung dari sumur yang terkontaminasi bakteri leptospira. dibawa dan disebarkan melalui urin tikus.

Kepala Lapas Kelas I Lowokwaru Krismono mengatakan, penyakit tersebut belum pernah terlihat sebelumnya. Otoritas penjara kini telah menyatakan status kejadian luar biasa untuk leptospirosis di penjara.

Mereka mengatasi wabah tersebut dengan memerangi tikus dari dalam penjara. Caranya, dengan meminta warga binaan Lapas untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan tidak mengonsumsi air mentah dari sumber mana pun.

“Kami mohon untuk tidak meminum air mentah, menggunakan peralatan yang bersih. “Kami juga berkelahi dengan tikus di penjara,” kata Krismono.

Pihaknya juga melakukan uji laboratorium untuk memeriksa air di sumur yang diduga terkontaminasi bakteri leptospira.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur hanya memberikan hasil penyebab ratusan narapidana sakit dan meninggalnya dua narapidana pada Juli lalu akibat leptospirosis.

Petugas kesehatan juga menemukan bakteri salmonella, bakteri penyebab penyakit tipus, di penjara. “Hasil pengecekan air sumur belum keluar, setiap hari kita berkelahi dengan tikus. “Mudah-mudahan tidak ada lagi narapidana yang tertular penyakit tersebut,” ujarnya. – Rappler.com

pengeluaran hk hari ini