• April 8, 2026
Teroris Santoso diduga tewas ditembak

Teroris Santoso diduga tewas ditembak

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Salah satu jenazah yang saat ini ditemukan polisi memiliki kemiripan dengan Amir MIT, Abu Wardah alias Santoso

JAKARTA, Indonesia – (UPDATED) Satgas Gabungan Tinombala terus mengevakuasi jenazah terduga Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah yang tewas ditembak pada Senin malam, 18 Juli. Berdasarkan medan hutan lebat yang harus mereka lalui, proses evakuasi dengan berjalan kaki menuju pos militer terdekat memakan waktu sekitar 4 jam.

Tersangka Santoso tewas dalam baku tembak di Pegunungan Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah.

Saat itu, anggota Satgas Tinombala melihat 5 anggota rombongan Santoso turun gunung. Tiga diantaranya berada di dalam gubuk, sedangkan 2 lainnya berada di sungai.

“Staf telah dikumpulkan untuk mengambil kedua jenazah tersebut. Namun kabarnya cuaca sedang buruk sehingga kami akan terus berkoordinasi dengan petugas, kata Kadiv Humas Mabes Polri saat memberikan siaran pers, Selasa, 19 Juli.

Polri mengerahkan helikopter untuk mempercepat proses evakuasi kedua jenazah tersebut ke RS Bhayangkara, Palu. Menurut Boy, jenazah akan tiba di Palu siang nanti jika cuaca memungkinkan.

Masih cocok dengan ciri fisik

Meski foto jenazah terduga Santoso beredar di media, Boy mengaku belum bisa memastikan bahwa pria tersebut adalah Amir MIT. Padahal, dalam foto tersebut, jenazah tersebut memiliki ciri fisik tahi lalat di dahi dan janggut.

“Kami perintahkan tim DVI berangkat ke sana. “Mereka akan melakukan tugas ilmiah terhadap jenazah terduga Santoso,” ujarnya.

Tim DVI nantinya akan memeriksa gigi dan DNA jenazah. Hasil tes DNA akan memakan waktu antara 3-4 hari.

Dengan tewasnya dua orang anggota kelompok MIT tersebut, maka hanya tersisa 17 orang stafnya, termasuk 3 orang yang berhasil melarikan diri saat terjadi baku tembak. Lantas, apakah operasi Tinombala akan dihentikan jika Santoso memang dinyatakan meninggal? Boy mengatakan operasi akan terus berlanjut.

Berdasarkan data identifikasi kami, masih ada puluhan orang yang berkelahi dengan Santoso, termasuk 3 orang yang berhasil melarikan diri. “Apakah Santoso atau bukan (meninggal dunia), operasi ini akan terus dilakukan sampai selesai,” ujarnya.

Polisi akan terus melakukan upaya agar pergerakan sel teroris di Poso tidak meluas. Aparat keamanan juga akan mencegah kawasan Poso dijadikan tempat latihan kelompok MIT, karena mereka juga kerap mendatangkan orang dari luar negeri.

Tidak ingin acuh tak acuh

Kapolda Sulteng yang juga menjabat Ketua Satgas Tinombala Brigjen Rudy Sufahriadi belum berani mengambil kesimpulan. Namun, dia membenarkan adanya baku tembak.

“Di kota, anggota kami terlibat baku tembak. “Dua orang tewas dan ditemukan barang bukti berupa senjata M16,” kata Rudy yang dihubungi melalui telepon, Senin, 18 Juli.

Jenazah dua anggota MIT kini dibawa ke pos satgas.

“Kami masih belum tahu jenazah siapa itu. Ketika ditanya tentang ciri-cirinya, anggota kami mengatakan mereka memiliki tahi lalat di pipinya. Sedangkan Santoso diketahui punya tahi lalat, kata Rudy.

Tak mau sembarangan, Rudy mengatakan semuanya tetap harus melalui proses identifikasi.

Sebelumnya, mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, jarak anggota Satgas Tinombala dengan kelompok Santoso hanya beberapa kilometer. Namun medan yang harus dilalui petugas cukup sulit karena hutan di Poso cukup lebat.

Ya mudah-mudahan kita bisa mengejar, itu yang harus kita dorong, kata Badrodin. – Rappler.com

BACA JUGA:

Pengeluaran SDY