Mengenal Sistem Penjurian Baru di ‘Festival Film Indonesia 2017’
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Mengusung tema ‘Bhinneka Tunggal Ika’, ‘FFI’ tahun ini diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik dalam dunia perfilman Indonesia.
Jakarta, Indonesia –Festival Film Indonesia (FFI) telah lama dikenal sebagai ajang penghargaan bagi para pelaku industri film Indonesia. Dan untuk ke-36 kalinya, FFI kembali digelar tahun ini pada 11 November.
Pakailah sebuah tema Bhinneka Tunggal Ika, FFI tahun ini dipersiapkan dengan semangat kebersamaan dengan banyaknya keberagaman yang dimiliki Indonesia. Hal ini wajar, karena FFI bisa dikatakan menjadi tolak ukur kesuksesan dunia perfilman Indonesia yang penuh dengan ide-ide baru dan ide-ide kreatif hasil karya anak negeri.
Karena banyaknya masukan dari berbagai elemen di dunia perfilman Indonesia,
komite FFI 2017 sendiri merancang sistem baru yang akan diterapkannya
mengakselerasi elemen-elemen kunci untuk mendorong kualitas dunia film Indonesia menjadi lebih baik lagi.
“Kami (panitia FFI 2017) belajar dari FFI sebelumnya. Platform “Kami hanya mendorong FFI menjadi kolektif kolegial yang bekerja dengan dukungan profesi ini,” ujar Leni Lolang, selaku ketua. FFI 2017lalu bertemu di acara tersebut konferensi pers FFI 2017 di Sofia di The Gunawarman, Senin 21 Agustus
Sebagai salah satu bagian terpenting dalam acara tahun ini, penjurian
Acara ini akan diawasi langsung oleh Riri Riza, selaku kepala bagian penjurian. “Kami masih berusaha melakukan apa yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. “Banyak hal yang masih kita coba terapkan, tapi yang pasti ada dua hal baru di tahun ini,” kata Riri Riza saat ditanya hal baru apa saja yang akan dibawakan panitia FFI tahun ini.
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh Riri Riza dan beberapa juri lainnya, karya-karya yang terpilih diharapkan dapat mewakili karya-karya terbaik anak negeri.
Untuk mencapai hasil yang maksimal dapat dilakukan proses penilaian, FFI 2017 akan melibatkan partisipasi langsung dari asosiasi profesi, penyelenggara festival daerah dan komunitas film melalui proses seleksi internal dan suara. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kelembagaan asosiasi film nasional.
Kejutan lainnya, FFI tahun ini memilih Manado, Sulawesi Utara, sebagai tuan rumah. Hal tersebut tentu mendapat respon positif dari masyarakat Sulut. “Kita berharap dengan dilaksanakannya FFI di Manado, Sulawesi Utara, maka pelaksanaan yang dilakukan Presiden kita, Jokowi, dapat terwujud melalui Festival Film Indonesia yang nanti akan dilaksanakan,” kata dr. Steven Kandouw sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara. —Rappler.com