• March 4, 2026
Peringatan Hari Kebebasan Pers dibubarkan, tim penyidik ​​Mabes Polri mendatangi AJI Yogyakarta

Peringatan Hari Kebebasan Pers dibubarkan, tim penyidik ​​Mabes Polri mendatangi AJI Yogyakarta

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

AJI Yogyakarta berharap dapat terus melakukan kontrak seperti sekarang

YOGYAKARTA, Indonesia – Tim penyidik ​​Mabes Polri mendatangi sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta untuk meminta keterangan terkait pembubaran peringatan Hari Kebebasan Pers oleh aparat kepolisian pada Selasa, Mei 3, terakhir.

Tim penyidik ​​Mabes Polri yang terdiri dari dua orang mencari keterangan dari anggota AJI yang hadir saat pembubaran tersebut.

“Mereka bilang ingin mendata pembubaran yang dilakukan polisi. “Itu untuk masalah internal di kepolisian, apakah ada pelanggaran atau tidak,” kata Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria saat menggelar pertemuan dengan tim Mabes Polri di Sekretariat AJI Yogyakarta, Jumat 6 Mei.

Tim penyidik ​​yang dipimpin AKBP Andre memakan waktu sekitar satu jam. AKBP Andre menanyakan kronologis dan mencatat setiap keterangan saksi.

“Mereka juga meminta data rekaman video malam kejadian. “Kita sudah punya semuanya, saat itu ada anggota polisi bernama Sigit AJI yang dengan kasar masuk dan mengatakan dia disuruh Kapolda untuk membubarkan acara tersebut,” kata Anang.

Hasil pemeriksaan tim nantinya akan digunakan Mabes Polri untuk mengetahui apakah ada pelanggaran etik yang dilakukan polisi saat pembubaran tersebut.

Sementara AKBP Andre menolak memberikan keterangan kepada media.

Sebelumnya, pihak berwenang Polres Yogyakarta Kota Pemerintah setempat merinci peringatan Hari Kebebasan Pers yang digelar AJI Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta Kompol Sigit Haryadi mengatakan, pihaknya membubarkan acara tersebut karena ada potensi konflik dari luar. Alasannya karena sedang diputar film dokumenter Pulau Buru: Tanah air kami yang dimainkan.

Ketegangan antara AJI Yogyakarta dan warga pun mereda

Pasca pembubaran polisi pada acara peringatan Hari Kebebasan Pers, terjadi ketegangan antara anggota AJI Yogyakarta dengan warga sekitar Sekretariat AJI Yogyakarta di Pakel Baru, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Namun kini ketegangan tersebut mencair setelah AJI Yogyakarta bertemu dengan warga dan pemilik kontrakan tempat sekretariat AJI berada.

“Kami bertemu dengan Pak Yanto, pemilik sewa. Sebelumnya ia mengaku meminta AJI pindah, namun Pak Yanto sebelumnya mengatakan warga akan mengumpulkan bukti terlebih dahulu. “Karena melihat pembubaran dan munculnya massa, maka bukan sepenuhnya salah AJI,” kata Anang.

Ia berharap AJI Yogyakarta tetap bisa menempati rumah kontrakan tersebut. Sebab selama ini tidak pernah ada masalah dengan warga.

“Setiap kami melakukan aktivitas tidak pernah ada kendala. Warga dan kami berkomunikasi dengan baik. “Kami juga melakukan sosialisasi dengan baik,” ujarnya. —Rappler.com

Pengeluaran Hongkong