• April 17, 2026

Festival Apam, festival sebelum Isra Miraj di Aceh

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Tradisi Kenduri Apam sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam, diawali dengan meninggalnya seorang sufi di Mekkah.

JIJIEM, Indonesia – Sakdiah Ibrahim tak merespon saat dipanggil dari belakang oleh seorang pria. Wanita berusia 59 tahun itu sedang membuat kue apam.

“Apakah ada yang matang?” tanya pria itu lagi sambil menghampiri Sakdiah, Sabtu 22 April 2017. Namun Sakdiah tak menjawab. Rupanya dia tidak mendengar.

“Hanya ada satu,” jawab perempuan lain yang duduk di depan Sakdiah. Hari itu, di pekarangan rumah di Desa Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, Sakdiah tidak sendirian. Beberapa perempuan lainnya memasak apam bersamanya.

Apam merupakan makanan tradisional khas Aceh yang biasa dimasak pada bulan Rajab atau menjelang peringatan Isra Miraj. Tak heran jika bulan Rajab dikenal juga dengan sebutan Bueleun apam dalam almanak Aceh.

Apam terbuat dari campuran tepung beras, santan, air kelapa, air serta garam dan gula. Untuk membuat apam, tepung terigu, tepung beras, dan garam dicampur kering. Lalu masukkan santan dan air. Lalu aduk kembali hingga menjadi campuran cair.

Garam berfungsi untuk mencegah apam menempel pada lempengan tanah. Langkah terakhir tuang adonan ke dalam ceureulop. Tunggu sekitar lima menit, siap disajikan. Sekarang, jika adonan sudah siap, panaskan ceureulop (piring yang terbuat dari tanah) di atas kompor. Akan lebih baik jika dimasak dengan kayu bakar. Setelah ceureulop mulai memanas, tambahkan garam dan olesi secara merata dengan sabut kelapa.

Akan lebih nikmat jika apam dikonsumsi dengan kuah atau lapisan kelapa parut dan gula. Kuahnya bisa dibuat sendiri dengan santan kental, pisang, nangka, dan gula pasir.

“Festival apam seperti ini sudah lama kami adakan,” kata Sakdiah. Jika melihat sejarah dan cerita orang-orang zaman dahulu, kenduri apam sudah berlangsung sejak zaman Kesultanan Aceh Darussalam.

Kenduri ini konon berasal dari seorang sufi bernama Abdullah Rajab yang hidup sangat miskin di Mekkah. Saat meninggal dunia, keluarganya tidak bisa menggelar acara kenduri seperti biasanya.

Masyarakat di desanya kemudian berinisiatif membuat apam karena tidak membutuhkan banyak bahan untuk membuatnya. Dari situlah Kenduri Apam mulai menjadi Rajab atau Apam Buleuen dalam almanak Aceh setiap tahun pada bulan tersebut.

Keunikan lain dari festival Apam ini adalah apam dimasak secara bergantian dari satu rumah ke rumah lainnya. “Hari ini kami masak apam di rumah orang lain, besok ada orang lain yang masak apam di rumah kami. Jadi saling membantu,” kata Sakdiah sambil mengangkat apam yang sudah matang.

Apam sekilas terlihat seperti kue serabi, hanya saja bentuknya lebih besar. Melihat teksturnya, kuahnya dan asap tipis yang menari-nari di atasnya membuat apam sangat menggugah selera. —Rappler.com

Result Sydney