• March 4, 2026
Pentingkah Mengajak Anak di Hari Pertama Sekolah?

Pentingkah Mengajak Anak di Hari Pertama Sekolah?

Beberapa waktu sebelum Senin, 18 Juli, beredar imbauan agar para orang tua mengantar anaknya di hari pertama sekolah. Eh ternyata nggak cuma di media sosial aja, aku juga mendapatkannya Ledakan SMS dari Kemendikbud yang kurang lebih sama.

Lalu timbul pertanyaan, jarangkah orang tua mengantar anaknya ke sekolah hingga harus mengajukan banding? Saya ingin menjadi sombong, ah.

Alhamdulillah Sejak anak saya menjadi anak sekolah, saya resmi menyandang status Vee Tier alias Anak Mama Anter Cantik (Haha). Hari pertama sekolah, kehadiran adalah wajib. Unduh atau ambil. Rekan-rekan ibu yang bekerja, bahkan di sekolah anak saya, banyak yang mengambil cuti atau izin di hari pertama sekolah.

Mengapa ini sangat penting?

Bagi saya, hari pertama sekolah merupakan momen penting, tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi orang tua. Enggak, bukan sekedar melebih-lebihkan, “Anak saya udah gede” atau semacamnya (walaupun iya, masih terlalu berlebihan buat saya suka juga. Ya, anak saya sudah duduk di kelas 3 SD, sebentar lagi di Kelas 6, lalu SMP, SMA, dst… huhuhuhu ). Jangan sampai berhasil mengunggah ke foto media sosial tentang hari pertama sekolah. Ini lebih dari itu.

Bagi saya pribadi, manfaat kehadiran kita sebagai orang tua di hari pertama sekolah antara lain:

Tunjukkan bahwa kita ada. Itu sepele. Tapi aku ingat, setiap hari pertama masuk sekolah (apalagi setelah libur panjang) aku merasa gugup. Karena setahun terakhir ini aku berada di zona nyamanku, bersama teman-teman sekelasku, lalu bagaimana jika di kelas berikutnya kamu tidak satu kelas dengan teman-teman kemarin, bagaimana? Tidak ada teman yang menyenangkan, bagaimana menurut Anda?

Dengan diantar orang tua ke sekolah sambil menggandeng tangan anak saat memasuki gerbang, saya yakin hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri anak.

Bagi yang anaknya baru masuk sekolah baru (TK/SD), menurut saya wajib untuk mendampinginya. Drama hari pertama memang tidak bisa ditebak. Anak saya tergolong anak yang “mudah”, namun pada hari pertama dia baik-baik saja Taman kanak kanak, perjuangan tak mau ketinggalan, hehe. Ya, intinya mengharapkan hal yang tidak terduga saja.

Kenali gurunya. Ini sangat penting! Bagi anak sekolah dasar, jam sekolah yang semakin lama otomatis mereka lebih banyak menghabiskan waktu aktifnya di sekolah dalam pengawasan guru. Bayangkan bagaimana jadinya jika kita tidak mengenal gurunya? Bagaimana kita bisa mengetahui tingkah laku atau perkembangan anak jika kita sendiri saja tidak mengenal gurunya?

Oh iya, bukan sekadar kenalan “Aku-ibuku-dan-kamu-guru-kelas-anak-anakku”, ya. Namun setidaknya ada pengenalan yang akan kita percayakan kepada anak kita, walaupun kita bisa menceritakan sedikit tentang kebiasaan anak di rumah (misalnya anak tidak bisa mengatakan kapan ingin buang air kecil, namun ada tanda-tanda fisik tertentu yang menunjukkan bahwa anak tersebut akan buang air kecil. anak ingin buang air kecil) yang tentunya membantu guru atau pejabat sekolah dalam menjalankan tugasnya.

Percayalah, berapapun biaya yang kita keluarkan untuk sekolah, tapi bagi saya pribadi, kenalan langsung, jabat tangan dan sedikit ngobrol tetap penting.

Kenali rekan orang tua. Banyak orang yang suka bermalas-malasan berkumpul dengan ibu-ibu sekolah. Bagi saya, saya sebenarnya senang bisa mengenal orang tua lain. Mengapa? Ya, sekadar untuk saling mengenal, agar tahu ibu A yang mana, kayanya B, dan sebagainya.

Bukankah itu penting? Oh, jangan salah. Siapakah sumber gosip (eh, berita) terpercaya lainnya tentang sekolah dan siswa selain orang tua sesama siswa?

Bagi ibu bekerja seperti saya, kehadiran sesama orang tua mahasiswa merupakan suatu hal yang menyenangkan. Di sekolah anak saya banyak sekali kegiatan yang tidak diperkenankan oleh orang tua, hanya koordinator kelas (class coordinator) atau orang tua yang dimintai bantuan oleh pihak sekolah saja yang boleh ikut.

Lantas, kalau kita tidak mengenal mereka, bagaimana kita bisa menjaga mata, telinga, dan sebagainya?

Pelajari situasi sekolah. Bagi mereka yang baru masuk TK atau SD, meski sudah bersekolah, situasinya berbeda dengan saat sekolah masih aktif.

Di sini kita bisa melihat seperti apa proses penjemputan anak, sistem keamanan sekolah, siapa saja yang ada saat anak diturunkan, seperti apa kondisi sekitar, bagaimana sistem senioritas di sekolah anak, bagaimana kita mensosialisasikan anak, dan seterusnya. pada.

Ini hanyalah sebagian kecil dari manfaat mengantar anak ke sekolah. Yang saya rasakan selama ini malah lebih banyak manfaatnya.

Mungkin di tahun-tahun mendatang, hari pertama sekolah bisa dijadikan hari libur nasional, bukan? Sehingga semua orang tua tidak mempunyai alasan untuk tidak mengantar atau menjemput anaknya dari sekolah di hari pertama sekolah. Hore! —Rappler.com

BACA JUGA:

Angka Keluar Hk