Berita hari ini : Minggu 5 Juni 2016
keren989
- 0
Pemerintah telah memastikan awal puasa pada Senin 6 Juni
Pemerintah melalui Kementerian Agama memastikan 1 Ramdhan 1437 H atau awal puasa jatuh pada Senin 6 Juni. Hal itu terungkap saat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers usai sidang isbat digelar di kantor Kementerian Agama.
“Dari perhitungan dan laporan petugas yang melihat hilal, seluruh peserta isbat sepakat kita memasuki Ramadhan malam ini. Disepakati secara musyawarah mufakat bahwa tahun 1437 Hijriah akan dimulai besok, Senin 6 Juni 2016, kata Lukman.
Lukman mengatakan, keputusan ini diambil setelah ahli dari Planetarium Jakarta menjelaskan posisi hilal. Berdasarkan laporan 93 petugas di 93 titik di Indonesia, terdapat 6 wilayah yang terlihat hilal. Enam wilayah yaitu Kabupaten Belu, NTT, Jombang, Bangkalan, Kebumen, Gresik dan Bojonegoro.Posisinya 2,3 derajat hingga 4,6 derajat di atas ufuk.
Baca selengkapnya di Kedua.
Teman-teman Ahok membantah pergi ke Singapura karena ingin mengambil KTP
JAKARTA, Indonesia – Salah satu pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, membantah kedatangannya ke Singapura bersama rekannya, Richard Handris Saerang karena ingin melakukan aktivitas politik dengan menggunakan KTP WNI yang tinggal di sana. Amalia mengaku datang ke Negeri Singa karena diajak WNI untuk menghadiri bazar kuliner khas Indonesia.
“Acaranya awalnya untuk Sahabat Ahok. Kami juga sempat memposting di sana, namun penyelenggara di Singapura mengubah konsep acara karena kami menyadari hal itu tidak etis bagi pemerintah setempat. “Kami juga berusaha menghormati hukum setempat,” kata Amalia saat memberikan siaran pers di Graha Pejaten.
(BACA: Teman Relawan Ahok Dilarang Masuk Singapura)
Dijelaskannya, acara tersebut hanya sekedar bazar tanpa ada sharing mengenai program Sahabat Ahok kepada masyarakat Indonesia di sana.
“Kami memang datang ke sana sebagai WNI karena ingin berkumpul dan tidak membawa apa-apa barang dagangan terserah,” ujarnya yang mengaku tiba di Singapura pada pukul 14.30 waktu setempat.
Namun dalam kesempatan itu, Amalia menyayangkan sikap KBRI Singapura yang dinilai lamban dalam memberikan bantuan. Saat akhirnya dimintai keterangan oleh imigrasi, keduanya berharap bisa didampingi perwakilan KBRI.
Namun saat kami hubungi KBRI, mereka sedang libur karena hari Sabtu. Sampai akhirnya kami masuk ke ICA (Immigration and Checkpoint Authority), kami tidak pernah sempat bertemu. Meskipun ini adalah kunjungan pertama kami ke Singapura, kami belum tahu persis seperti apa rasanya. “Kalau kita mau bilang kooperatif, apa yang harus kita lakukan,” kata Amalia menjelaskan kronologisnya saat dimintai keterangan oleh Imigrasi Singapura.
Seharusnya Amalia dan Richard sudah bisa kembali ke tanah air pada Sabtu malam pukul 22.00. Namun karena prosedur administrasi yang panjang, mereka tidak bisa melakukan penerbangan dan harus menundanya hingga Minggu pagi, 5 Juni pukul 09.00 waktu setempat.
Perwakilan KBRI baru tiba di Bandara Changi sekitar pukul 07.00 pada Minggu pagi.
“Saat perwakilan KBRI datang, kami sudah bebas dan paham apa aturan di Singapura,” ujarnya.
Amalia mengatakan, teman-teman Ahok berkaca dari kejadian tersebut, tidak mau menyalahkan siapapun dan menganggap masalah sudah selesai.
Maaf karena bersifat provokatif
Sementara itu, pendiri Teman Ahok lainnya, Singgih Widyastono, meminta maaf karena menyebarkan pesan-pesan provokatif melalui media sosial. Melalui akun Twitter @temanAhok dan Instagram, mereka menyatakan akan mengerahkan massa untuk menyerbu Kedutaan Besar Singapura di Jakarta jika tidak membebaskan Amalia dan Richard.
“Kami menganggap ajakan di media sosial itu sebagai bagian dari emosi kami, karena pemerintah Singapura berjanji akan memulangkan Mba Amalia pulang pada Sabtu malam pukul 10 malam, tapi tidak jadi kenyataan,” kata Singgih.
Teman Ahok secara terbuka meminta maaf kepada seluruh temannya atas cuitan dan postingan tadi malam yang dianggapnya tidak elegan dan mengancam.
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 5 Juni 2016
Itu hanyalah kesalahan kami, yang disebabkan oleh kemarahan, karena negosiasi dan janji yang tidak dilaksanakan. Emosi murni dan solidaritas.
— Teman Ahok (@Teman Ahok) 5 Juni 2016
Tonton video siaran pers saat Amalia dan Richard dilarang masuk Singapura:
– Rappler.com
Surjadi, mantan Ketua Umum PDI, meninggal dunia
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Indonesia (PDI), Surjadi, meninggal dunia pada Sabtu 4 Juni. Dia berusia 77 tahun.
Surjadi meninggal dunia setelah dirawat selama tiga pekan di RS Pusat Pertamina, Jakarta, akibat komplikasi gula darah dan gagal ginjal.
Beberapa bulan lalu, sepupu Surjadi berkata, Wikan Suhardiman, Kata dokter, fungsi ginjal Surjadi hanya 9 persen.
“Sebelumnya saya cuci darah dua kali seminggu,” kata Wikan.
Semasa hidupnya pria kelahiran 13 April 1939 ini pernah menjadi Ketua Umum PDI, Ketua GMNI, dan Wakil Ketua DPR/MPR pada era Orde Baru. Lebih lanjut di Tempo.co.
Polisi palsu yang mengenakan kaos ‘Turn Back Crime’ ditangkap

Polisi palsu dengan kemeja bertuliskan Kembalikan Kejahatan ditangkap pada Sabtu 4 Juni di Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, karena melakukan penipuan terhadap warga pengajuan Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Pelaku mengenakan kaos saat melakukan aksinya Kembalikan Kejahatan dan memotong rambutnya agar terlihat seperti polisi,” kata Kompol Gandi Jukardi.
Tersangka berinisial AM (30 tahun), warga Kabupaten Bogor, selalu mengaku sebagai anggota polisi dan mengenakan kaos bertuliskan slogan tersebut setiap melakukan perbuatan curang. Kembalikan Kejahatan yang merupakan seragam tidak resmi polisi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka menyebut perbuatannya telah dilakukannya sejak pertengahan Mei 2016.
Caranya dengan mengoordinasikan warga yang ingin membuat SIM C secara kolektif dengan uang yang terkumpul sebesar Rp4 juta.
Tersangka yang pernah bekerja sebagai satpam di Bogor ini dijerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara. Lebih lanjut di Di antara.
Jemaah Naqsabandiyah Padang sudah mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan sejak hari Sabtu

Jamaah pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat, mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1437 Hijriah sejak Sabtu, 4 Juni.
“Ruang salat kami hari ini merayakan Ramadhan,” kata Ummi Elli, salah satu jemaah, Sabtu lalu.
Pada Jumat malam, 3 Juni, umat Naqsabandiyah mulai melaksanakan salat tarawih.
“Kami hanya mengikuti apa yang ustadz tetapkan di musala,” kata Elli.
Ia mengetahui sebagian besar umat Islam di Indonesia belum mulai berpuasa dan pemerintah akan mengadakan isbat terlebih dahulu untuk menentukan awal Ramadhan pada hari Minggu. Namun, ia mempercayai perhitungan yang dibuat kelompok belajarnya dan memilih untuk mengikutinya.
Jemaah lainnya, Ujang Komar mengatakan, kelompoknya memiliki aturan tersendiri dalam menentukan awal bulan Ramadhan.
“Kami menghitung berdasarkan ilmu perbintangan sehingga penghitungan jatuhnya satu Ramadhan, satu Muharram, dan 9 Zulhijah berdasarkan hisab,” kata Ujang. Lebih lanjut di Di antara.
Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sudah menikah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said resmi menikah dengan Astrid Swastika pada Minggu pagi, 5 Juni.
Upacara pernikahan kedua mempelai digelar di rumah Astried di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ardan Adiperdana menjadi saksi pernikahan Sudirman-Astried.
Bagi keduanya, ini adalah pernikahan keduanya. Sudirman sebelumnya sudah menikah dan memiliki enam orang anak. Sedangkan Astried (46 tahun) memiliki satu orang anak.
Astrid saat ini bekerja sebagai sekretaris perusahaan di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Turut hadir dalam acara pernikahan tersebut Ketua DPR RI Ade Komaruddin, Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Letjen. Jenderal. TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan pengusaha Arifin Panigoro. Lebih lanjut di Detik.com.
—Rappler.com