• March 4, 2026
Hongaria berduka atas kecelakaan bus yang mengerikan

Hongaria berduka atas kecelakaan bus yang mengerikan

Para pelayat yang terkejut memberikan bunga, lilin, dan pesan untuk 16 orang yang tewas dalam kecelakaan itu

BUDAPEST, HUNGARIA – Pada hari Minggu, 22 Januari, Hongaria berduka atas kematian 16 orang ketika sebuah bus yang membawa remaja Hongaria pulang dari perjalanan ski jatuh di Italia utara.

Massa bunga, lilin, dan pesan untuk para korban tragedi pada Jumat, 20 Januari, terus bertambah di luar sekolah anak-anak di pusat Budapest, yang bersiap menyambut kembali siswanya pada Senin, 23 Januari.

Tragedi itu terjadi ketika bus tersebut menabrak pilar jembatan di jalan raya dekat kota utara Verona dan kemudian terbakar.

Namun penyelidik yang menyelidiki penyebab kecelakaan tidak menemukan tanda-tanda bahwa pengemudi telah mengerem sebelum kecelakaan terjadi.

Beberapa korban terlempar dari bus akibat benturan, namun sebagian besar meninggal di dalam. Mereka yang melarikan diri melakukannya dengan memecahkan jendela dan melompat keluar.

Kecelakaan itu mengejutkan Hongaria, yang akan memperingati hari berkabung nasional pada hari Senin.

Pada Sabtu malam, 21 Januari, beberapa ratus orang berkumpul di luar sekolah menengah Pal Szinyei-Merse di Budapest dalam suhu yang sangat dingin untuk memberikan penghormatan secara diam-diam ketika banyak nyala lilin kecil berkelap-kelip.

“Saya menghabiskan tahun-tahun bahagia di sini,” kata Timea Deutsch, 24 tahun, yang meninggalkan sekolah tersebut 5 tahun lalu.

“Ini tragis.”

Identifikasi korban sulit dilakukan

Berbicara kepada AFP melalui telepon, direktur sekolah Gabor Jaky mengatakan para staf sedang melakukan persiapan sehingga semua orang di sana dapat “menyampaikan kesedihan dan duka yang kami semua rasakan”.

“Kami juga bekerja sama dengan konselor untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka mengatasi tragedi ini,” katanya.

“Mayoritas anak-anak berusia 15-16 tahun, sehingga sejumlah kelas terkena dampaknya.”

Saat kecelakaan terjadi, ada 56 orang di dalamnya. Selain 16 korban, 28 orang lainnya terluka, kata polisi Italia.

Dua orang yang terluka, keduanya orang dewasa, berada dalam kondisi kritis, kata konsul Hongaria pada Sabtu malam.

Bendera akan dikibarkan setengah tiang di luar gedung parlemen pada hari Senin sebagai bagian dari hari berkabung, kata pemerintah.

“Bendera hitam akan digantung di gedung-gedung publik dan sekolah harus menemukan cara untuk berduka atas para korban kecelakaan ini dengan bermartabat sebelum dan sesudah kelas dimulai,” katanya.

Kardinal Peter Erdo meminta para jamaah untuk mengingat para korban di kebaktian gereja di seluruh negeri.

“Saya berdoa bagi mereka yang meninggal dunia dan bagi mereka yang terluka agar segera pulih,” kata Erdo dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Peter Szijjarto mengatakan pada hari Minggu bahwa para korban hangus parah sehingga mungkin diperlukan beberapa hari lagi untuk mengidentifikasi mereka semua. Dia mengatakan pemulangan korban luka bisa dimulai pada hari Minggu.

Guru yang heroik

Pada hari Minggu, polisi Hongaria memulai penyelidikan mereka sendiri bersamaan dengan penyelidikan pihak berwenang Italia.

Tibor Czako, pimpinan perusahaan Pizolit pemilik bus tersebut, mengatakan bus tersebut “dalam kondisi baik” dan “siap jalan” sebelum kecelakaan.

Kepala polisi lalu lintas Verona, Girolamo Lacquaniti, mengatakan pada hari Sabtu bahwa tidak ada kendaraan lain yang terlibat, menunjukkan bahwa kesalahan mekanis atau kesalahan manusia adalah penyebabnya.

“Pelatih melaju dengan kecepatan cukup konstan dan kami tidak menemukan tanda-tanda pengereman,” kata Lacquaniti kepada radio Italia.

Salah satu dari dua pengemudi di dalamnya tewas, media Italia melaporkan.

Judit Timaffy, konsul Hongaria, mengatakan jumlah korban tewas bisa lebih buruk jika bukan karena seorang guru, yang kembali menyelamatkan beberapa anak.

Guru tersebut, yang putra dan putrinya berada di dalam pesawat, diyakini sebagai salah satu dari mereka yang terluka parah.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menyatakan keterkejutannya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, mengatakan bahwa ia berdoa untuk “keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang terkena dampak tragedi ini.”

Dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang memiliki hubungan baik dengan Orban, juga menyampaikan belasungkawa.

“Sangat tragis sekali anak-anak dan remaja menjadi korban kecelakaan itu,” tulis Putin, menurut pernyataan Kremlin. – Rappler.com

uni togel