• March 18, 2026
Masih menerapkan 4 Sehat 5 Sempurna?  Saatnya beralih ke Pedoman Pola Makan Seimbang

Masih menerapkan 4 Sehat 5 Sempurna? Saatnya beralih ke Pedoman Pola Makan Seimbang

Program 4 Sehat 5 Sempurna yang sebelumnya digalakkan pemerintah dinilai kurang tepat dan bisa menyesatkan

Mana yang lebih sering Anda dengar: “4 sehat 5 sempurna” atau “pedoman gizi seimbang”?

“4 Sehat 5 Sempurna mungkin terasa lebih familiar di telinga Anda. Nasi, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan, kemudian ditambah dengan susu, menjadi kombinasi yang menjadi acuan dalam mengatur pola makan sehari-hari.

Namun tahukah Anda bahwa sejak tahun 1995 slogan “4 Sehat 5 Sempurna” diganti dengan “Pedoman Gizi Seimbang”?

Meningkatnya permasalahan kesehatan di Indonesia memaksa munculnya kebijakan-kebijakan terkait kesehatan yang mengatur banyak aspek, termasuk pola makan. Program 4 Sehat 5 Sempurna yang sebelumnya digalakkan pemerintah dinilai kurang tepat dan bisa menyesatkan karena pedoman makan yang diberikan justru bisa menjadi tidak sehat jika porsi dan gizinya tidak seimbang.

Misalnya seseorang yang menerapkan pola makan 4 Sehat 5 Sempurna dengan nasi, lauk pauk, sayur mayur, buah dan susu tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan jika sebagian besar porsi di piringnya adalah nasi, sedangkan lauk pauk dan sayurnya hanya sedikit.

Lebih lanjut, panduan ini seolah menghimbau agar nasi sebagai makanan yang harus selalu dimasukkan dalam pola makan sehat, padahal masih banyak karbohidrat lain yang lebih sehat dari nasi.

Begitu pula dengan kehadiran susu dalam pedoman 4 Sehat 5 Sempurna belum tentu cocok dikonsumsi oleh semua orang, terutama mereka yang menderita intoleransi laktosa.

Pedoman Pola Makan Seimbang tidak hanya memberikan pedoman mengenai makanan, tetapi juga kesehatan secara umum, khususnya preventif. Prinsip utama dalam Pedoman Gizi Seimbang yang membedakannya dengan 4 Sehat 5 Sempurna dikenal dengan 4 pilar, yaitu:

1. Makan makanan yang bervariasi

Tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sehingga mau tidak mau Anda harus mengonsumsi berbagai jenis makanan yang berbeda. Namun, mengonsumsi makanan yang bervariasi bukan berarti Anda bebas mengonsumsi berbagai jenis makanan. Semuanya sebaiknya dikonsumsi berdasarkan proporsi dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

2. Menerapkan perilaku hidup bersih

Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih, Anda dapat mengurangi risiko terpapar sumber infeksi yaitu kuman, virus, dan bakteri. Penyakit menular secara langsung dapat mempengaruhi gizi. Misalnya saja jika Anda menderita diare, Anda akan mengalami penurunan nafsu makan, dan nutrisi akan sulit diserap tubuh. Padahal, saat sakit, Anda membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk membantu metabolisme dan memperbaiki sel-sel tubuh. Sebaliknya, jika Anda kekurangan nutrisi, Anda akan lebih mudah tertular penyakit menular.

3. Aktif secara fisik

Aktivitas fisik penting untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh. Jika jumlah zat gizi terutama sumber energi yang masuk lebih banyak dibandingkan yang keluar maka dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas. Seperti diketahui, kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit, seperti diabetes, kanker, dan stroke.

4. Pantau berat badan secara rutin untuk menjaga berat badan tetap normal

Anda disarankan untuk memiliki berat badan dalam kisaran normal, yaitu Indeks Massa Tubuh 18,5 – 25,0. Cara menghitung indeks massa tubuh adalah (berat badan dalam kg) dibagi (tinggi badan dalam kg dikali dua).

Dengan memantau berat badan Anda secara cermat, Anda dapat sewaktu-waktu mengetahui apakah indeks massa tubuh Anda lebih atau kurang dari yang disarankan, sehingga Anda dapat melakukan tindakan pencegahan sebelum bertambah parah.

Keempat pilar Pedoman Gizi Seimbang tersebut kemudian diperjelas dalam Pesan Gizi Seimbang yang baru dirumuskan dalam Pedoman Gizi Seimbang tahun 2014. Pesan Gizi Seimbang meliputi:

  • Bersyukur dan nikmati keberagaman makanan. Salah satu cara untuk mengimplementasikan pesan ini adalah melalui makan beberapa kelompok makanan setiap hari atau dalam satu kali makan. Kelompok makanan ini adalah makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman.
  • Perbanyak makan sayur dan buah secukupnya. Sayur dan buah kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Mengonsumsi buah dan sayur yang cukup juga berperan dalam mencegah penyakit, terutama penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan lain-lain.
  • Terbiasalah Makanlah lauk pauk yang mengandung protein tinggi. Jenis protein ada dua, yaitu yang berasal dari hewani (protein hewani) dan yang berasal dari tumbuhan (protein nabati). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga bisa saling melengkapi jika dikonsumsi sesuai porsi yang dianjurkan.
  • Terbiasalah makan berbagai macam makanan pokok. Misalnya, tidak hanya mengonsumsi nasi sebagai sumber makanan pokok saja, namun Anda juga bisa menggantinya dengan umbi-umbian.
  • Batasi konsumsi makanan manis, asin dan berlemak. Konsumsi yang dianjurkan tidak lebih dari 4 sendok makan gula pasir, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan minyak per hari. Jika melebihi anjuran tersebut, Anda berisiko terkena hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung di kemudian hari.
  • Biasakan sarapan. Saat sarapan dianjurkan untuk mengonsumsi 15-30% kebutuhan energi harian. Sarapan disajikan antara bangun tidur hingga jam 9 pagi. Sarapan dapat membantu Anda menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh untuk memulai aktivitas.
  • Terbiasalah Minumlah air yang cukup. Keseimbangan air dalam tubuh harus dijaga karena sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan. Penuhi kebutuhan air Anda dengan mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari.
  • Terbiasalah Baca label pada kemasan makanan. Makanan kemasan yang Anda beli memiliki label yang berisi informasi bahan yang digunakan, kandungan nutrisi di dalamnya, dan tanggal kadaluwarsanya. Dengan memahami label pada kemasan makanan, Anda dapat membatasi konsumsi nutrisi tertentu seperti gula, garam, lemak, dan bahan pengawet.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dengan air bersih yang mengalir. Hal ini untuk mencegah kuman dan bakteri berpindah dari tangan ke makanan atau bagian tubuh lainnya.
  • Dapatkan aktivitas fisik yang cukup dan mempertahankan berat badan normal. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi. Contoh aktivitas fisik antara lain berjalan kaki, berkebun, mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain sebagainya. Aktivitas fisik Anda dianggap cukup jika Anda melakukan latihan fisik atau olahraga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu.

—Rappler.com

Sumber artikel ini berasal dari HaloSehat.comsebuah situs kesehatan yang menyajikan informasi terpercaya dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Data HKKeluaran HKPengeluaran HK