Monitoring pemilukada dan pendidikan politik bagi warga Jakarta
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kawal Pilkada berupaya mengajak partisipasi masyarakat dengan merekrut relawan
JAKARTA, Indonesia – Warga DKI Jakarta baru saja mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Rabu, 15 Februari.
Sesaat setelah masa pemungutan suara ditutup pada pukul 13.00 WIB, sejumlah TPS mulai berupaya menghitung cepat perolehan suara pasangan calon. Hasil perhitungan cepat (skor cepat) diketahui beberapa jam kemudian.
Paslon Nomor Urut 2, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat Unggul di Berbagai Hasil skor cepat. Calon gubernur saat ini unggul tipis atas rival terdekatnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Sementara pasangan nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, hampir dipastikan akan terdepak dari pasar persaingan.
(BACA: Hasil ‘real quick count’ Pilkada DKI Jakarta 2017)
Inisiatif independen, Kawal Pilkada, juga dengan cepat menghitung suara aktual (skor sangat cepat). Berbeda dengan setting survei, Kawal Pilkada menggunakan metode berbeda.
Dengan menerapkan metode tersebut skor sebenarnya, Kawal Pilkada hampir bisa memprediksi hasil akhir Pilkada DKI 2017 dengan tepat. Cara ini sebenarnya menghitung semua suara yang masuk—metodenya berbeda-beda skor cepat yang mengandalkan data sampel.
Sejak tahun lalu, Kawal Pilkada mengajak masyarakat untuk memantau penghitungan suara melalui Aplikasi Kawal Pilkada.
(BACA: Simak Cara Kerja Pengawal Pilkada)
Efek jangka panjang
Kawal Pilkada dimulai dengan diluncurkannya proyek Kawal Pemilu pada tahun 2014. Berbeda dengan lembaga penelitian lainnya, tim Kawal Pilkada berupaya mengajak partisipasi masyarakat.
Elina Ciptadi, Koordinator Relawan Kawal Pilkada, mengatakan: “Kawal Pilkada berbeda dengan tim peneliti lainnya. Kami mengundang partisipasi masyarakat. Mereka adalah relawan yang tidak dibayar, bebas dari kepentingan politik, dan bersedia menunggu hingga penghitungan suara selesai.
“Fakta bahwa kami mengumpulkan lebih dari 3.000 foto di lapangan merupakan pencapaian yang patut saya rayakan. “Kita perlu melihat pengaruh pendidikan politik terhadap warga DKI,” ujarnya.
Dalam pendataan, pengawas Pilkada dibantu oleh relawan. Para relawan ini akan memotret formulir C1 di setiap TPS yang telah ditandatangani dan disahkan oleh para saksi.
Selanjutnya foto formulir C1 perlu diunggah melalui aplikasi Kawal Pilkada agar dapat diproses oleh pengurus Kawal Pilkada yang terdiri dari relawan dan teman dekat. Hingga tengah malam, tim pengawas Pilkada masih mengumpulkan data bentuk C1 pada hari H.
“Kami senang melihat Indonesia transparan. “Kami memiliki generasi muda yang menginginkan transparansi,” kata Elina.
Mendukung Pengawasan Pilkada
Masyarakat dapat mendukung Kawal Pilkada dengan membuka website Kawal Pilkada untuk melihat sebaran suara yang dipantau. Jika menemukan bukti kecurangan, masyarakat bisa melaporkan melalui email atau akun media sosial Kawal Pilkada dengan menyertakan bukti otentik.
Kawal Pilkada dapat diakses melalui website kawalpilkada.id, FacebookDan Twitter.—Rappler.com
BACA JUGA: