• March 4, 2026
5 Fakta Wali Kota Muslim Pertama London, Sadiq Khan

5 Fakta Wali Kota Muslim Pertama London, Sadiq Khan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sadiq Khan terpilih sebagai Walikota Muslim pertama di Kota London

JAKARTA, Indonesia – Untuk pertama kalinya, Kota London, Inggris, memiliki wali kota yang beragama Islam. Politisi Partai Buruh, Sadiq Khan, resmi terpilih sebagai Walikota London pada Sabtu 7 Mei.

Dengan perolehan 57% suara, Khan berhasil mengalahkan kandidat Partai Konservatif, Zac Goldsmith, pada putaran kedua pemilihan umum.

Sebagai salah satu pemimpin Islam di dunia Barat, sosok Khan menjadi sorotan dunia. Apalagi, hanya 12% penduduk Kota London yang beragama Islam.

Siapakah Sadiq Khan dan bagaimana kiprahnya di dunia politik? Berikut 5 hal tentangnya:

1. Harapan melawan rasa takut

Lewat kampanye #YesWeKhan (plesetan dari ya kita bisa-ya kita bisa – slogan kampanye Presiden AS Barack Obama), Khan berhasil mengalahkan kandidat Partai Konservatif Zac Goldsmith dengan memperoleh 1.148.716 suara.

Kemenangan tersebut dianggap sebagai kemenangan harapan melawan rasa takut (harapan vs ketakutan), mengikuti kampanye Goldsmith yang secara teratur menghubungkan Khan dengan kelompok ekstremis karena latar belakang agamanya.

Setelah lulus dengan gelar sarjana hukum, Khan bekerja sebagai pengacara, sering membela korban kasus pelanggaran hak asasi manusia dan diskriminasi rasial.

2. Anak seorang sopir bus dan seorang penjahit

Kota London memiliki arti penting bagi Khan. London memberinya kesempatan untuk tumbuh lebih besar dari sebelumnya.

Kakek dan neneknya berimigrasi dari India ke Pakistan, kemudian orang tuanya berimigrasi dari Pakistan ke London. Khan lahir di St. Rumah Sakit George di Tooting, London, 8 Oktober 1970, sebagai anak kelima dari delapan bersaudara.

Ayahnya, Amanullah, bekerja sebagai sopir bus selama dua tahun. Sedangkan ibunya, Sehrun, bekerja sebagai penjahit untuk menghidupi Khan dan ketujuh saudaranya.

Saat ini, Khan memiliki dua orang putri bernama Anisah dan Ammarah, hasil pernikahannya dengan Saadiyah Ahmed yang juga seorang pengacara.

3. Menyetujui pernikahan sesama jenis

Pemenang Politician of the Year di British Muslim Awards 2016 ini mengaku menerima ancaman pembunuhan setelah memberikan persetujuan terhadap undang-undang pernikahan sesama jenis pada tahun 2013.

Beberapa sumber tabloid lokal juga memberitakan bahwa imam sebuah masjid di kota Bradford, Inggris, telah mengeluarkan fatwa yang memintanya untuk menyatakan telah meninggalkan Islam.

Akibat ancaman tersebut, polisi pun meminta Khan melaporkan keamanannya dalam jangka waktu tertentu.

4. Menolak boikot terhadap Israel

Setelah sebelumnya ternyata menyetujuinya boikot terhadap perusahaan IsraelSodastream, demi perdamaian, Khan merevisi pernyataannya.

Menurut Khan, boikot yang diberikan kepada Israel tidak akan menyelesaikan masalah dan menciptakan perdamaian, melainkan hanya akan menyulitkan para pekerja yang bekerja di perusahaan Sodastream International.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan akan melindungi hak seluruh warga London, termasuk warga Yahudi.

5. Penggemar si merah

Seperti jutaan warga Inggris lainnya, Khan juga penggemar berat olahraga.

Uniknya, pria berusia 45 tahun ini bukan membela klub asal London, melainkan merupakan penggemar berat klub sepak bola Liverpool.

“Pengalaman pertama saya menonton sepak bola adalah menonton Chelsea di Stamford Bridge bersama dua kakak laki-laki saya dan mengalami kekerasan diskriminatif di sana,” kata Khan menjelaskan alasannya memilih. Merseyside dari klub London.

Selain sepak bola, Khan juga merupakan penggemar Surrey Country Cricket Club dan sering berlatih tinju bersama saudaranya. —Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran HK