Kalahkan Indonesia 3-2, Denmark menang
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Denmark menjadi juara Piala Thomas 2016 usai mengalahkan Indonesia dengan skor 3-2, Minggu, 22 Mei di Stadion Bulu Tangkis Kunshan di Tiongkok.
Indonesia tertinggal 0-1 pada laga tunggal pertama yang mempertemukan mereka Tommy Sugiarto bersama Victor Axelsen.
Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah unggul dua set. Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.
Namun Denmark kembali unggul sementara 1-2 setelah pemain ganda putra Indonesia lainnya, Anthony Ginting, kalah dua set langsung. Jan O Jorgensen.
Masih ada harapan bagi Indonesia setelah Angga Pratama/Ricky Kara Suwardi bermain meyakinkan melawan Kim Astrup/Anders Ska Rasmussen dan kembali bermain imbang 2-2.
Final antara Ihsan Maulana Mustofa dan Hans-Kristian Vittinghus menjadi penentu.
Ihsan gagal mengkonversi peluang menjadi kemenangan, sehingga Denmark menjadi juara Piala Thomas 2016.
Ini kali pertama Denmark menjuarai Piala Thomas.
Kesuksesan Denmark juga berarti kegagalan Indonesia memuaskan dahaga selama 14 tahun tanpa menjuarai Piala Thomas.
Berikut laporan pihak:
Disahkan Tommy Sugiarto ke Axelsen, Indonesia tertinggal 0-1
Reli panjang adalah game pertama Final Piala Thomas yang mempertemukan tunggal pertama, Tommy Sugiarto dan Victor Axelsen.
Hampir selalu tertinggal di poin awal, Tommy yang menduduki peringkat 8 dunia akhirnya menyerah permainan pertama di posisi 21-17.
Reli panjang berlanjut sejak awal game kedua, skor 4-2 dan 7-8 untuk Tommy. Perbedaan dari permainan Awalnya Tommy sempat memimpin di babak pertama permainan kedua dengan skor 11-8.
Reli lainnya terjadi pada kedudukan 15-12 untuk Tommy.
Usai memimpin, Axelsen terus memperkecil sisa poin, hingga akhirnya petenis peringkat 4 dunia itu finis. permainan kedua dengan skor 21-18.
Indonesia tertinggal 0-1 pada laga pertama ini.
tomi akui dia depresi saat itu ia harus menyerah karena kondisi lapangan yang licin.
“Pada permainan Kedua, saya mendapat banyak tekanan dan tidak bisa mempertahankan lapangan karena lapangan licin. Saya minta field tersebut dihapus, namun sulit. Saya harus menyapu lapangan sendiri. “Itu mengganggu konsentrasi saya,” kata Tommy.
Hendra/Ahsan membalas, skor 1-1

Ganda Putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyeimbangkan posisinya atas tim Denmark menjadi 1-1.
Pada laga kedua ini, Hendra/Ahsan menang 21-18, 21-13 atas pasangan Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, dalam waktu 41 menit.
“Kami tidak memikirkan pertandingan pertama. Kami hanya fokus pada permainan kami. “Kami berusaha bertahan,” kata Ahsan.
Ganda peringkat dua dunia itu pun bermain lebih tenang tak meladeni permainan cepat pasangan Denmark peringkat sembilan dunia itu dengan mudah menutup gim kedua 21-13.
Ginting tak mampu meraih poin, Indonesia kembali tertinggal 1-2
Tapi pujian untuk Ginting dan final Piala Thomas pertamanya di usia 19 tahun. Tetap dukung! @INABadminton #ThomasINABangkit pic.twitter.com/J1wWpfKf9a
— Gita Wirjawan (@GWirjawan) 22 Mei 2016
Pemain tunggal Indonesia, Anthony Ginting, langsung kalah dua set 17-21, 12-21lawannya, Jan O Jorgensen, pada laga ketiga Final Piala Thomas 2016.
Ginting yang menduduki peringkat 23 dunia nyaris selalu tertinggal permainan pertama dari Joergensen, 4-10, 6-11, 6-13.
Ginting beberapa kali melakukan kesalahan, mulai sepakannya melebar, mengembalikan bola, dan lain-lain kelambu yang tidak sempurna.
Tunggal kedua Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan namun tidak berhasil dan malah tertinggal 12-17, 13-19, 14-19, 16-20 melawan Denmark.
Di pertengahan pertandingan, wasit pertandingan memberikan kartu kuning kepada Joergensen.
Meski perlahan tampil lebih menyerang, Ginting kalah 17-21 dari Denmark dalam waktu 19 menit. permainan Pertama.
Pada permainan kedua, Ginting langsung tertinggal 0-4 lalu perlahan menyusul hingga 3-5.
Pemain berusia 19 tahun itu masih tertinggal di babak pertama permainan kedua dengan kedudukan 6-11. Ginting akhirnya harus takluk dari Joergensen dengan 12-21.
Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal 1-2 dari Denmark.
Angga-Ricky kembali menyamakan skor menjadi 2-2

Ganda Putra Indonesia Angga Pratama/Ricky Kara Suwardi tampil meyakinkan pada laga keempat melawan Kim Astrup/Anders Ska Rasmussen.
Pasangan peringkat 12 dunia itu unggul atas Denmark dan menutupnya permainan pertama pada 21-16.
Pada akhirnya permainan kedua, Angga/Ricky kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 untuk Indonesia, setelah sebelumnya sempat tertinggal.
Dengan hasil ini, gelar juara masih terbuka bagi tim Thomas Indonesia.
Soal kemenangan tersebut, Ricky membeberkan rahasia kemenangan mereka yakni mematuhi instruksi pelatih jangan sampai terbawa oleh ritme permainan lawan.
“Pelatih meminta kami untuk menerapkan permainan kami. Sebelumnya di poin terakhir kami sedang terburu-buru. “Saya sampaikan masukan saya ke Angga agar kita bisa lebih tenang,” kata Ricky.
Ihsan tetap di belakang
Laga final Thomas 2016 yang mempertemukan pemain tunggal Indonesia Ihsan Maul Mustofa melawan pemain tunggal Denmark Hans Kristian Vittinghus berlangsung ketat.
Meski pertandingan tampak cukup imbang dengan Vittinghus, Ihsan tak mampu mengejar dan tertinggal.
Vitingghus pun menyitanya permainan pertama dengan skor 21-15. Oleh permainan kedua, Ihsan gagal mengejar ketertinggalan dan harus menyerah pada kedudukan 7-21.
—Rappler.com
BACA JUGA: