Suasana buka puasa pertama di Masjid ChengHoo Surabaya
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
‘Saya salat magrib di sini setiap tahun. Menyenangkan sekali, bersama anak-anak, menunggu genderang matahari terbenam’
SURABAYA, Indonesia – Hari pertama puasa tentu ditunggu-tunggu oleh semua orang. Di Masjid ChengHoo Surabaya, Jawa Timur, misalnya, sejak genderang ditabuh setengah jam menjelang magrib, jamaah dan masyarakat terus berdatangan. Mereka menunggu waktu berbuka tiba.
Salah satunya, Lilik (45), datang bersama dua anak dan dua cucunya. Mereka duduk bersila dan menunggu adzan magrib.
“Setiap tahun kalau berbuka puasa, saya rutin datang ke masjid ini. “Sekarang bersama dua anak dan dua cucu saya,” kata Lilik, warga Jalan Ambengan, Surabaya, sekitar 1 kilometer dari masjid.
Dua anaknya mengaku senang bisa berbuka puasa dan salat magrib di masjid yang dibangun komunitas Muslim Tionghoa Surabaya yang terletak di Jalan Gading.
Dua puluh menit sebelum azan tiba, calon jamaah dan pengunjung dipersilakan menerima menu takjil berupa air mineral, kurma, dan kue lemper yang diberikan satu per satu secara berjajar, orang dewasa dipisahkan dari barisan anak-anak. Usai menerima menu takjil, mereka duduk kembali di belakang shot yang disediakan untuk berbuka puasa.
“Iya, berkunjung ke masjid Muhammad ChengHoo menyenangkan, ramai,” kata Nandia (13), ibu. Cucu perempuan Lilik.
Warga lainnya, Nur Aida (45), juga rutin menikmati menu buka puasa di masjid ini.
“Saya salat magrib di sini setiap tahun. Menyenangkan sekali, bersama anak-anak, sambil menunggu genderang malam, kata Nur Aida, warga Kusumabangsa, Surabaya.
Pada hari pertama buka puasa di masjid ini, masjid yang dikelola Komunitas Tionghoa Surabaya ini juga kedatangan tamu dari Beijing China University, Zhang Min Cheng.
Ia mengaku senang bisa melihat langsung Masjid ChengHoo Surabaya. Masjid ChengHoo di Surabaya disebut-sebut sangat dikenal warga RRC.
Sembari menunggu senja tiba, pria asal RRC itu sibuk mengambil segala sudut untuk mengambil fotonya. Termasuk patung Laksamana ChengHoo dan perahunya di sisi kiri masjid.
“Saya senang bisa melihatnya secara langsung. “Dan saya ingin tahu lebih banyak tentang masjid ini, di China masjid ini sangat terkenal,” kata Zhang Min Cheng.
Pengunjung dan jamaah terlihat duduk rapi, dan anak-anak terlihat antri untuk mendapatkan makanan untuk berbuka puasa. Setelah selesai, berwudhu dan mengerjakan shalat berjamaah. Usai salat, dilanjutkan dengan mengambil menu makanan nasi bungkus yang tersedia.
Setiap tahunnya, di masjid ini dijamin sekitar 400 jamaah bisa menikmati takjil dan menunaikan salat magrib berjamaah.
“Setiap tahunnya selalu ramai, sekitar 400 orang salat di sini. Sebelumnya Takmir menyediakan menu takjil yang disediakan oleh Takmir. Saat bedug ditabuh, jamaah mendapat takjil, sebagai permulaan ada air mineral, kurma, dan lemperkoek. Tetap melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. “Setelah itu kami (jamaah) memberikan menu berbuka puasa, nasi bungkus,” kata Humas Masjid ChengHoo Surabaya, Trisno Admodjo. – Rappler.com