Singkirkan ego untuk mendapatkan persetujuan
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Sutradara Angga Dwimas Sasongko kembali menghadirkan film terbarunya bergenre drama romantis bertajuk Pasien 8. Diproduksi oleh Visinema Pictures bekerja sama dengan Chanex Ridhall Pictures dan Kaninga Pictures, film ini siap tayang di bioskop Tanah Air pada 23 Februari mendatang.
Buka’an 8 dengan Lala Karmel, Chicco Jerikho, Sarah Sechan dan Tyo Pakusadewo. Tidak hanya itu, banyak juga cameo selebriti yang juga terlibat dalam film ini. Diantaranya Melissa Karim, Desta, Dwi Sasono, Uli Herdinansyah, Nadine Alexandra, Maruli Tampubolon dan masih banyak lagi.
Film Buka’an 8 juga mempertemukan Angga dengan duet dua produser Anggia Kharisma dan Chicco Jerikho yang sukses dengan dua film sebelumnya, Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) dan Filosofi Kopi Film (2015).
“Buka’an 8 Ini adalah film komedi pertama yang saya buat yang bercerita tentang generasi milenial Ketagihan di media sosial dan internet. “Film ini terinspirasi dari proses penantian kelahiran anak pertama saya yang kebetulan saat itu ditemani oleh Chicco Jerikho dan lahirlah ide pembuatan film ini,” kata Angga.
“Mengobrol lama sekali, saya tidak sengaja bertemu dengan Mas Salman (Aristo). Sebenarnya campur aduk dan banyak sekali. Akan Beri tahu saya generasi milenial,” tambah Chicco yang ditemui setelahnya konferensi pers film Buka’an 8 di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 20 Februari.
Keluarlah dari zona nyaman Anda
Peran yang dimainkan Chicco di film ini memang tidak biasa. Dia pun mengakuinya. Berperan di film bergenre drama romantis dengan sentuhan komedi bukanlah hal yang sering dilakukan aktor berusia 32 tahun ini.
“Bukan SAYA yang lucu tapi situasi dan kondisinya. Ini adalah sebuah tantangan SAYA bermainlah sealami mungkin. Ini adalah acara 24 jam. Ada grafik emosi. Tanpa bantuan semua orang, SAYA Saya tidak akan bisa berakting di film ini. Sebenarnya di sini berada di luar zona nyaman Anda dan sesuatu yang baru.”
Kata Chicco, salah satu adegan tersulit adalah saat harus berada di dalam derek dan menangani derek. Meski di film itu ditampilkan seolah-olah Chicco ada di dalamnya derek yang sangat tinggi, namun saat syuting adegan itu dilakukan dengan teknologi layar hijau.
“Pengalaman itu keren. Sangat sulit untuk berakting di film ini. Kesulitannya adalah salah satu di atas derek SAYA memakai layar hijau. TIDAK, SAYA pada ketinggian puluhan meter memang lebih sulit dibandingkan menggunakannya membenarkan.”
Tanpa izin
Alam Merdeka Tanjung (Chicco Jerikho), seorang laki-laki seribu tahun yang selalu sibuk dengan media sosialnya. Tidak sekali dua kali terlibat perang tweet bersama para pengikutnya berdiskusi tentang masalah politik dan negara Indonesia.
Sebagai pemberi pengaruh media sosial, Alam memiliki puluhan ribu pengikut yang selalu senang dan memfitnah pemikiran idealis Alam. Tak kenal waktu, Alam selalu asyik ngobrol online, bahkan di hari istrinya, Mia (Lala Karmela), sedang menunggu kelahiran.
Sebagai seorang laki-laki, Alam sebenarnya masih menunggu persetujuan dari mertuanya, Abah dan Ambu Mia yang diperankan Tyo Pakusadewo dan Sarah Sechan. Pasalnya awalnya hubungan mereka tidak disetujui. Alasan mengapa karya Alam “tidak jelas” adalah salah satu alasannya.
Permasalahan semakin pelik ketika Alam kesulitan membiayai biaya melahirkan. Dana alam hanya cukup untuk membayar setengah dari total tagihan. Belum lagi kedatangan keluarga Mia yang mulai “menyerangnya” dengan kalimat-kalimat sinis penuh sindiran karena tidak mampu menyewakan kamar VIP untuk Mia.
Keluarga adalah segalanya
Alam pun harus merelakan mobil dan laptopnya untuk mendapatkan uang dan membayar ongkos kirim. Namun permasalahan utamanya menjadi pelik karena Alam sebelumnya juga pernah berurusan dengan rentenir yang menuntut agar ia membayar utangnya.
Sementara itu, Mia masih berjuang melawan kontraksi. Setelah diperiksa dokter kandungan (diperankan Maruli Tampubolon), bayi dalam kandungan Mia sungsang. Namun Mia bertekad untuk melahirkan secara alami.
Alam pun berusaha memutar otak untuk mendapatkan bayaran tambahan. Namun berakhir dengan kekecewaan karena Mia akhirnya mengetahui Alam dikejar rentenir dan menjual mobilnya. Mia segera mengusir Alam.
Pikiran dan perasaan alam bergejolak. Hingga akhirnya ia menemukan rejeki tak terduga, tawaran bekerja sebagai operator derek. Meski belum punya pengalaman, Alam langsung belajar tentang YouTube. Meski bayarannya tidak seberapa, namun pengalaman tersebut mengajarkannya tentang tanggung jawab dan keluarga sebagai prioritas utamanya.
Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Alam sanggup membiayai seluruh biaya kelahiran Mia? Bisakah Mia menerima Alam kembali? Dan apakah Mia bisa melahirkan secara alami? Anda dapat menikmati jawabannya pada tanggal 23 Februari.
Kimia pertunjukan pria dan wanita
Sebenarnya cerita tersebut dihadirkan dalam film Buka’an 8 ini adalah kisah keluarga yang sederhana. Tapi itu terjadi di zaman itu seribu tahun dan melibatkan generasi milenial sehingga semakin menarik dan menarik rumit.

Untuk pertama kalinya, Chicco Jericho bersaing dengan Lala Karmela di film ini. Chemistry keduanya cukup terasa. Apalagi di beberapa adegan yang memperlihatkan keduanya sebagai suami istri yang mengutamakan cinta dibandingkan keluarga, meski restu keluarga terhalang.
Chicco pun menunjukkan kelasnya sebagai salah satu aktor terbaik di negeri ini. Berbagai emosi mampu ia gambarkan dalam film yang mengambil setting cerita 24 jam ini. Kemarahan, protes, pasrah bahkan kesedihan ditampilkan dengan baik.
Sebagai pendatang baru, Lala cukup mampu menandingi akting Chicco. Meski belum pernah hamil, Lala tampak tak risih memerankan adegan saat kontraksi hingga berujung pada persalinan hingga akhirnya melahirkan.
Turut menarik perhatian adalah akting aktris senior Dayu Wijayanto yang memerankan karakter ibunda Alam. Meski tak seberapa, Dayu menunjukkan akting yang sangat pas dan pantas.
Keseluruhan, film ini bisa menjadi hiburan yang cocok untuk keluarga, khususnya pasangan muda. Ada bagian yang membuat emosi penonton naik turun. Kesimpulannya, apapun cerita dan permasalahannya, keluarga adalah segalanya.
Selamat menonton! -Rappler.com