• March 18, 2026
Bupati Purwakarta melarang siswa ‘bermasalah’ masuk sekolah negeri

Bupati Purwakarta melarang siswa ‘bermasalah’ masuk sekolah negeri

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, guru mencubit seorang siswa sebagai tindakan biasa. Jika orang tua tidak menyukainya, silakan didik sendiri anak Anda

JAKARTA, Indonesia – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengancam akan mengembalikan siswa nakal kepada orang tuanya dan melarang mereka melanjutkan pendidikan di sekolah negeri di Purwakarta, Jawa Barat.

Kebijakan ini hanya berlaku bagi siswa nakal yang tidak mau diatur oleh sekolah, dan orang tuanya keberatan jika anaknya disetujui sekolah, kata Dedi.

Kebijakan tersebut mengaku dikeluarkannya karena beberapa waktu lalu terjadi kejadian cukup menggemparkan di SDN Ciwareng I, Desa Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao, Purwakarta.

Dalam kejadian itu, Kepala Sekolah SD Ciwareng I Sakri menegur salah satu siswanya karena nakal dengan mencubit perut siswanya.

Namun, siswa tersebut tidak terima diperlakukan seperti itu dan mengadu kepada orang tuanya.

Orang tua siswa kemudian memanggil kepala sekolah. Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah terpaksa menulis surat pernyataan bahwa dirinya telah melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Kepala sekolah pun mendapat perkataan buruk dan ancaman dari orang tua siswa.

Orang tua siswa kemudian melaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan fisik yang dilakukan kepala sekolah.

Bupati Dedi Mulyadi akhirnya turun tangan saat mendengar cerita seorang kepala sekolah yang harus berhadapan dengan orang tua siswa seperti ini.

Dedi menyatakan di hadapan kepala sekolah dan orang tua akan memberikan sanksi kepada kedua belah pihak. Untuk kepala sekolah akan diperiksa oleh inspektorat, sedangkan siswa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan ke orang tuanya.

“Atas nama Bupati, atas nama negara, saya kembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya. Biarkan orang tua mendidik anaknya sendiri. “Anak tersebut dilarang masuk sekolah negeri karena khawatir kejadian terhadap kepala sekolah terulang kembali,” kata Dedi.

Dedi menilai wajar jika kepala sekolah atau guru menegur muridnya, termasuk mencubit perutnya. Hal ini dianggap sebagai tindakan yang wajar.

Namun setelah melalui musyawarah, akhirnya semua berjabat tangan dan saling meminta maaf, kata Dedi.

Untuk mengatasi permasalahan serupa di kemudian hari, Dedi mengatakan akan memberikan ancaman pelarangan siswa masuk sekolah negeri yang orang tuanya tidak senang jika gurunya menegur dan memberikan sanksi kepada anak tersebut.

“Biarlah kejadian yang terjadi di SD Ciwareng I ini menjadi pembelajaran. Nantinya kami akan menerapkan kebijakan mengembalikan siswa nakal kepada orang tuanya, kemudian melarang siswa nakal masuk sekolah negeri, kata Dedi.

Bagaimana menurut Anda, apakah Anda setuju dengan kebijakan Bupati Purwakarta?—Antara/Rappler.com

BACA JUGA:

Togel SDY