• March 22, 2026

Tempat lahirnya soekarno, sejarahmu sekarang

SURABAYA, Indonesia — Bangunan rumah di Pandean Peneleh, Gang IV, nomor 40, Surabaya, tampak biasa saja. Rumah dengan kusen cat putih dan pintu kayu bercat biru itu tampak sederhana. Namun siapa sangka rumah sederhana ini ternyata menyimpan sejarah yang luar biasa.

Di sinilah lahirnya Ir.Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Sekitar seabad yang lalu, Koesno, sapaan akrab Soekarno, lahir di Pandean Peneleh, Gang IV, No. 40, Surabaya—sebuah desa dengan gang kecil di tengah kota Surabaya. Gang ini terletak tepat di depan Kali Mas. Mobil tidak boleh masuk gang kecil ini, sepeda motor harus dipandu dari ujung gang.

Ayah Soekarno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, kemudian dipindahkan dari Singaraja, Bali, sebagai guru di Sekolah Rakyat Sulung di Surabaya pada tahun 1900. Soekemi datang ke Surabaya bersama istrinya, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, yang sedang mengandung Soekarno. Mereka berangkat ke Surabaya dengan menggunakan perahu. Saat itu, kapal yang mereka tumpangi merapat di Kali Mas, tak jauh dari rumah tersebut. Soekarno sendiri lahir pada tanggal 1 Juni 1901.

“Saya menduga sejarah lahirnya Bung Karno sengaja ditutup-tutupi untuk menjauhkan Soekarno dari massa. Orde Baru khawatir jika dikatakan Sukarno lahir di Surabaya yang jumlah penduduknya banyak, maka akan menimbulkan keresahan.”

Namun, Soekarno sebenarnya tidak tinggal lama di rumah tersebut. Karena masih kecil, Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo, di Tulungagung, Jawa Timur. Baru kemudian pada tahun 1915, Ir.Soekarno yang menyelesaikan pendidikannya di ELS kemudian melanjutkan ke HBS di Surabaya.

Ia diterima di HBS dengan bantuan teman ayahnya yang bernama HOS Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberikan tempat tinggal kepada Soekarno di kediamannya. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan pimpinan Sarekat Islam, organisasi yang saat itu dipimpin oleh Tjokroaminoto, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim dan Abdul Muis.

Sedangkan Blitar yang kerap disebut-sebut sebagai tempat lahirnya Proklamator NKRI merupakan tempat tugas terakhir Soekemi Sosrodiharjo saat dimutasi dari Mojokerto dan diangkat menjadi pengawas pada tahun 1917.

Informasi bahwa Ir.Soekarno lahir di Surabaya antara lain berdasarkan buku-buku biografi tentang Ir.Soekarno Sukarno sebagai laki-laki (1933) dan Kamus Politik (1950).

Tiga publikasi ensiklopedia masing-masing mendukung argumen ini:

  • Ensiklopedia Indonesia 1955NV Publishing W. Van Hoeve Bandung
  • Ensiklopedia Indonesia diterbitkan oleh PT Ikhtiar Baru (1986)
  • Ensiklopedia Nasional Indonesia, Penerbit Delta Pamungkas Jakarta (1997)

Terdapat juga beberapa buku lain seperti:

  • Sang Pemahat Jiwa Bung Karno Karya Soebagijo IN
  • Putra Fajar Bung Karno karya Solichin Salam
  • Ayah dan Ibu Bung Karno ditulis oleh Nurinwa Ki. S Hendrowinoto dkk
  • Sejarah Singkat Ir. keberadaan dan perjuangan. Sukarno oleh Nasution MY

Bahkan dalam semua buku terbitan disebutkan bahwa Soekarno lahir di Pandean, Peneleh Bende IV, Nomor 40, Surabaya.

Tak hanya itu, sejumlah penulis asing juga kerap menulis bahwa Sukarno lahir di Surabaya. Penulis asing biasanya mengutip sumber arsip di Leiden, Belanda, seperti yang tertulis dalam ijazah dan berkas perkara Sukarno saat diadili. Ada pula yang merujuk pada buku Soekarno: Autobiografi Seperti Diceritakan kepada Cindy Adams (1996) karya Cindy Adams dan Mitos dan Realitas Soekarno karya Bob Herring (1986).

Soal sejarah, pernyataan Soekarno lahir di Blitar sebenarnya mengacu pada data yang dikeluarkan Pusat Penelitian Sejarah ABRI pada tahun 1967. Data inilah yang kemudian dirujuk oleh Sekretariat Negara. Data ini kemudian dikutip dalam buku-buku sejarah, khususnya yang terbit setelah tahun 1967.

Soal alasan masyarakat salah menilai sejarah tempat lahirnya Sukarno, Peter A. Rohi, jurnalis senior yang tinggal di Surabaya, mengaku hingga saat ini belum mengetahui penyebab pastinya. Peter yang turut terlibat dalam koreksi sejarah tempat kelahiran Soekarno hanya bisa berasumsi bahwa hal itu ada kaitannya dengan kepentingan pemerintahan Orde Baru saat itu.

“Saya menduga sejarah lahirnya Bung Karno sengaja ditutup-tutupi untuk menjauhkan Soekarno dari massa. Orde Baru khawatir jika dikatakan Sukarno lahir di Surabaya yang berpenduduk banyak, maka akan menimbulkan keresahan. Khususnya arek-arek Suroboyo dikenal memiliki jiwa patriotik, kata Peter.

Tempat lahirnya soekarno sekarang

Rumah tempat lahirnya Soekarno kini ditempati oleh seorang warga bernama Jamilah dan keluarganya. Rumah ini dibelinya sekitar tahun 1990 seharga Rp 16 juta. Ia sendiri tidak menyangka bahwa rumah yang ia tinggali kini merupakan tempat lahirnya Proklamator NKRI.

“Baru sekitar tahun 2009 banyak peneliti yang mulai datang ke rumah ini,” kata Jamilah.

Rumah ini juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2013 oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Namun meski sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, kepemilikan rumah berukuran 5×14 meter ini tetap atas nama Jamilah.

Agus Imam Sonhaji, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, mengatakan, sejak 2014, Pemkot Surabaya sebenarnya sudah berupaya membeli rumah tempat kelahiran Bung Karno tersebut. Saat itu, pemerintah kota bahkan melakukan negosiasi dengan ahli waris. Namun menurut Agus, pemilik rumah mematok harga terlalu tinggi yakni sekitar Rp 5 miliar.

“Meski itu pantas menyerang nilainya hanya Rp700 juta, tapi ahli waris meminta lebih dari itu,” kata Imam.

Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji menyayangkan sulitnya proses jual beli rumah tempat lahirnya Soekarno. Ia mengatakan, ada kepentingan sejarah yang perlu diselamatkan oleh Pemkot Surabaya agar tidak bisa dinilai dari situ menyerang biasa.

Di sisi lain, Peter menyayangkan pemilik rumah mematok harga terlalu tinggi. Menurut dia, pemilik rumah tidak boleh mematok harga terlalu tinggi karena rumah tersebut untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Itu klise. Namun sebagai penganut ajaran Sukarno, saya memegang teguh ajaran Sukarno tentang rela berkorban demi bangsa dan negara, kata Peter. —Rappler.com

BACA JUGA:

Togel Sidney