Facebook Messenger menawarkan fitur hemat kuota
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Pengguna dapat menghemat data dengan mengubah konten unduhan aplikasi yang mereka terima
JAKARTA, Indonesia – Dengan sekitar 1,5 miliar pengguna aktif di seluruh dunia Facebook terus meningkatkan kualitas. Sebelumnya, fitur penghemat data bisa diterapkan di aplikasi utama Facebook.
Kali ini, perusahaan menawarkan fitur penghemat data untuk aplikasi Messenger. Nantinya, pengguna bisa menghemat data dengan memodifikasi konten unduhan aplikasi yang diterimanya.
Dikutip dari Polisi Androiduntuk dapat menikmati fitur penghemat data, pengguna dapat masuk ke pengaturan aplikasi Messenger dan mengaktifkan fitur tersebut.
Kedepannya kuota paket yang digunakan untuk download video atau gambar akan lebih sedikit sehingga bisa menghemat pengeluaran.
Saat mode penghemat data diaktifkan, aplikasi Messenger dapat mengunduh gambar atau video berdasarkan keinginan pengguna dengan satu klik sederhana.
Sedangkan jika pengguna tidak mengklik maka gambar atau video tidak akan terdownload. Sebaliknya, jika penghemat data tidak diaktifkan, aplikasi Messenger dapat mengunduh video dan gambar secara langsung.
Hanya berfungsi di jaringan seluler
Fitur penghemat data hanya akan berfungsi ketika pengguna berada di jaringan seluler. Jika ponsel terhubung ke koneksi Wifi dan aktif menggunakan data maka gambar atau video yang dikirimkan akan langsung terdownload.
Saat ini fitur penghemat data belum bisa digunakan di Facebook Messenger karena masih dalam tahap pengelolaan. Jika Anda sudah tidak sabar untuk mencobanya, Facebook menawarkan layanan ini secara mendalam versi beta.
Nantinya, pada halaman penghemat data di Facebook Messenger, pengguna bisa melihat jumlah data yang disimpan pengguna.
Hal ini tentunya akan membantu pengguna untuk memperkirakan jumlah kuota yang terpakai untuk mengakses Facebook.
Pengguna di Indonesia
Fitur penghemat data ini tentu menjadi kabar gembira bagi pengguna telepon pintar yang sering memiliki akses internet khususnya bagi pengguna di Indonesia.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Survei Global Nielsen mengenai Niat Konsumen dan Belanja pada kuartal III/2014, Konsumen Indonesia dikatakan tidak akan berkompromi dalam hal komunikasi.
Rata-rata warga lebih memilih mengurangi pengeluaran belanjaan dibandingkan memotong biaya telepon dan komunikasi.
Sedangkan menurut survei Markplussekitar 86 persen masyarakat Indonesia memiliki akses internet melalui telepon pintar. Biasanya harganya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu (bahkan lebih) setiap bulannya.
Dari segi penggunaan data internet, Facebook menjadi juara di kategori media sosial menurut data yang dirilis oleh Teknologi di Asia. Tiga tahun setelah data dirilis, Facebook masih mendominasi industri teknologi media sosial.
Facebook tentunya berharap fitur baru ini dapat menarik perhatian masyarakat Indonesia yang gemar berkomunikasi dengan teman dan keluarga.
Di sisi lain, fitur ini juga menjadi angin segar bagi pengguna yang tidak ingin menyia-nyiakan paket datanya. Tertarik untuk mencoba?-Rappler.com.
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di Teknologi di Asia