Laga terakhir Ibrahimovic bersama Swedia diwarnai kekalahan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Mencari Zlatan baru? Di negara kecil seperti Swedia, tidak akan ada pemain lain seperti dia
JAKARTA, Indonesia – Pelatih Swedia Eric Hamren menyatakan penyesalan atas kekalahan timnya di pertandingan terakhir striker Zlatan Ibrahimovic, yang memutuskan pensiun setelah Euro 2016.
Selain Ibrahimovic, kiper Andres Isaksson dan gelandang Kim Kallstrom juga akan gantung sepatu di timnas Swedia.
“Saya berharap Zlatan mendapat akhir yang lebih baik, begitu pula Isaksson dan Kallstrom yang tampil bagus dalam waktu lama lalu mengakhiri kariernya bersama Swedia,” ujar Hamren seperti dilansir laman resmi UEFA Euro 2016 usai laga.
Pada laga terakhir Grup E, Swedia dikalahkan Belgia 1-0 pada Rabu 22 Juni berkat gol semata wayang Radja Nainggolan.
Zlatan Ibrahimović memainkan pertandingan terakhirnya untuk Swedia. Sungguh tak terlupakan!#EURO2016 #SWE pic.twitter.com/FhPV3bmPVh
— UEFA EURO 2016 (@UEFAEURO) 22 Juni 2016
“Mencari Zlatan baru? Tidak, dia istimewa, dia unik. “Saya tidak berpikir di negara kecil seperti Swedia kita akan menemukan pemain lain seperti dia,” kata Hamren.
Meski Swedia tersingkir dari Euro 2016, Hamren mengaku sangat bangga dengan performa anak asuhnya yang berusaha maksimal.
“Saya sangat kecewa. “Kami berbicara sebelum pertandingan tentang kebanggaan mewakili Swedia dan tampil di sini, tapi saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain, saya bangga, meski kami kalah,” kata Hamren.
Swedia mengambil tas mereka dari Euro 2016 setelah finis di posisi terbawah grup E. Mereka hanya mampu meraih satu poin dari hasil imbang melawan Irlandia. Sisanya kalah dari Italia dan Belgia.
Satu-satunya gol Nainggolan hanyalah ‘keberuntungan’
Sementara itu, gelandang Belgia Radja Nainggolan menyebut satu-satunya golnya ke gawang Swedia hanyalah keberuntungan.
Gol Nainggolan membuat Belgia lolos ke babak 16 besar menghadapi Hongaria, sementara Swedia dipastikan tersingkir.
“Tentu saja, golnya indah. Ada sedikit keberuntungan karena bola melambung. “Saya mengarahkannya ke tiang jauh dan memantul dengan sempurna,” kata Nainggolan usai pertandingan seperti dikutip dari laman resmi UEFA Euro 2016.
“Itu bukan masalah bagi saya. Fakta bahwa kami mencetak gol adalah hal yang paling penting.
Gelandang AS Roma itu menyebut laga melawan Swedia merupakan laga yang sulit karena pelatih asal Swedia Eric Hamren memainkan dua striker sekaligus.
“Itu adalah pertandingan yang sangat sulit karena mereka memainkan dua striker dan pemain lain sepertinya juga mendukung serangan. “Itu sangat sulit, tapi kami menciptakan banyak peluang,” kata Nainggolan.
Dia menambahkan, “Kami hanya mendapat satu gol, mungkin kami bisa memanfaatkan peluang kami dengan lebih baik.” —Rappler.com