• February 27, 2026
Mengapa Indonesia menunda kerja sama militer dengan Australia?

Mengapa Indonesia menunda kerja sama militer dengan Australia?

Penghentian sementara kerja sama militer telah berlangsung sejak pertengahan Desember 2016

JAKARTA, Indonesia (DIPERBARUI) – Pemerintah Indonesia menghentikan sementara seluruh kerja sama militer dengan Australia. Hal ini disinyalir karena terdapat materi pelatihan di markas Kopassus Australia yang dinilai menyinggung Indonesia.

Menurut harian Kompas yang terbit hari ini, seorang instruktur Kopassus asal Indonesia merasa tersinggung dengan materi yang ditampilkan di sebuah tempat latihan di Perth, Australia. Ada materi yang dilaminasi yang dianggap menggerogoti prinsip dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.

Kejadian ini sebenarnya bukan yang pertama. Kompas memberitakan kejadian lain ketika seorang anggota Kopassus menemukan materi pelajaran di markas yang juga dianggap menghina militer Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto tak menampik, persoalan itu menjadi salah satu penyebabnya. Namun, tambahnya, ada juga kendala teknis lainnya.

Banyak hal yang perlu diperbaiki, kata Wuryanto saat dihubungi Rappler, Rabu, 4 Januari.

Ia mengatakan, kerja sama sempat terhenti beberapa waktu lalu, mulai dari pelatihan bersama hingga pendidikan.

“Semuanya ditunda. Namun, seperti halnya hubungan kedua negara, ada pasang surutnya. Itu biasa saja,” katanya.

Indonesia pun menyampaikan keberatannya kepada komandan militer Australia. Mereka merespons dan merespons. Australia akan mengevaluasi semua kerja sama teknis di masa depan dan akan menyempurnakan materinya.

“Hubungan kerja sama kedua negara harus saling menguntungkan, memberikan manfaat sebaik-baiknya, dan saling menghormati. Saya kira, jika semuanya sudah terpenuhi maka kerja sama akan bisa dilanjutkan, kata Wuryanto.

Apakah ini berarti diperlukan perjanjian tertulis? Wuryanto mengatakan belum ada pembahasan ke arah itu. Namun, dia memastikan, sebelum keputusan penghentian kerja sama ini diambil, TNI telah berkomunikasi dengan Angkatan Darat Australia.

Tetap berkomitmen untuk meningkatkan hubungan

Meski kerja sama militer kedua negara mengalami kemunduran, baik Australia maupun Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan hubungan. Hal itu terlihat dari pernyataan kedua menteri pertahanan tersebut. Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengaku mengetahui adanya keberatan dari salah satu staf TNI terkait materi dan pernyataan di fasilitas pengajaran bahasa di Perth.

Panglima militer Australia, Marsekal Binskin, menulis surat kepada Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

“Militer Australia telah melakukan penyelidikan serius atas keberatan yang diajukan (pihak Indonesia). “Penyelidikan saat ini sedang diselesaikan,” kata Payne melalui pernyataan tertulis pada hari Rabu, 4 Januari.

Akibat pernyataan pihak Indonesia bahwa kerja sama militer kedua negara dihentikan sementara, berdampak pada aktivitas militer lainnya. Aktivitas baru akan terus berlanjut jika masalah ini teratasi.

“Australia tetap berkomitmen untuk membangun hubungan pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk pelatihan bersama,” tegas Payne.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard belum mau mengambil keputusan sebelum mengetahui permasalahan sebenarnya.

“Apalagi hubungan Indonesia dengan Australia dalam kondisi baik. Kita lihat saja dulu, jangan acuh. Ditunda (kerja sama militer) juga TIDAK tidak ada apa-apa,” kata Ryamizard yang ditemui di Istana Bogor.

Berdasarkan informasi yang didengar mantan pensiunan jenderal tersebut, perwira militer Australia yang diduga melakukan penghinaan itu ditegur dan dihukum oleh atasannya. Ia pun berharap hubungan kedua negara tidak rusak hanya karena ulah para perwira militer.

“Jangan tertipu dengan hal itu TIDAK itu jelas, hubungan kenegaraan TIDAK Dengan baik, TIDAK bagus juga,” katanya.

Kerja sama militer kedua negara juga terhenti pada tahun 2013 akibat terungkapnya skandal penyadapan yang dilakukan Badan Intelijen Australia (ASIO) terhadap Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudoyono. Informasi terkait penyadapan berasal dari dokumen yang dibocorkan mantan kontraktor NSA Edward Snowden kemudian dipublikasikan oleh Sydney Morning Herald (SMH) dan The Guardian Australia.

Hubungan kedua negara baru pulih ketika Menteri Luar Negeri Julie Bishop dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada tahun 2014 menandatangani kode etik (COC) penyadapan yang diamati SBY di Nusa Dua, Bali. – dengan pelaporan oleh Santi Dewi, ABC/Rappler.com

lagutogel