Misi Mutiara Hitam kembali ke papan atas
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Persipuramania mengklaim kemenangan pada laga kedua Persipura di ISC A.
JAKARTA, Indonesia – Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa Persipura Jayapura adalah tim papan atas. Namun jika dilihat dari klasemen saat ini, Mutiara Hitam hanya terpaut satu poin di posisi terbawah. Misi mendongkrak kedudukan diusung Boaz Salossa dan kawan-kawan saat menghadapi Bali United di Stadion Mandala Jayapura, Minggu 8 Mei pukul 16.00 WIB.
Jumlah suporter Persipuramania yang langsung hadir di Stadion Mandala bisa saja berkurang. Pasalnya, hasil imbang 1-1 pada laga pertama melawan Persija Jakarta pekan lalu. Sejauh ini, Pendukung di Jayapura diketahui kurang militan. Apalagi saat tim sedang tampil negatif.
Karena itulah Jafri Sastra ingin menunjukkan kualitas Persipura yang sebenarnya di laga kedua ini. Tiga poin bukanlah target yang terlalu ambisius karena grup Mutiara Hitam berada di atas Bali United dari segi kualitas.
Beberapa evaluasi pun dilakukan Jafri untuk mencapai target kemenangan pada laga melawan Bali United.
“Evaluasi menunjukkan kekurangan kami di beberapa bidang. Penyelesaian akhir kurang bagus karena performa striker kami kurang maksimal. “Kami menyiapkan skema dan berusaha lebih bersabar di depan gawang,” kata Jafri, Minggu.
Sama-sama berasal dari Minang, Jafri sudah memahami karakter dan gaya bermain pelatih Bali United Indra Sjafri. Memberi tekanan Ketatnya I Gede Sukadan dan Fadil Sausu diyakini mampu memutus aliran bola.
“Kami akan memaksa mereka untuk tidak bermain pendek, kekuatan Bali United ada di pendek, sentuhan cepat antar pemain. “Kami akan menghentikannya,” jelasnya.
Tak hanya Fadil dan Gede Sukadana, Nyoman Sukarja dan Yabes Rony pun menjadi pilihan postingan tersebut sayap, mendukung pekerjaan sasaran Nemanja Vidakovic.
Evolusi permainan Indra Sjafri terletak pada kemampuannya sayap yang tak lagi monoton memberikan umpan datar di kotak penalti, kehadiran Nemanja memberi mereka opsi persimpangan.
Bali United buruk dalam penyelesaian akhir
PAHA GEN BANI!! ANAK ANJING!! #BaliUnitedDay pic.twitter.com/W5doM49t8s
— BaliUnitedFans (@BaliUnitedFans) 8 Mei 2016
Pelatih Indra Sjafri menegaskan, mereka tak sedikit pun takut menghadapi Persipura. Ia mengaku selama ini punya rekor buruk setiap kali bertemu Persipura: dua kali kalah dan dua kali menang.
Namun menurut Indra, hal tersebut hanya sekedar cerita sepintas lalu. Saat ini Bali United sudah berubah. Pemain menjadi lebih bersatu dan lebih dewasa. “Ini adalah tim yang telah kami persiapkan sejak lama. Mereka mulai memahami, menemukan kimia. Pertandingan bagus, tapi kami kekurangan sesuatu pembulatan. “Inilah yang terus kita cari solusinya,” ujarnya.
Pelatih berkumis itu akan menurunkan pemain yang tak berbeda dengan laga sebelumnya. Dia akan menerapkannya tekanan tegas terhadap Boas dan Boakay Eddy.
“Kedua pemain ini punya peran lebih di tim. Namun secara umum kami memberikan perhatian khusus kepada seluruh pemain Persipura, jelas Indra.
Melihat gaya permainannya yang berbeda, Indra mungkin akan menolak bermain bertahan. Meski tampil di kandang lawan, Bali United tetap bekerja keras untuk mendominasi penguasaan bola.
Dengan begitu mereka bebas mengembangkan permainannya. Kelemahan ketika sulit menembus area ketiga pertahanan lawan akan bisa diminimalisir dengan lebih banyak melepaskannya. persimpangan datar atau lambung di kotak penalti.
Perkiraan pemain
Persipura Jayapura: Yoo Jae Hoon (gk); Izaac Wanggai, Ricardo Salampessy, Y Tjoe, Rony Esar Beroperay, Yustinus Pae Ian Louis Kabes, Nelson Alom Boaz Salossa, Boakay Eddy, James Koko Lomell
Bali United FC: Rully Desrian, Bobby Satria, Fadil Sausu, Kiko Insa, Ricky Fajrin; Gede Sukadana, Hasyim Kipuw, Lucas Patinho, I Nyoman Sukarja, Nemanja Vidakovic, Yabes Roni.-Rappler.com
BACA JUGA: