• February 8, 2026
Polri mengaku menemukan aliran dana ISIS ke Khatibah Nusantara

Polri mengaku menemukan aliran dana ISIS ke Khatibah Nusantara

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Grup Khatibah Nusantara yang dipimpin Gigih Rahmat berencana meluncurkan roket dari Batam hingga Marina Sand Bay, Singapura.

JAKARTA, Indonesia – Pasal Khusus 88 Anti Teror mendeteksi aliran dana yang dikirim kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kepada kelompok Khatibah Gonggong Rebus untuk melakukan teror di Singapura. Kapolri Tito Karnavian mengatakan, Densus sudah mengetahui berapa besar sumbangan yang diberikan ISIS kepada jaringan pimpinan Gigih Rahmat tersebut.

“Yah, kami tidak akan beritahu (nominalnya). Jika terungkap, kami akan diberitahu. “Karena kalau dipindahkan ke sini nanti mereka tahu,” kata Tito ditemui, Selasa, 6 September di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Senada dengan kepemimpinannya, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar juga bungkam atas temuan informasi tersebut.

“Kami belum bisa memastikannya karena masih dalam tahap penyelidikan,” kata Boy.

Dia hanya mengatakan aliran dana terdeteksi berasal dari luar negeri lalu masuk ke Batam.

“Dukungan dari luar. Dipindahkan,” katanya.

Meski demikian, Boy menjelaskan ISIS tidak selalu memberikan dana melalui metode transfer. Terkadang ada orang yang dijadikan perantara untuk mendatangkan uang ke jaringan Gigih Rahmat Dewa dan satu lagi pria berinisial LH.

LH ditangkap Densus 88 pada Sabtu, 3 September di Maxxis Internet Cafe, Perumahan Fanindo, Batu Aji, Batam sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Agus Rianto, LH diduga kerap membantu ISIS menyebarkan ajaran terorisme di Indonesia.

LH diketahui kerap mengatur masuknya warga Uighur ke Indonesia.

“Beliau juga memfasilitasi pemberangkatan WNI ke Suriah. Dua orang Uighur bisa masuk ke Batam karena dia, kata Agus.

LH mendapat dana dari organisasi bernama East Turkestan Islamic Movement (ETIM) untuk menutupi biaya hidup warga Uighur tersebut.

Menurut laporan media, LH diduga merupakan sosok yang bersedia menyerang kawasan Marina Bay, Singapura. Saat menangkap LH, polisi juga menyita beberapa barang antara lain 1 unit handphone, 1 unit kendaraan roda Yamaha Xeon bernomor polisi BP 5519 JG, dan 1 buah dompet.

Polisi kemudian juga melakukan penggeledahan di rumah SH di Kompleks Taman Carina, Batu Aji. Di sana polisi menemukan beberapa barang antara lain 1 buah paspor atas nama LH, 2 buah buku tabungan Bank Mandiri atas nama LH, 1 buah buku berjudul “Tanggal Lengkap Nabi Muhammad SAW” tulisan Moenawar Chalil.

Pencarian berlanjut di rumah milik saudara teman LH di Taman Pesona Indah, Batuaji, Batam. Di sana ditemukan sebuah senapan angin merek Sharp Onova (senapan angin yang bentuknya mirip AK 101).

Senjata ini masih diselidiki baik asal usulnya maupun kegunaannya, kata Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian.

Gigih Rahmat ditangkap Densus 88 pada 5 Agustus. Gigih yang diketahui punya hubungan dengan Bahrun Naim berencana meluncurkan roket dari Batam hingga Singapura. – Rappler.com

BACA JUGA:

Togel HK