Inilah rahasia sukses penyelenggaraan mudik 2017
keren989
- 0
Pemerintah mengklaim tingkat kemacetan dan kecelakaan saat mudik pada tahun 2017 berkurang dibandingkan tahun 2016.
JAKARTA, Indonesia – Pemerintah mengklaim mudik tahun 2017 akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, kondisi lalu lintas mudik dan pulang tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun 2016. Tingkat kemacetan dan kecelakaan lalu lintas bisa dikatakan menurun.
“Laporan di lapangan menunjukkan jumlah pemudik tahun ini meningkat, namun kondisi di lapangan lebih lancar. “Jumlah kecelakaan dan calo juga mengalami penurunan,” kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dalam Forum Merdeka Barat (FMB) ke-9 yang digelar pekan lalu.
Data Korlantas mencatat jumlah kecelakaan pada tahun ini sebanyak 3.168 orang. Sedangkan jumlah kecelakaan mencapai 4.551 pada tahun lalu. Artinya terjadi penurunan kecelakaan sebesar 30,4 persen.
Lalu apa rahasia sukses penyelenggaraan mudik tahun ini? Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya, hal ini karena pemerintah sudah lama melakukan perencanaan, pengecekan kesiapan infrastruktur, penyiapan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti: Tempat istirahatpos kesehatan, ketersediaan bahan bakar dan sosialisasi jalur mudik utama dan alternatif.
Faktor penting lainnya adalah terkikisnya ego antar sektor yang membuat kerja sama antar instansi terkait semakin lancar.
“Alhamdulillah kita bisa menjalankan amanah Presiden Jokowi. Saya selalu menyampaikan pesan Presiden, jangan ada ego sektoral. Hasilnya, mudik tahun ini terbukti lebih lancar berkat koordinasi antarlembaga yang erat dan dinamis, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berbincang.
Saksikan wawancara Rappler dengan Menteri Budi di bawah ini:
Kemenhub juga mengapresiasi kinerja Polri dan Korlantas atas suksesnya terlaksananya Operasi Ramadaniya 2017. Kelancaran arus mudik tahun ini tidak lepas dari skema operasional dan pengambilan keputusan yang dilakukan Korlantas dalam mengatur lalu lintas mudik. terutama rute pedesaan.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang turut hadir dalam acara diskusi tersebut juga mengucapkan terima kasih atas keberhasilan pemerintah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendukung arus mudik tepat waktu.
“Kami bersyukur proyek infrastruktur bisa dipercepat. “Lalat, area parkir, dan jalan tol bisa selesai tepat waktu,” kata Basuki.
Menurutnya, keberhasilan Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan infrastruktur pada tahun ini tidak lepas dari perencanaan dan persiapan yang matang. Meski masih jauh, pihaknya sudah memulai perencanaan dan pembangunan arus mudik pada tahun 2018 ini.
“Kita hanya punya waktu 10 bulan, tapi kita optimis bisa memenuhi target tersebut,” ujarnya.
Masih perlu perbaikan
Lalu bagaimana evaluasi angkutan lebaran 2017? Budi menjelaskan, ada dua hal yang ingin dievaluasi.
Pertama, rencana pembuatan undang-undang transportasi terkait konektivitas antarmoda, sehingga diharapkan pengelolaan mudik bisa lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.
Kedua, terkait transportasi laut. Diakui Budi, terjadi stagnasi di sektor transportasi laut.
Untuk mengatasinya, pihaknya akan mengoptimalkan kapal jarak jauh untuk keperluan logistik. Sementara untuk kapal jarak pendek, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Pelni dan PT ASDP Ferry Indonesia untuk meningkatkan pergerakan kapal.
Budi juga menggarisbawahi peningkatan pemudik yang menggunakan sepeda motor. Pada tahun ini, angkanya meningkat 20 persen dibandingkan tahun 2016. Penggunaan kendaraan roda dua rencananya akan diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas.
Senada dengan Budi, Kakorlantas Polri Royke Lumowa juga mengatakan pihaknya akan menyikapi jumlah pemudik sepeda motor yang selalu meningkat setiap tahunnya.
Ia mengatakan meski lebih murah, mudik dengan sepeda motor rawan kecelakaan sehingga penggunaannya sebaiknya dikurangi.
“Di jalan raya, (sepeda motor) merupakan penyumbang kecelakaan dan polusi terbesar. Saya kira ruang gerak sepeda motor harus dibatasi, kata Royke.
Sementara dari sisi infrastruktur, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan Tol Trans Jasa yang menghubungkan berbagai wilayah dengan Semarang pada tahun 2018. – Rappler.com