• April 17, 2026
5 Pemain Liga Indonesia yang Meninggal di Lapangan

5 Pemain Liga Indonesia yang Meninggal di Lapangan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sebelum Choirul Huda, masih ada korban lain dalam pertandingan sepak bola jahat ini

JAKARTA, Indonesia – Sepak bola merupakan olahraga yang berat. Rupanya banyak orang yang tewas di lapangan hijau. Meski tak langsung meninggal, ia meninggal saat ditangani petugas medis.

Tak terkecuali di Indonesia. Sepanjang Liga Indonesia, setidaknya ada lima pemain yang tewas usai mengalami insiden di lapangan hijau. Entah karena tabrakan atau sebab lain yang membuat mereka menutup nyawa.

1. Paduan Suara Huda

Kapten sekaligus kiper Persela Lamongan itu meninggal dunia pada Minggu, 15 Oktober, saat memperkuat timnya menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan. Huda bertabrakan dengan Ramon Rodrigues, bek Persela, saat pemain asing itu ingin mengamankan bola.

Pasca benturan, Huda masih sadar. Ia terlihat memegangi dada dan merasa mual sebelum akhirnya pingsan. Huda langsung dilarikan ke RSUD Soegiri, Lamongan. Tim dokter berusaha memberinya oksigen dan alat pacu jantung.

Dalam waktu singkat ia menunjukkan perkembangan yang baik, namun kondisi pemain berusia 38 tahun itu semakin memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB atau hanya berselang beberapa menit sebelum Persela mengakhiri laga kontra Semen Padang dengan skor 2-0. . .

2.Akli Fairuz

Striker Persiraja Banda Aceh itu meninggal dunia pada Mei 2014 setelah ditendang kiper lawan, Agus Rohman. Ujung tombak tim Serambi Mekka mengejar bola yang menuju ke posisi Agus. Agus tampak dalam posisi menyapu bola, namun kakinya justru mengincar ulu hati Akli.

Bola masuk ke gawang namun Akli tergeletak di pinggir lapangan. Setelah diabaikan, akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Namun respon petugas terlambat. Akli diketahui mengalami sejumlah luka dalam. Kandung kemih almarhum juga ditemukan bocor. Setelah enam hari koma, Akli akhirnya meninggal dunia.

3. Simpan Kameraa

Striker Pelita Bandung Raya (PBR) itu meninggal dunia saat berlatih pada 28 Juli 2013. Pemain asing asal Mali ini terkena serangan jantung dan pingsan. Usai memberikan pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit darurat, Camara dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.48 WIB.

PBR kemudian mengurus seluruh dokumen pengembalian jenazah. Mereka menghubungi agen dan keluarga sang pemain. “Selamat tinggal kakak laki-laki. “Kalian selalu ada di hati dan jiwa kami,” kata PBR dalam keterangan resminya saat itu.

4. Jumadi Abdi

Gelandang PKT Bontang itu tewas usai dihajar Deny Tarkas pada 15 Maret 2009. Kaki Deny mengarah ke perut Jumadi seperti ini menarik sepatunya merobek perutnya. Jumadi pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Setelah dirawat dalam kondisi kritis selama seminggu, Jumadi dinyatakan meninggal dunia. Tim dokter menyebut usus halus Jumadi robek. Akibatnya sisa pencernaan makanan masuk ke seluruh organ dalam.

5.Eri Irianto

Gelandang Persebaya Surabaya yang terkenal dengan tendangan kilatnya itu meninggal dunia pada April 2000. Kemudian, Kekuatan Hijau menghadapi PSIM Yogyakarta. Eri bentrok dengan, Samson Noujine Kinga, dari Gabon.

Eri langsung pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Namun suami Krian, Sidoarjo, tak bisa tertolong. Tim dokter mengatakan penyebab kematian Eri adalah gagal jantung. Nomor punggung Eri, 19, sudah dipensiunkan dan namanya diabadikan menjadi nama Mess Persebaya di Karanggayam, Surabaya.—Rappler.com

Singapore Prize