Semua tentang Nadine Pascale, putri Menteri Susi yang menjadi WNI
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Nadine pernah meminta Susi menjadi ibu yang normal
JAKARTA, Indonesia — Putri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Nadine Pascale Kaiser Pudjiastuti, kini telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Nadine mengucapkan sumpah setia kepada NKRI pada Kamis, 22 Juni 2017 di hadapan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi DKI Jakarta.
Pengambilan sumpah setia dihadiri ibunya, Susi Pudjiastuti. Namun baik Nadine maupun Susi tidak memberikan penjelasan mengapa mereka memilih paspor Indonesia.
Nadine memang tidak setenar nama ibunya. Namun sosok Nadine sebenarnya tak kalah menarik dengan Susi. Misalnya saja, siapa sangka Nadine bisa menjadi pilot ulung?
Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang Nadine, putri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Darah Swiss-Pangandaran
Nadine lahir dari pasangan Susi Pudjiastuti dan Daniel Kaiser. Susi berasal dari Pangandaran, Jawa Barat. Sedangkan Daniel berasal dari Swiss.
Nadine lahir pada tahun 1992. Namun lima tahun kemudian, Susi dan Daniel bercerai. Nadine terbang ke Swiss bersama ayahnya. Meski demikian, hubungannya dengan Susi tetap terjaga.
Perpaduan darah Swiss dan Pangandaran inilah yang mungkin membuat kecantikan Nadine menjadi unik. Banyak yang memuji kecantikannya.
Nadine pernah mengeluhkan pujian masyarakat terhadap dirinya di media sosial tak lama setelah Susi dilantik menjadi menteri. Menanggapi keluhan tersebut, Susi menjawab, “Gadis Indonesia memang cantik.”
Wanita mandiri
Nadine adalah sosok yang mandiri. Hal itu terlihat dari sikap pacarnya saat pertama kali bertemu Susi. Saat itu, sang pacar meminta Susi membujuk Nadine agar mau ditraktir makan siang. Sebab, selama ini Nadine selalu membayar makanannya sendiri.
Pesan agar Nadine menjadi wanita mandiri ditanamkan pada Susi sejak dini. Tinggal jauh dari ibunya juga membentuk kepribadian Nadine menjadi wanita yang kuat dan tidak manja.
Ingin Ibu yang Normal
Saat Nadine berumur 8 tahun, ia pernah bertanya pada Susi, “Bu, apakah ibu bisa menjadi ibu yang normal seperti ibu-ibu lainnya?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Susi tertegun kaget sebelum menjawab, “Menurutmu ibu tidak normal?”
“Biasanya bu,” kata Nadine, “Iya…menyukai belanja, ke pasar beli buah sendiri, beli apa saja sendiri, antar anak ke sekolah.”
Mendengar jawaban tersebut, Susi terdiam sejenak. Ia merasa perkataan Nadine ada benarnya, karena saat itu ia sangat sibuk dan sering tidak mempunyai waktu untuk anak-anaknya.
Kisah ini ada dalam sebuah buku berjudul ‘Kisah Gila Kecerdasan, Kesuksesan dan Keberanian Susi Pudjiastuti.
Pilot yang luar biasa
Siapa sangka Nadine merupakan lulusan EmbryRiddle Aeronautical University, Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat.
Nadine dilatih untuk menjadi pilot yang handal. Hal tersebut tak mengherankan karena ibunya merupakan pemilik maskapai Susi Air yang memiliki armada sedikitnya 50 pesawat.
Selain Amerika, Nadine juga menempuh pendidikan di The British International School, London, Inggris dan lulus pada tahun 2013. Ia juga fasih berbahasa Jerman dan Inggris. —Rappler.com