Pakaian dalam ‘anti sanitasi’ yang ramah lingkungan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Celana dalam ini didesain mudah menyerap dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya
JAKARTA, Indonesia – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan pakaian dalam khusus wanita yang ramah lingkungan dan bertujuan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita.
“Celana dalam ini mengurangi pencemaran lingkungan, menghemat biaya dan waktu penggunaan pembalut sekali pakai,” kata salah satu pelajar, Zahiroh Maulida, di Bogor, Rabu, 22 Juni.
Ia bersama empat temannya, Anita Indriani, Ajeng Tri Octaviana, Endang Fitri H, dan Laela Wulandari merancang pakaian dalam anti sanitasi yang ramah lingkungan.
Inovasi ini dirancang di bawah bimbingan dosen pembimbing Ika Resmeiliana.
Menurut Zahiroh, celana anti sanitasi ini menggunakan bahan dasar kain bulu mikro, serat mikrowpernapasan tahan air (laminasi poliuretan), dan kain serat bambu yang nyaman dipakai serta memiliki sifat antibakteri.
“Celana ini didesain mudah menyerap dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya,” kata Zahiroh.
Celana dalam ini bisa dipakai setiap hari, sama seperti celana dalam yang biasa digunakan saat menstruasi. Celana juga bisa dicuci dan digunakan kembali.
“Dengan memakai celana ini Anda bisa mengurangi penggunaan pembalut, mengurangi limbah, sehingga tidak merusak lingkungan,” kata Zahiroh.
Menurut dia, limbah pembalut sekali pakai terbuat dari plastik yang sulit terurai.
“Celana ini juga dapat mencegah berbagai penyakit yang timbul akibat pembalut sekali pakai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, celana tersebut tetap kering dan nyaman dipakai saat menstruasi. Cairan darah kotor terserap ke lapisan pertama celana. Lapisan pertama terbuat dari kain bulu mikro yang lembut dan mudah menyerap cairan.
Kemudian cairan darah yang terserap masuk ke lapisan kain kedua serat mikro yang dapat menampung cairan.
Selanjutnya cairan tersebut ditampung dalam kain serat mikro tersangkut di lapisan ketiga celana yang terbuat dari kain tahan air bernapas (laminasi poliuretan).
“Pada lapisan ketiga ini, cairan tidak akan keluar atau menembus celana,” ujarnya.
Sedangkan untuk lapisan terakhir, gunakan celana yang menyentuh permukaan kulit kapas Bambu lembut, aman dan nyaman dipakai. Kandungan serat bambu mampu menyerap bau dan bersifat antibakteri.
“Celana anti pembalut ini tidak menimbulkan efek samping karena berprinsip melindungi kesehatan reproduksi wanita dan mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Zahiroh.
Menurutnya, inovasi ini telah melalui proses uji coba. Responden yang menggunakannya mengatakan bahwa memakai celana ini nyaman dipakai saat beraktivitas sehari-hari saat menstruasi.
Celana ini sudah terbukti tahan terhadap cairan sehingga tidak merembes saat dipakai.
“Semua responden menyatakan ingin menggunakan celana yang tidak sehat tersebut,” akunya. —Antara/Rappler.com