• March 22, 2026
Taksi konvensional di Yogyakarta bersikeras agar operasional Grab dan Go Car dihentikan

Taksi konvensional di Yogyakarta bersikeras agar operasional Grab dan Go Car dihentikan

Para pengemudi mengeluh bahwa pendapatan mereka turun drastis sejak munculnya taksi online.

YOGYAKARTA, Indonesia – Komunitas sopir taksi argometer Yogyakarta meminta pemerintah menghentikan operasional taksi online. Desakan itu disampaikannya saat aksi unjuk rasa yang digelar pada Jumat, 15 Februari, di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta.

Ada ratusan pengemudi yang terlibat dalam protes tersebut. Mereka mengawali aksinya dengan menyusuri Jalan Malioboro. Selain berorasi, mereka juga memajang beberapa poster yang mengecam taksi online.

“Operator taksinya meninggal, malah sopirnya yang meninggal lebih dulu,” kata Sutiman, koordinator aksi masyarakat pengemudi, di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta, Jumat, 15 Februari.

Ia mengatakan, peserta aksi hanya separuh dari total jumlah pengemudi taksi konvensional yang ada di Yogyakarta. Beberapa pengemudi taksi lainnya tetap bekerja agar pelayanan kepada penumpang tidak terganggu.

“Tetapi jika tidak ada kemajuan, (kami) akan melakukannya Segalanya semua orang turun,” katanya.

Saat ini terdapat 20 operator taksi di Yogyakarta. Dengan armada sebanyak 1.025 unit, setiap operator mengoperasikan sekitar 60 kendaraan. Sedangkan jumlah pengemudinya mencapai 2.500 orang.

Sutiman mengatakan, sejak maraknya operasional taksi online, pendapatan pengemudi taksi konvensional turun drastis. Misalnya Taksi Primkoppol Pamungkas, tempat Sutiman bekerja, mewajibkan setiap pengemudi menyetor Rp 270 ribu per hari.

“Tapi sekarang paling cepat sehari dapat Rp 150 ribu,” ujarnya.

Pendapatan sehari-hari tersebut belum termasuk kebutuhan untuk membeli bahan bakar kendaraan, makanan, dan gaji yang dibawa pulang. Akibatnya, banyak manajer berhutang pada perusahaan. Setiap perusahaan taksi menetapkan batas jatuh tempo setoran pengemudi yang berbeda-beda. Besarannya bervariasi, mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Jika utang titipan melebihi batas, maka pengemudi dilarang bekerja.

Sulit untuk menyesuaikan diri

Faktanya, sebagian besar operator taksi konvensional di Yogyakarta sudah mulai menerapkan aplikasi online untuk menarik pelanggan. Namun, tidak semua pengemudi menggunakannya untuk mencari penumpang.

Sulit (menggunakannya), kata Sarwidi alias Kacung, sopir taksi Sadewo, Jumat, 17 Februari.

Taksi Sadewo, kata dia, juga sudah mengimplementasikan aplikasi bernama Taksi. Aplikasi yang terpasang di ponsel juga digunakan oleh dua operator taksi lainnya, yakni Indra Kelana dan Pandawa.

Bagi pria berusia 49 tahun ini, apalagi fungsinya, ia bahkan kesulitan menggunakan ponsel layar sentuh. Sudah 10 tahun bekerja sebagai sopir taksi, ia terbiasa mengandalkan radio yang dipasang di kendaraan untuk mencari penumpang.

Hal ini diperparah dengan menjamurnya taksi online seperti Grab Car dan Go Car. Pasalnya, pendapatan mereka turun drastis sejak mereka bekerja di Yogyakarta.

Penumpang memilih menggunakan taksi online yang tarifnya lebih murah. Seringkali dia tidak mendapatkan penumpang. Bahkan, Sarwidi harus mengumpulkan simpanan senilai Rp280 ribu dari perusahaan setiap harinya.

Selain menerapkan aplikasi berbasis mobile, ada juga perusahaan taksi yang menawarkan undian berhadiah bagi penumpangnya. Namun strategi tersebut belum cukup menarik minat penumpang. Faktor rate masih menjadi daya tarik.

Ketua III Organisasi Angkutan Darat Daerah Istimewa Yogyakarta yang membidangi unit taksi, Taryoto, mengatakan salah satu penyebab harga taksi online murah karena tidak mengurus persyaratan seperti izin trayek, pajak, dan tes KIR.

Sedangkan kalau naik taksi, kita pakai argo itu, kata Taryoto.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan kendaraan berpelat hitam dilarang beroperasi sebagai angkutan umum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dia berjanji akan berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta pada Senin pekan depan.

“Kewenangan itu bukan milik saya,” kata Sri Sultan. – Rappler.com

togel hk