• April 18, 2026

Di Cavite, pengendara sepeda motor berkendara bersama polisi untuk mengakhiri kejahatan carpooling

Kantor Polisi Provinsi Cavite (PPO) mengizinkan pengendara sepeda motor untuk bergabung dalam operasi polisi melawan kejahatan jalanan, termasuk yang dilakukan oleh penjahat yang berkendara secara tandem.

MANILA, Filipina – Beberapa hari setelah Kepolisian Nasional Filipina (PNP) mendeklarasikan perang terhadap penembak yang beramai-ramai, kantor polisi provinsi mulai mengundang sukarelawan untuk turun ke garis depan.

Kepolisian Daerah Provinsi (PPO) Cavite meluncurkan Kelompok Pengendara Sepeda Motor Terpadu (UMRG) pada Senin, 16 Oktober.

Program ini menyatukan pengendara sepeda motor dari seluruh Cavite untuk membantu petugas polisi mengerem kejahatan yang dilakukan oleh penembak berpasangan.

Relawan mendaftarkan diri dan sepeda motornya ke polisi, dan kemudian membantu polisi sebagai “pengganda kekuatan” dalam operasi polisi.

Cavite tidak asing dengan kejahatan semacam itu. Tepatnya di bulan Agustus, Kota Dasmariñas menerapkan kebijakan tanpa helm menyusul serentetan penembakan yang diyakini dilakukan oleh penyerang yang menggunakan masker dan helm yang mengendarai sepeda motor.

Basis data pengendara sepeda

Dimulai dengan pendaftaran.

Pengendara sepeda motor diminta membawa sepedanya ke kantor polisi agar dapat didaftar dan didaftarkan oleh polisi.

Inspektur Janet Arinabo, juru bicara Cavite PPO, mengatakan sepeda motor harus didaftarkan terlebih dahulu di kantor angkutan darat sebelum pengendara dapat menjadi sukarelawan.

Juga agar mereka mendaftar ke kami sehingga kami tahu siapa yang memiliki sepeda motor di Cavite,” kata Arinabo kepada Rappler dalam sebuah wawancara telepon.

((Program) juga merupakan cara bagi kita untuk mengetahui siapa pemilik mobil di Cavite.)

Di akhir pendaftaran, Arinabo mengatakan pengendara akan menerima kartu identitas (ID) yang berisi rincian pengemudi dan sepedanya.

Melalui database tersebut, kata Arinabo, polisi dapat dengan mudah mengetahui apakah pengendara sepeda motor yang terdaftar melakukan tindak pidana, atau setidaknya melakukan pelanggaran lalu lintas.

Jika pengemudi yang tidak terdaftar melakukan pelanggaran hukum, polisi dapat dengan mudah membatalkan pengemudi terdaftar dari daftar tersangka.

Siap dioperasikan

Setelah dokumen itu berangkat ke jalan. Pengendara terdaftar dapat membantu petugas polisi dengan banyak cara.

Bagi mereka yang lemah hati, pengendara hanya dapat membantu pengumpulan intelijen, memberi tahu polisi jika pengendara, terdaftar atau tidak, mencurigakan.

Bagi yang berani, mereka bisa ikut serta dalam operasi polisi sendiri.

Mereka dapat menjadi bagian dari operasi patroli polisi, di mana pengendara berbagi jalan dengan polisi di lingkungan sekitar untuk memantau kejahatan jalanan. Mereka juga dapat menjaga pos pemeriksaan yang ditunjuk di lokasi mereka.

Saat berpatroli atau di pos pemeriksaan, pengendara bisa mendapat panggilan untuk mengejar jika pengendara nakal melakukan kejahatan, seperti perampokan, atau dalam skenario terburuk membunuh warga sekitar.

Dalam kasus seperti ini, kata Arinabo, pengendara sukarelawan tidak perlu melakukan perjalanan berbahaya karena polisi tidak akan memberi mereka perlengkapan ofensif dan pelindung.

Pelayanan dan sukarela

Namun pengendara yang terdaftar tidak akan mendapat perlakuan khusus di jalan.

Tentu saja mereka tetap menghitung jika ada pelanggaran. Hukum mereka masih berlaku bagi mereka. Bukan karena dikeluarkan, seharusnya merekalah yang lebih taat hukum,” kata Arinabo.

(Tentu saja pelanggaran mereka akan dihitung juga. Hukum masih berlaku bagi mereka. Mereka tidak bisa lolos begitu saja hanya karena mereka diberi tanda pengenal. Mereka harus lebih mengikuti hukum.)

Arinabo menegaskan, upaya tersebut sebagai program komunitas polisi dimulai atas nama kesukarelaan dan pengabdian.

Di sini kami mendorong pelayanan, kesukarelaan. Tidak ada tunjangan, tidak ada bayaran. Hanya mereka yang mau membantu upaya PNP Cavite karena keselamatan masyarakat bukan hanya tanggung jawab polisi tetapi semua orang,” kata Arinabo.

(Kami mendorong pelayanan dan kesukarelaan. Tidak ada tunjangan, tidak ada bayaran. Kami hanya mengundang mereka yang ingin membantu PNP Cavite karena keselamatan publik bukan hanya tanggung jawab polisi.)

Menurut Arinabo, seruan untuk komunitas yang lebih aman telah menarik lebih dari 1.000 pengendara sepeda motor untuk menjadi sukarelawan pada hari pertama program ini.

Karena jika mereka damai, maka keluarga mereka akan lebih sejahtera dan amankatanya. (Jika damai, masyarakat akan menjadi sejahtera dan lebih aman bagi keluarga mereka.) – Rappler.com

situs judi bola