• March 21, 2026
Badai atas bendera terbalik tidak perlu dilanjutkan

Badai atas bendera terbalik tidak perlu dilanjutkan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jokowi meminta ada hal yang lebih besar yang bisa dilihat dari kejadian ini, yakni menguatnya rasa persaudaraan di ASEAN

JAKARTA, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pemerintah Malaysia telah meninjau buku suvenir bergambar bendera Indonesia terbalik. Buku hasil revisi tersebut kemudian ditunjukkan kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla di Istana Negara pada Rabu, 23 Agustus.

“Sekarang (bukunya) sudah diubah oleh pemerintah Malaysia dari yang semula terbalik menjadi sekarang benar. Di buku (yang benar) tertulis edisi terupdate, edisi terbaru. Lalu diubah bagian dalamnya juga, kata Imam kepada media, Rabu sore.

Sebelum diperlihatkan kepada Jokowi dan JK, Imam mengaku sudah mengecek seluruh halaman buku revisi tersebut, termasuk halaman yang terdapat kesalahan penempatan bendera Indonesia dan Thailand. Lalu apa tanggapan Jokowi?

“Dia mengangguk dan tersenyum. Saya juga menunjukkan buku dan surat dari Menpora Khairy (Jamaluddin) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia. “Dia mengangguk dan tersenyum,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Usai peninjauan, Jokowi dan JK meminta keributan terkait insiden bendera tidak perlu lagi berlanjut. Mereka juga meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap isu ini.

“Presiden sudah setuju (setuju) begitu juga dengan wakil presiden, sehingga kita harus melihat sesuatu yang lebih besar dari itu, yaitu mempererat rasa persaudaraan antar sesama bangsa di ASEAN,” ujarnya lagi.

Banyak keluhan

Menghadapi Presiden Jokowi, Imam pun melaporkan prestasi para atlet tim Merah Putih yang mengikuti SEA Games 2017. Sejauh ini, timnas sudah meraih 15 medali emas. Terpampang jelas, perolehan medali emas mereka masih tertinggal jauh dari tuan rumah yang sudah meraih 40 medali.

Diakuinya pula, ada target di berbagai cabang olahraga yang belum terpenuhi. Namun, di saat yang sama, ada cabang olahraga yang diprediksi tidak menyumbang medali emas, namun nyatanya menghasilkan beberapa. Salah satunya adalah olahraga panahan dan atletik.

Meski demikian, Imam tidak menutup mata dengan adanya pula cabang olahraga yang dinilai secara subyektif dengan mengandalkan kejayaan wasit dan juri. Salah satu kejadian yang menjadi sorotan publik di Indonesia adalah ketika tim sepak takraw putri Indonesia memilih keluar dari pertandingan pada Minggu kemarin.

Terkait kejadian tersebut, Imam meminta penjelasan kepada pelatih sekaligus Ketua Federasi Sepak Takraw Seluruh Indonesia. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, kesalahan ada pada wasit yang berkali-kali diprotes namun tidak digubris.

Padahal, menurut pengakuan pelatih, wasit mengucapkan kalimat: ‘Anda atau saya yang jadi wasit’, kata Imam menirukan kalimat pelatih.

Seluruh pengaduan, kata Imam, telah disampaikan dalam pertemuan antar ketua kontingen masing-masing negara anggota ASEAN. Panitia pun meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki penyelenggaraan SEA Games di hari-hari tersisa.

Imam tak mau terlalu cepat menilai Malaysia gagal menjadi tuan rumah SEA Games ke-29 setelah beberapa insiden terjadi. Ia memilih menunggu hingga SEA Games rampung pada 30 Agustus mendatang. – Rappler.com

Togel Sydney