Hampir 400 anak menerima vaksinasi ulang
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Satgas membuka 50 posko imunisasi ulang di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
JAKARTA, Indonesia – Hampir Sebanyak 400 anak mendapat vaksinasi ulang di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, kata Maura Linda Sitanggang. Ketua Satgas Penanganan Vaksin Palsu.
“Sekitar 400 anak (mendapat imunisasi ulang). Datanya masih berkembang dan kami akan terus melakukan pendataan hingga kasus ini bisa diselesaikan, kata Linda dalam jumpa pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 21 Juli.
gugus tugas juga membuka 50 posko imunisasi ulang di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat untuk memberikan imunisasi ulang dan pemeriksaan bayi serta melayani pengaduan masyarakat.
“Perawatan medis farmasi harus dilakukan. Sembari melanjutkan ke lapangan penyidikan, pengobatan simultan juga dilakukan dari aspek kesehatan. Ada beberapa posko di Banten, Jawa Barat, dan DKI, kata Linda.
Penyidik polisi telah menetapkan 23 tersangka kasus vaksin palsu tersebut, termasuk tiga dokter dan dua bidan.
Menurutnya, kesehatan bayi korban vaksin palsu menjadi agenda penting gugus tugas. Jadi, segala hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat akan segera ditindaklanjuti.
“Jangan sampai anak kita ketinggalan imunisasi wajib ini. “Data tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim tugas daerah, sehingga penanganan dapat dilakukan secara komprehensif dan semua orang dapat tenang,” tambah Linda.
Wanita yang menjabat Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan ini juga mengatakan, pihaknya akan terus melacak anak-anak yang diduga terpapar vaksin palsu.
Selain itu, dengan adanya kejadian ini, Kementerian Kesehatan akan mengintensifkan pengawasan prosedur standar dalam pelaksanaan pelayanan di setiap fasilitas kesehatan.
“Pemerintah sedang down dimana-mana. “Tetapi jangan salah persepsi bahwa 95,3 persen anak-anak sebenarnya menggunakan vaksin pemerintah dan tidak ditemukan vaksin palsu,” tegas Linda.
“Jadi kedua belah pihak bergerak. Satgas bergerak, masyarakat juga membantu. Prioritas gugus tugas adalah agar tidak ada anak yang dirugikan oleh vaksin palsu ini. “Kesehatan anak-anak kita harus terjamin,” jelas Linda.
Selain itu, gugus tugas juga dibuka pusat panggilan 1-500-567 untuk menerima pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan dan mencurigai anaknya terpapar vaksin palsu.
Jadi bagi masyarakat yang ragu untuk bertanya di luar bisa menghubungi call center 1-500-567,” kata Linda. – Rappler.com.
BACA JUGA: