• March 4, 2026
Menjelang Olimpiade Rio 2016: Semua tentang bulutangkis

Menjelang Olimpiade Rio 2016: Semua tentang bulutangkis

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

China dan Indonesia masih menjadi ‘tuan rumah’ bulu tangkis

JAKARTA, Indonesia—Bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang berhasil membawa Indonesia meraih medali.

Indonesia memang menjadi salah satu negara yang dikenal unggul dalam olahraga ini. Dengan roket dan bulu tangkis, Indonesia berhasil mengalahkan negara lain di berbagai turnamen, termasuk Olimpiade.

Tiongkok adalah yang terbaik

Dari segi perolehan medali, kehebatan Tiongkok di cabang olahraga bulutangkis tidak bisa dipungkiri. Olimpiade 2012 yang menjadi kutukan bagi tim bulu tangkis Indonesia justru menjadi panggung mewah bagi mereka.

Indonesia gagal membawa pulang satu medali pun, sedangkan China berhasil merebut kelima medali emas di semua cabang olahraga bulu tangkis London 2012.

Atlet papan atas Tiongkok, Lin Dan, merupakan salah satu pebulutangkis terbaik dunia sepanjang masa. Di usianya yang sudah 32 tahun, tahun ini akan menjadi Olimpiade terakhirnya dan ia pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih gelar Olimpiade ketiganya.

Lin Dan vs Lee Chong Wei

Rivalitas Lin Dan dengan pebulutangkis Malaysia Lee Chong Wei merupakan salah satu pertarungan legendaris dalam dunia bulu tangkis. Mereka bertemu dua kali di final Olimpiade, keduanya dimenangkan oleh Lin “Super” Dan.

Sama seperti Lin Dan, bagi Lee Chong Wei yang tahun ini akan berusia 33 tahun, Olimpiade Rio juga akan menjadi yang terakhir baginya. Bisa juga menjadi kesempatan terakhir untuk membalas dua kekalahan musuh bebuyutannya.

Nama buruk di Olimpiade London 2012

Bulutangkis jarang menjadi olahraga yang mendapat perhatian di Olimpiade, namun empat tahun lalu di London olahraga ini menjadi perbincangan di kota – sayangnya menjadi berita buruk. Empat pasang atlet ganda putri, satu dari Indonesia — Greysia Polii/Meilianajauhari, satu dari Tiongkok, dan dua dari Korea Selatan.

Kedelapan atlet tersebut didiskualifikasi karena dianggap sengaja kalah di babak penyisihan untuk menghindari lawan yang lebih tangguh di babak selanjutnya. Penggemar yang marah berteriak: “Turun, turun, turun! (Keluar, keluar, keluar!)” sementara para atlet terus-menerus melakukan kesalahan yang disengaja.

Kunci permainan bulutangkis

Kecepatan, kelincahan dan refleks menjadi kunci sukses dalam bermain bulutangkis. Bahkan ada yang mengatakan bahwa bulutangkis adalah olahraga tercepat.

Berdasarkan Guinness World Records, pukulan bulu tangkis tercepat saat ini mencapai 332 kilometer per jam yang diraih oleh pebulutangkis asal Tiongkok, Fu Haifeng, pada kompetisi Piala Sudirman 2005.—Laporan AFP/Rappler.com

Togel Hongkong