• March 17, 2026
Maskapai penerbangan Australia Tigerair telah membatalkan penerbangan ke Bali

Maskapai penerbangan Australia Tigerair telah membatalkan penerbangan ke Bali

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Tigerair Australia tidak dapat memperoleh izin penerbangan yang diminta Kementerian Perhubungan.

JAKARTA, Indonesia – Maskapai penerbangan Australia Tigerair akhirnya membatalkan seluruh rute penerbangan dari Negeri Kanguru ke Pulau Bali. Keputusan ini diambil setelah izin penerbangan yang dibutuhkan Kementerian Perhubungan tidak diperoleh.

Sementara itu, maskapai ini kembali menjual tiket kepada penumpang dan mengatakan masalah yang dihadapi bulan lalu akan teratasi pada bulan Februari. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pusat layanan maskapai Tigerair dibanjiri panggilan dan pertanyaan dari penumpang mengenai rute dari Melbourne, Perth, dan Adelaide ke Pulau Bali.

Penerbangan dari Bali ke Australia juga telah dihapuskan oleh pihak maskapai. Penghapusan rute penerbangan tersebut sebenarnya diperkirakan terjadi pada Kamis malam karena masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang Indonesia. Namun hari ini, keputusan tersebut sudah jelas dan final.

Kepala eksekutif Tiger Australia Rob Sharp meminta maaf kepada penumpang yang terkena dampak kebijakan tersebut.

“Untuk melanjutkan operasional penerbangan ke Bali, kami perlu melakukan transisi menggunakan model operasional baru yang akan selesai paling cepat dalam waktu enam bulan. “Kebijakan ini jelas juga akan mempengaruhi kemampuan kami untuk menawarkan harga tiket kepada warga Australia,” kata Sharp.

Berdasarkan data yang dimiliki maskapai saat ini, terdapat enam penerbangan yang terkena dampak kebijakan tersebut. Bagi penumpang yang sudah memesan tiket ke Pulau Bali akan mendapatkan refund penuh.

Sedangkan penerbangan dari Pulau Bali menuju Australia akan dialihkan menggunakan Virgin Airways atau maskapai lain.

Keputusan Tigerair Australia diprediksi akan menimbulkan kerugian karena Pulau Bali menjadi destinasi favorit warga Negeri Kanguru untuk menghabiskan waktu berlibur. Data yang diperoleh dari KBRI Canberra pada tahun 2016, terdapat kurang lebih 1 juta wisatawan Australia berlibur di pulau berjuluk seribu kuil itu.

Saya menyalahkan Indonesia

Sebelumnya, maskapai penerbangan Australia Tigerair menyalahkan Indonesia karena gagal menghormati perjanjian penerbangan ke Bali. Bahkan, sehari sebelumnya, maskapai tersebut terpaksa menghentikan sementara operasional penerbangan dari Bali menuju Australia dan sebaliknya. Akibatnya, ribuan penumpang “terdampar” lebih lama di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada 12 Januari lalu.

Alasan pemerintah Indonesia tidak memberikan izin kepada Tigerair Australia pada bulan lalu karena dianggap melanggar aturan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Maskapai ini diketahui menjual tiket melalui website di Indonesia.

Namun, hal ini hanya berlaku untuk penerbangan charter. Maskapai penerbangan Virgin Australia seharusnya mempunyai hak untuk menjual tiket.

“Semua maskapai asing harus mematuhi aturan yang kami tetapkan,” kata Agoes Soebagio, Kepala Divisi Kerja Sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (BACA: Ribuan Penumpang Tigerair Australia Masih Tertahan di Bali)

Namun, untuk membantu mengurangi beban penumpang, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akhirnya memberikan izin penerbangan tambahan agar mereka dapat kembali ke Australia. – Rappler.com

unitogel