• April 30, 2026
Praveen/Debby menjadi wakil pertama Indonesia di final Australia Terbuka 2017

Praveen/Debby menjadi wakil pertama Indonesia di final Australia Terbuka 2017

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Praveen/Debby mengalahkan ganda campuran Korea Selatan dengan skor 21-19, 21-16

JAKARTA, Indonesia – Ungkapan bahwa kegagalan adalah langkah awal menuju kesuksesan sepertinya cocok untuk ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto. Jika keduanya gagal di babak pertama turnamen Super Series Indonesia Open, lain cerita saat mereka menatap Australia Open 2017 pada Sabtu 24 Juni mendatang.

Praveen/Debby sukses menjadi wakil Indonesia pertama yang melaju ke babak final. Mereka mengalahkan ganda campuran Korea Selatan Kim Dukyong/Kim Ha Na dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-16.

Praveen/Debby mengaku mempelajari permainan Kim/Kim sehingga berhasil menguasai babak pertama. Keduanya terus unggul dengan mencetak gol. Pemain ganda campuran yang saat ini menduduki peringkat ketujuh dunia itu unggul 9-4 selang permainan.

Meski demikian, Kim/Kim tidak menyerah. Mereka terus berusaha mencuri poin demi poin. Terakhir, ganda campuran yang kini menduduki peringkat 109 berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 18-18.

Serangan Praveen dari belakang dan permainan agresif Debby di depan net akhirnya membuat pasangan Indonesia bisa mengamankan game pertama. Pada awal gim kedua, Kim/Kim semakin tertinggal. Bahkan, mereka kesulitan mengejar ketertinggalan saat tertinggal jauh dengan skor 10-16.

Pasangan Korea Selatan kerap melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya tiket babak final harus diserahkan oleh Kim/Kim kepada Praveen/Debby.

Lalu apa yang mereka berdua katakan setelah berhasil mencapai babak final?

“Setiap pemain bertemu lawan, mereka bermain bagus, mungkin permainan kami lebih cocok jika bertemu Kim/Kim. “Kami pasti mempelajari permainan Kim/Kim dan menyusun strategi bagaimana cara mengalahkan mereka,” kata Debby seperti dikutip dari laman PBSI, Sabtu, 24 Juni.

Ia mengatakan, tidak mudah meraih gelar ganda campuran Negeri Ginseng. Praveen/Debby mengaku harus benar-benar merencanakan dan konsentrasi untuk mematikan shuttle tersebut.

“Kami siap mengantisipasi reli ini,” kata Debby lagi.

Sementara di mata Praveen, salah satu celah yang membuat mereka bisa meraih kemenangan adalah karena ganda campuran Korea Selatan tergolong pasangan baru.

“Mungkin Kim Dukyoung yang lebih muda tidak bisa mengimbangi Kim Ha Na. “Apa pun yang Kim Ha Na ingin lakukan, dia tidak bisa mengikuti,” kata Praveen.

Hal senada juga disampaikan Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI Vita Marissa yang mendampingi Praveen/Debby pada turnamen Australian Open Super Series 2017.

Menurut Vita, Praveen/Debby tampil cukup baik dan mampu memanfaatkan kondisi bulu tangkis yang cocok. Vita pun menilai performa Kim/Kim kali ini kurang solid, namun berpotensi menjadi tim ganda campuran yang patut diwaspadai ke depannya.

Selain Praveen/Debby, ada satu lagi wakil Indonesia yang akan melaju ke babak semifinal yakni Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Tan Boon Heong (Malaysia). Mereka akan menghadapi ganda putra China Liu Cheng/Zhang Nan. – Rappler.com

sbobet88