• May 25, 2026

Atlet Indonesia di Olimpiade Rio sayang untuk dilewatkan

JAKARTA, Indonesia — Dari 28 atlet 7 cabang olahraga yang mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016, ada beberapa atlet yang berpotensi meraih medali.

Diantaranya adalah Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad yang menempati posisi keempat ganda campuran bulu tangkis Olimpiade London 2012.

Selain itu, ada peraih medali perunggu Olimpiade London 2012 untuk angkat besi kelas 62kg, Eko Yuli Irawan; dan peraih medali perak Olimpiade London 2012 kategori angkat besi 69 kg, Triyatno.

Namun, seperti yang dikatakan Ketua Delegasi Indonesia di Olimpiade Rio, Raja Sapta Oktohari, seluruh atlet berpeluang membawa pulang medali. Siapa saja atlet yang patut Anda pantau performanya agar tidak ketinggalan saat Anda mendukungnya saat berlaga di Brasil?

Pantau jadwal pertandingan atlet Indonesia di Olimpiade Rio 2016 di sini.

Bulu tangkis

Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia atau setara dengan Jepang dan berada di bawah Tiongkok dan Korea Selatan.

Dari 10 atlet yang diturunkan mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016, ketiga pasangan ini berpeluang besar meraih medali.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Pasangan bulu tangkis ganda campuran ini menduduki peringkat ketiga dunia berdasarkan data Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Sebelum berpasangan dengan Tontowi pada 2009, Liliyana sebelumnya meraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Nova Widianto.

Olimpiade Rio 2016 merupakan Olimpiade kedua bagi Tontowi dan Liliyana yang finis keempat di Olimpiade London 2012.

Beberapa kemenangan Tontowi/Liliyana adalah:

  • Juara turnamen Emas Grand Prix Terbuka Makau 2010
  • Juara Emas GP Malaysia Terbuka 2011
  • Juara Seri Super Terbuka India Sunrise 2011
  • Juara Swiss Terbuka 2012
  • Juara kedua Yonex Denmark Terbuka 2012
  • Juara Kejuaraan Bulu Tangkis Yonex All England 2013
  • Juara Premier Seri Super Malaysia Terbuka 2016
  • Juara Kedua Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2016

Keduanya juga pernah meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia BWF di Tiongkok pada tahun 2013, serta medali perunggu pada Kejuaraan Dunia BWF pada tahun 2011 dan 2015.

Pada tahun 2013, Liliyana menjadi wanita pertama yang memenangkan tiga Kejuaraan Dunia BWF di kategori ganda campuran.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

BWF menempatkan pasangan Hendra/Ahsan di peringkat kedua dunia kategori ganda putra bulu tangkis.

Keduanya bekerja sama pada akhir tahun 2012. Sebelumnya, Hendra berpasangan dengan Markis Kido dan meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 di kategori bulu tangkis ganda putra. Sementara itu, Ahsan dan rekan lamanya, Bona Septano, mencapai perempatfinal ganda putra Olimpiade London 2012.

Beberapa kemenangan Hendra/Ahsan adalah:

  • Medali emas di Kejuaraan Dunia BWF 2013
  • Medali emas di Kejuaraan Dunia BWF 2015
  • Medali perak Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2015
  • Medali emas Asian Games 2014
  • Juara Terbuka Hong Kong 2014
  • Juara Malaysia Open 2015
  • Juara Final Seri Super BWF 2015
  • Juara Grand Prix BWF 2016

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi runner-up Australia Terbuka 2016.  Foto dari badmintonindonesia.org

Greysia dan Nitya menduduki peringkat 4 dunia kategori ganda bulu tangkis putri menurut data BWF. Sebelumnya, Greysia pernah bersama Meilianajauhari di Olimpiade London 2012.

Greysia/Nitya memecahkan rekor dunia pertandingan bulu tangkis terlama dengan catatan waktu 159 menit melawan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao pada 30 April 2016 di babak semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Rekor sebelumnya adalah pertandingan antara Peter Rasmussen dan Sun Jun di Kejuaraan Dunia 1997 dengan waktu 124 menit.

Beberapa prestasi Greysia/Nitya antara lain:

  • Medali perak SEA Games 2013
  • Medali emas Asian Games 2014
  • Medali perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2015
  • Medali perunggu Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2016
  • Juara Thailand Terbuka 2013
  • Juara Grand Prix Cina Taipei Terbuka BWF 2014
  • Juara Grand Prix BWF Cina Taipei Terbuka 2015
  • Juara Korea Terbuka 2015
  • Juara BWF Super Series Singapura Terbuka 2016
  • Juara kedua BWF Super Series Australia Terbuka 2016
  • Juara kedua Indonesia Terbuka 2015
  • Juara kedua Singapura Terbuka 2009
  • Juara kedua BWF Grand Prix Indonesia Masters 2015
  • Juara kedua Swiss Terbuka 2014

Angkat besi

Menurut World Weightlifting Federation (IWF), milik Indonesia berada di peringkat kesembilan dunia. Dari 7 atlet yang mewakili Indonesia di Olimpiade Rio 2016, berikut atlet yang diprediksi akan membawa pulang medali.

(BACA: Angkat Besi Siap mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade Rio 2016)

Eko Yuli Irawan

BERJUANG DI OLYMPIC RIO.  Eko Yuli Irawan merupakan atlet yang unggul dalam tolak peluru karena berhasil meraih medali perunggu pada dua Olimpiade sebelumnya.  Foto oleh Karma Gurung/Rappler

Eko menduduki peringkat 5 dunia kategori atlet putra senior kelas 62 kg, kategori yang akan ia ikuti di Olimpiade Rio 2016.

Olimpiade Rio 2016 merupakan Olimpiade ketiga yang diikuti Eko Yuli Irawan. Eko sebelumnya meraih medali perunggu cabang angkat besi kelas 56 kg di Olimpiade Beijing 2008, serta medali perunggu kelas 62 kg di Olimpiade London 2012.

Sejumlah prestasi Eko lainnya antara lain:

  • Medali perak Kejuaraan Dunia Junior 2006 kategori 56 kg
  • Medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2007 kategori 56 kg
  • Medali perunggu Kejuaraan Dunia 2007 kategori 56 kg
  • Medali emas Asian Games Tenggara 2007 kategori 56 kg
  • Medali perak Kejuaraan Asia 2008 kategori 56 kg
  • Medali perak Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2009 kategori 62 kg
  • Medali perunggu Kejuaraan Dunia 2011 kategori 62 kg
  • Medali emas Summer Universiade 2011 kategori 62 kg

Sri Wahyuni-Agustiani

Sri Wahyuni ​​​​mulai tertarik dengan olahraga angkat besi karena melihat adiknya sudah menekuni bidang tersebut.  Foto oleh Rappler

Wanita yang akrab disapa Yuni ini menduduki peringkat 14 dunia kategori atlet putri senior kelas 48 kg.

Sri menang:

  • Medali perak Asian Games 2014 kelas 48 kg
  • Medali emas Islamic Solidarity Games III kelas 48 kg tahun 2013
  • Medali emas SEA Games Myanmar 2013 kelas 48 kg

Olimpiade Rio 2016 merupakan Olimpiade pertama Yuni yang akan bertanding di kelas 48 kg.

Triyatno

MEMENANGKAN DUA MEDALI DI OLYMPICS.  Tri Yatno menjadi salah satu atlet angkat besi yang difavoritkan karena sebelumnya pernah meraih medali perunggu dan perak di Olimpiade Beijing dan London.  Foto oleh Karma Gurung/Rappler

Olimpiade Rio 2016 merupakan kali ketiga Triyatno berlaga di Olimpiade. Pada Olimpiade Beijing 2008, Tri meraih medali perunggu di kelas 62 kg. Pada Olimpiade London 2012, ia berhasil meraih medali perak pada kategori 69 kg.

Tri menduduki peringkat 46 dunia kategori atlet putra senior kelas 77 kg dan akan bertanding di kelas tersebut pada Olimpiade Rio 2016.

Bertanding di kelas 62 kg, Triyatno berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Junior 2006 dan perunggu pada Kejuaraan Dunia Junior 2007. Tri juga menduduki peringkat ke-9 dunia pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2006 dan peringkat ke-7 pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2007 dalam kategori tersebut.

Sedangkan pada kategori 69 kg, Triyatno menempati posisi keempat Kejuaraan Angkat Besi Asia 2008, dan meraih medali perunggu pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia 2009.

Akankah mereka kembali membawa pulang medali di Olimpiade Rio 2016? —Rappler.com

pengeluaran hk hari ini