Fokus pada lawan di depan mata Anda
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Anda tidak perlu memikirkan pertandingan lain dan target jumlah gol. Tekanan psikologis menjelang pertandingan bisa mengganggu fokus seorang pemain
JAKARTA, Indonesia — Garuda Muda akan menjalani laga final yang menentukan lolos atau tidaknya mereka dari Grup B SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Lawan yang dihadapi kali ini adalah Kamboja.
Misi utama pasukan Luis Milla tak hanya meraih tiga poin saja. Namun, tim perlu mencetak banyak gol untuk mengamankan tempat di semifinal.
Dengan double target dan kondisi tim Kamboja yang pastinya terhindar dari sang juru kunci, target tersebut bukanlah perkara mudah.
Kemenangan tak lantas membuat kiprah Indonesia semakin mulus karena masih harus menunggu hasil pertandingan lainnya antara Thailand dan Vietnam. Tentu saja, lebih baik memutuskan sendiri apakah Anda lolos atau tidak, daripada mengkhawatirkan pertandingan tim lain.
Oleh karena itu, pelatih Luis Milla menyiapkan taktik ultra-ofensif. Dengan cara ini, Indonesia dapat mencapai tujuan sebanyak yang diinginkan. Namun untuk mengurangi beban pemain, staf pelatih memberikan sesi khusus untuk menenangkan jiwa dan memberikan tekanan kepada Hansamu Yama Pranata dkk. Asisten pelatih Bima Sakti bertugas berbicara dari hati ke hati dengan para pemain.
Mantan pemain Persema Malang ini menegaskan, para pemainnya tidak boleh terbawa beban dan pikiran untuk mencetak banyak gol saat ini.
Karena itulah ia berusaha membuat pemain fokus dan tenang. Jangan sampai hal tersebut terjadi, lanjutnya, karena tuntutan tersebut akan mengganggu konsentrasi pemain dalam memprediksi hasil akhir sebelum pertandingan dimulai.
“Pelatih Luis Milla memberikan pesan kepada seluruh pemain. “Tidak perlu memikirkan berapa gol, yang penting kami bisa menang dan tidak memikirkan pertandingan lain,” jelas Bima.
Namun permainan menyerang yang dimainkan menuntut Indonesia mampu mencetak gol dengan cepat. Dengan terciptanya satu gol, beban mental para pemain Garuda Muda setidaknya bisa berkurang. Dengan begitu, permainan bisa lebih nyaman, tenang, dan lancar menjalankan strategi.
“Bagi kami yang penting adalah bagaimana kami bisa mencetak gol pertama dan kemudian mencoba mencetak gol kedua dan gol ketiga. “Memikirkan pertandingan lain adalah hal kedua,” jelas mantan kapten tim nasional tersebut.
Hindari kepercayaan diri
Apa yang diucapkan Bima Sakti adalah perkataan Milla. Namun kedekatan asisten pelatih dengan para pemain diharapkan mampu memberikan penjelasan yang lebih mudah diterima para pemain.
Berdasarkan pengalamannya, Bima mengatakan, perasaan meremehkan dan terlalu percaya diri bisa menjadi kendala karena motivasi dan semangat juga akan terpengaruh jika perasaan tersebut muncul.
“Kamboja adalah tim yang bagus. Kita harus menghormati mereka. Selain itu, Kamboja juga tidak ingin kehilangan muka di pertandingan terakhir dengan kekalahan, ujarnya.
Hal senada juga dijelaskan kapten tim Hansamu Yama. Pemain asal klub Barito Putera itu meyakinkan rekan satu timnya untuk tetap tenang dan memainkan pola menyerang yang dipersiapkan dengan rapi.
“Kita harus menganggap Kamboja sebagai lawan yang sebanding, sehingga bisa mengeluarkan yang terbaik. “Kita tidak bisa menganggap entengnya karena takut menjadi bumerang,” ujarnya.
Skenario:
1. Indonesia memenuhi syarat sebagai:
– Menangkan dengan skor berapa pun
– Thailand dan Vietnam saling mengalahkan
2. Indonesia memenuhi syarat sebagai:
– Indonesia menang dengan skor 3-0
– Thailand bermain imbang dengan Vietnam—Rappler.com