Skorsing PSSI dicabut, reformasi sepakbola terus berlanjut
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Meski sanksi dicabut, Menpora, tim transisi, dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan terus memantau perubahan di PSSI.
JAKARTA, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akhirnya mengumumkan resmi pencabutan sanksi administratif terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Rabu 11 Mei di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kita harus taat hukum dan menghormati keputusan MA yang memerintahkan kita untuk mencabut sanksi administratif terhadap PSSI secepatnya,” kata Imam Nahrawi.
“Kami juga mengapresiasi surat yang dikirimkan FIFA, surat kepada Menteri Sekretaris Negara, bahwa FIFA akan mengawal perubahan sepak bola di Indonesia,” jelasnya.
Imam menegaskan, langkah ini diambil karena menghormati FIFA, AFC (Federasi Sepak Bola Asia), dan para pecinta sepak bola Indonesia.
Meski demikian, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan meski skorsing PSSI sudah dicabut, bukan berarti reformasi sepak bola nasional terhenti. Setelah itu, agenda perbaikan tata kelola sebenarnya dimulai. Sebab sebagian besar pemilih di PSSI juga menginginkan perbaikan.
“Menurut laporan, jumlah suara mencapai 90 pemilih (dari 107 pemilih) menyampaikan surat kepada PSSI dan FIFA untuk melakukan perbaikan. “Sejak surat pencabutan sanksi ini ditandatangani, PSSI, Asprov, Askot dan klub-klub harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan memajukan sepakbola nasional,” ujarnya.
Imam mengatakan, surat pencabutan sanksi telah dikirimkan ke FIFA pada Selasa malam, 10 Mei.
Perubahan di PSSI akan dipantau
Menteri kelahiran Bangkalan, Jawa Timur ini mengatakan, PSSI tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama seperti saat mereka diskors.
Federasi dan klub harus mematuhi dan konsisten dengan peraturan dan regulasi hukum FIFA. “Semua juga harus patuh pada profesional penyelenggara olahraga di tanah air,” ujarnya.
Meski begitu, Imam menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan PSSI begitu saja. Kementerian Pemuda dan Olahraga, Tim Transisi, dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan mengawal perubahan di PSSI.

Ia pun meminta agar tujuh klub yang tidak diakui PSSI di era La Nyalla Mattalitti bisa dipekerjakan kembali.
Tujuh klub yang tergabung dalam Aliansi Klub Sepak Bola Seluruh Indonesia (AKSI) adalah Arema Indonesia, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Persebaya Surabaya, Lampung FC, Persipasi Kota Bekasi, dan Persewangi Banyuwangi.
Hak-hak klub-klub tersebut dicabut PSSI setelah KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) yang diketuai La Nyalla Mattalitti masuk ke PSSI. Klub-klub tersebut dilarang tampil di kompetisi, padahal sebelumnya tergabung dalam kompetisi resmi IPL (Indonesia Premier League).
“Harus dikawal, didorong agar perubahan tuntas. Mohon hormati urusan KLB (Kongres Luar Biasa PSSI). Itu hak pemilih, ujarnya.—Rappler.com
BACA JUGA: