• April 17, 2026

Warga Surabaya protes pembongkaran warisan budaya radio perjuangan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pembongkaran bangunan cagar budaya tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah Kota Surabaya.

SURABAYA, Indonesia – Puluhan orang yang menamakan dirinya “Arek Suroboyo Meng Mengkuat” melakukan aksi protes di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Senin, 9 Mei. Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pembongkaran cagar budaya berupa bekas rumah radio perjuangan tempat Bung Tomo berpidato pada 10 November 1945.

Rumah yang terletak di Jalan Mawar 10-12, Tegalsari, Surabaya, dibongkar tanpa sepengetahuan Tim Cagar Budaya Kota Surabaya. Rencananya akan dibangun tempat parkir di atas reruntuhan bangunan bersejarah tersebut.

Salah satu pengunjuk rasa, Kusnan, mengatakan pembongkaran rumah bersejarah yang pernah digunakan Bung Tomo melanggar ketentuan perlindungan warisan budaya.

“Itu bodoh. Rumah bersejarah tempat Bung Tomo berpidato telah dibongkar. “Selain mengabaikan sejarah, kami juga tidak menghargai perjuangan para pendahulu kami,” teriak Kusnan.

Sementara itu, putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, menyebut aksi pembongkaran juga merupakan pengkhianatan gaya baru terhadap nilai-nilai perjuangan. Salah satu pengacara di Surabaya, Trimoelja, mengatakan Pemkot Surabaya luput dari pembongkaran gedung tersebut. Sebab, mereka baru mengetahuinya setelah bangunan bersejarah itu rata dengan tanah.

“Ini harus diusut dengan baik, siapa pun yang terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik gedung yang juga pemilik Plaza Jayanata enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi media. Beberapa karyawan mengatakan atasannya tidak ada di kantor.

“Manajernya tidak ada di sana. “Saya akan meninggalkan negara ini,” kata salah satu karyawan Jayanata.

Selain orasi, massa juga membentangkan kain di trotoar dan menuliskan tanda tangan sebagai bentuk kepedulian.

Menurut pemerhati bangunan cagar budaya, Kuncarsono, dari gedung inilah Bung Tomo menembakkan semangat Arek Suroboyo pada awal pertempuran tanggal 10 November 1945. Kuncar, sapaan akrab Kuncarsono, mengatakan takbir Bung Tomo diteriakkan dengan ‘api-api’. suaranya sering disiarkan ke seluruh Indonesia melalui studio rahasia di rumah itu.

Bung Tomo, Ketut Tantri dan beberapa temannya mendirikan Radio Pemberontakan Republik Indonesia dengan pemancarnya portabel. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA:

HK Hari Ini