Hubungan asmara tak direstui, sang anak tega membunuh ayah kandungnya
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Agar tidak ketahuan polisi, kedua pelaku berpura-pura mati.
GORONTALO, Indonesia – Betapa kejamnya perbuatan remaja berinisial AF terhadap ayah kandungnya sendiri, Nasir Mahmud. AF membunuh Nasir hanya karena hubungan cintanya dengan OH tidak disetujui.
Pembunuhan itu terjadi pada Minggu 8 Mei dini hari di kediaman Nasir di Jalan H. Agus Salim, Gorontalo. Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S Bagus Santoso mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, Nasir menegur putrinya AF, karena sering pulang larut malam setelah nongkrong berdua dengan OH. Nasir sudah lama tidak menyetujui putrinya yang berusia 17 tahun berkencan dengan OH.
AF merasa sakit hati dengan larangan ayahnya, lalu berencana mengakhiri hidup Nasir. Hal itu diungkapkan AF kepada OH saat berkunjung ke rumahnya pada Sabtu 7 Mei sekitar pukul 21.00 Wita.
Sesuai perintah AF, OH diminta pulang dan kembali lagi pada pukul 02.00 dini hari untuk melakukan pembunuhan di kamar Nasir. Mendekati waktu yang disepakati, OH mendatangi kediaman Nasir dengan berjalan kaki dari kawasan Andalas.
“(Pembunuhan) itu direncanakan. Sejak merencanakan aksi ini, keduanya terus berkomunikasi melalui telepon dan media sosial, kata Bagus.
Sesampainya di kediaman Nasir, AF sudah menunggu di dalam. Ia kemudian mengirimkan pesan kepada OH bahwa kunci rumah diletakkan di ventilasi sebelah pintu.
Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, OH bersembunyi di balik sofa. Begitu AF memberi isyarat, OH masuk ke kamar Nasir.
Sempat terjadi keributan di antara keduanya soal siapa eksekutornya. Tak tega membunuh ayahnya sendiri, AF meminta OH yang melakukan pembunuhan tersebut. Ia lalu memegang pisau dapur pemberian AF.
“Sedih sekali mendengar cerita tindakan kejam mereka berdua. Apalagi saat AF memaksa OH menjadi eksekutor, kata Bagus.
Sesampainya di kamar, AF langsung mengambil bantal dan menutupi wajah ayahnya. Kemudian OH menusuk leher Nasir hingga menyebabkan pria berusia 60 tahun itu meronta dan berteriak. Nasir tak berdaya dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Pembunuhan tersebut tidak berjalan mulus karena pisau yang dipegang OH juga melukai tangannya. Selain itu, Tante AF mendengar teriakan Nasir.
Bibi AF merasa ada yang tidak beres dan langsung meminta bantuan tetangganya dan tertolong dengan menghubungi polisi.
Harus berpura-pura mati
Mengetahui bibi AF menelepon polisi, AF dan OH berinisiatif membuat alibi dengan berpura-pura mati. Namun, saat petugas kepolisian Polres Gorontalo tiba di rumah Nasir, kepura-puraan itu terbongkar. Polisi mengatakan kedua tersangka masih hidup.
OH langsung dibawa ke Mapolres Gorontalo. Sementara AF telah dibawa ke RS Bunda Kota Gorontalo untuk mendapat perawatan tangan yang terluka akibat sayatan pisau.
“Mereka memang berpura-pura mati. Namun tim polisi langsung mengetahuinya, kata Bagus.
Dari hasil olah TKP (TKP), tim polisi memperoleh barang bukti berupa 1 buah pisau dapur, 1 buah baju wanita berlumuran darah dan 1 buah celana panjang pria berlumuran darah, sebuah bantal dan dua set telepon genggam bekas pelaku. kedua tersangka untuk berkomunikasi.
Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 Jo Pasal 358 Jo Pasal 56 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
“Kami berharap masyarakat tidak melontarkan pernyataan-pernyataan yang menghambat proses hukum yang ditangani Polda Gorontalo,” ujarnya. – Rappler.com
BACA JUGA: