• April 18, 2026
Motif pengiriman bom parsel dilatarbelakangi isu kecemburuan

Motif pengiriman bom parsel dilatarbelakangi isu kecemburuan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pelaku kesal karena istrinya telah selingkuh dengan korban selama setahun terakhir

SURABAYA, Indonesia – Polsek Tanjung Perak Surabaya akhirnya berhasil mengungkap pelaku pengirim bom berdaya ledak rendah beserta motifnya. Pelaku bernama Edy Widjanarko dan ditangkap di kawasan Blimbing, Malang.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, Edy mengirimkan bom berdaya ledak rendah pada Senin, 11 Desember karena iri dengan korban AW.

Motif pelaku murni rasa cemburu pada korban karena sudah setahun terakhir istrinya selingkuh, kata Ronny saat menggelar jumpa pers, Jumat, 15 Desember di Polsek Tanjung Perak, Surabaya.

Edy mengaku sudah terlibat emosi dengan korban. Ia ingin membalas dendam atas perbuatan korban yang selingkuh dengan istrinya. Diketahui, hubungan Edy dan istrinya tak lagi harmonis. Setiap hari hampir terjadi perkelahian.

“Saya sudah beberapa kali mengingatkan istri saya. “Tapi masih seperti itu,” kata Edy saat ditemui di Polsek Tanjung Perak.

Edy awalnya ingin membuat bom ikan. Namun karena proses pembuatannya terlalu rumit, ia mengurungkan niat tersebut.

Edy kemudian beralih membuat rangkaian bom yang lebih sederhana dengan menggunakan rangkaian dinamo, kabel, dan pecahan lampu yang dibubuhi kalium. Dia bahkan mencobanya lima kali. Edy biasanya mencoba menggunakan media yang ringan.

Lantas dari mana dia menguasai kemampuan merakit bom tersebut? Edy mengaku mempelajarinya secara otodidak dari internet.

Setelah berhasil merakit bom, Edy kemudian menyusun strategi agar tidak terdeteksi polisi. Caranya adalah dengan menghapus IMEI yang terdapat pada karton kemasan ponsel. Ia memanfaatkan kemasan karton ponselnya sebagai media penyimpanan bom.

Upaya lain yang dilakukan Edy untuk menghilangkan jejak adalah dengan membuat akun palsu aplikasi ojek online dengan ponsel baru. Sebab, paket berisi bom tersebut rencananya akan dikirim menggunakan ojek online.

Sayangnya, upaya untuk menghapus jejak tersebut tidak berhasil. Polisi masih bisa mengetahui keberadaan Edy dan mengetahui apakah dia dalang perakitan bom tersebut.

Tim Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih bisa mengungkap hal tersebut dengan menelusuri aplikasi ojek online, keterangan saksi, dan mempelajari CCTV saat korban menerima paket tersebut, kata Ronny.

Usai mengirimkan paket bom, Edy melarikan diri ke Blimbing di Malang. Bahkan, sehari-harinya ia tinggal di kawasan Bulak Banteng, Surabaya.

Sebelumnya, AW warga Surabaya menerima paket barang dari orang tak dikenal. Paket yang dibungkus plastik hitam itu tidak mencantumkan nama pengirimnya.

Penasaran, AW kemudian membuka isi plastik tersebut dan ternyata berisi case ponsel. AW kemudian mengguncang kotak kemasan ponsel tersebut. Anehnya, yang terdengar justru kumpulan kerikil.

Setelah dibuka, ternyata paket tersebut meledak di sebuah toko di depan PT Bahana Line Jalan Laksda M. Nasir Surabaya sekitar pukul 22.00 WIB. Meski kejadiannya terjadi pada Senin 11 Desember, AW baru melaporkannya ke polisi pada Rabu 13 Desember karena kaget. – Rappler.com

slot gacor hari ini