• March 21, 2026
Industri penggilingan seharusnya tidak menghasilkan keuntungan besar

Industri penggilingan seharusnya tidak menghasilkan keuntungan besar

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Hermanto Siregar terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Ekonomi Pertanian Indonesia 2017-2020

JAKARTA, Indonesia – Ada dua hal tersendiri yang perlu diperhatikan pemerintah dalam mengatasi konflik harga beras yang menyeret perusahaan ke jalur hukum. “Pertama, upaya pemerintah untuk mengurangi ketimpangan. Kedua, upaya aparat dalam menegakkan hukum,” kata Profesor Hermanto Siregar kepada Rappler, Kamis, 24 Agustus 2017.

Hermanto, Guru Besar Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor, baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Ekonomi Pertanian (Perhepi) pada Kongres ke-17 di Bali, 23 Agustus 2017. Alumni jurusan sosial ekonomi pertanian dengan kajian agribisnis DR Bayu ini menggantikan Krisnamurthi yang menjabat Ketua Perhepi selama lima tahun terakhir. Pemilihan dilakukan berdasarkan musyawarah dan mufakat.

Pada 20 Juli 2017, petugas Satgas Pangan menggerebek gudang PT Indo Beras Unggul dan menyita 1.162 ton beras dengan alasan melanggar hukum.

(BACA: Bahas 15 poin pernyataan Mentan soal beras)

Menurut Hermanto yang juga Wakil Rektor IPB Bidang Sumber Daya dan Kajian Strategis, pertama, terkait dengan bisnis perberasan, agar ketimpangan, sifat, dan ketimpangan bisa dikurangi. “etika bisnis“. Artinya industri penggilingan diharapkan tidak memperoleh keuntungan terlalu besar sekaligus menekan harga gabah di tingkat petani, ujarnya.

Hermanto mengatakan, harga beras dari industri ini harus berada pada tingkat yang wajar, dalam artian mendatangkan keuntungan yang wajar. Sedangkan harga gabah di tingkat petani harus cukup baik sehingga dapat mendorong petani untuk terus berproduksi dan lebih meningkatkan kualitas gabah yang dihasilkannya.

Hal kedua yang perlu mendapat perhatian, kata Hermanto, dalam kaitannya dengan penegakan hukum, harus dipertegas bahwa penegakan hukum dilakukan oleh aparat terhadap pihak-pihak yang melakukan penipuan. Misalnya saja mengatakan bahwa beras yang mereka hasilkan berkualitas premium, padahal beras tersebut sudah teruji secara obyektif dan ilmiah kualitasnya sedang. Penipuan atau penipuan tentu saja harus diberantas. “

Namun jika industri penggilingan memang menghasilkan beras berkualitas tinggi, maka harga jualnya juga harus wajar karena dengan sendirinya perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk investasi mesin dan operasional pengolahan dari gabah menjadi beras berkualitas tinggi, kata Hermanto.

Program Perhepi 2017-2020

Terkait program Perhepi 2017-2020, Hermanto mengatakan salah satu prioritasnya adalah mengarusutamakan pertanian dalam kebijakan pembangunan Indonesia. Hal ini tidak hanya terjadi di pusat, tetapi juga di daerah.

“Banyak bupati yang belum memahami cara mengembangkan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Hermanto. Dia mendesak Komisioner Daerah Perhepi untuk mendampingi pemerintah daerah di wilayahnya masing-masing.

Di usianya yang ke-48 tahun, Perhepi kini memiliki 5.700 anggota yang tersebar di 32 komisariat daerah di seluruh Indonesia. “Perhepi akan saya jadikan efektif sebagai wadah pengembangan profesional para ekonom pertanian, termasuk ekonom muda pertanian,” kata Hermanto yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum pada pemerintahan sebelumnya. – Rappler.com

Keluaran SGP