• April 9, 2026
Usai ditahan, penjual kaos palu arit di Blok M dibebaskan

Usai ditahan, penjual kaos palu arit di Blok M dibebaskan

JAKARTA, Indonesia – Polisi akhirnya membebaskan dua penjual kaos palu arit yang diamankan pada Minggu, 8 Mei. Ternyata kaosnya adalah cakupan album oleh grup musik Jerman Kreator.

Oleh karena itu kami menyimpulkan tidak ada tindakan makar atau penghinaan terhadap simbol negara. Keduanya akan kami kembalikan, kata Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Ary Purwanto, Senin, 9 Mei, di Jakarta.

Dua penjual diamankan yakni YS asal Padang dan MI asal Tanjung Karang, Banten.

Penangkapan sendiri sebenarnya dilakukan oleh Polda Metro Jaya yang bersama Kodam Jaya sedang melakukan penggeledahan pernak-pernik komunis. Mereka menemukan toko keduanya di sebuah toko di Blok M Square, Jakarta Selatan.

Polisi tetap menahan kedua orang tersebut meski sudah menjelaskan asal muasal gambar tersebut.

Pemiliknya mengaku kepada polisi bahwa ia telah menjiplak gambar tersebut dari internet untuk dicetak di kaos. Namun ternyata baju tersebut kurang laku sehingga masih tersisa beberapa potong di toko. Namun Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono tak langsung percaya.

“Ini terus kita dalami, jangan serta merta percaya dengan pernyataan tersebut,” kata Awi.

Namun, kata Awi, penyidik ​​memang menelusuri situs tempat penjual mengambil foto tersebut. Hal lain yang akan ditelusuri apakah niat penjual tersebut untuk menjual kaos band atau menyebarkan ideologi komunis.

Sudah berjualan selama setahun

Terpisah, Ary mengatakan, kaos berlogo palu arit sudah lama dijual. “Untuk setahun totalnya ada 60 kaos. “Jadi selama itu terjual 50, tersisa 10,” ujarnya.

Pedagang menjual kaos tersebut dengan harga Rp 70 ribu. Begitu pula dengan kaos berlogo grup musik lain.

Tak lupa, Ary juga menjelaskan asal muasal produksinya. Berdasarkan keterangan pedagang, mereka memesan kaos tersebut dari sebuah pabrik di Bandung. Pihak Polda sendiri sudah menyatakan akan meninjau pabrik tempat pembuatan kaos tersebut.

Pada akhirnya, polisi memutuskan tidak ada tindakan makar atau penghinaan terhadap simbol negara. Meski demikian, dia tetap mengimbau para pedagang untuk lebih selektif dalam memilih produk yang dijualnya.

Menurut Ary, sebaiknya tidak menjual atau mengedarkan produk yang mengandung simbol-simbol yang dilarang negara atau dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Palu arit sendiri sempat membuat heboh karena dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Penjual menyerah

Salah satu pemilik toko kaos metal, Yosvita, mengaku berhenti menjual kaos tersebut setelah diamankan polisi.

“Kami tidak menyangka akan menjadi seperti ini. “Sampai dia terkoneksi dengan salah satu organisasi terlarang,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya akan lebih selektif dalam mencari produk yang akan dijual.

Selain itu, kaos palu arit ternyata kurang laku di masyarakat. Sebab, meski sudah setahun berlalu, stoknya masih tersisa.

Selama ini mereka menganggap kaos palu arit sama saja dengan kaos band lainnya. “Itu bukan kaos Partai Komunis Indonesia seperti yang diberitakan orang,” ujarnya.

Bukan pertama kalinya

Peristiwa penahanan karena ciri-ciri yang menggambarkan palu arit tidak hanya terjadi di Jakarta. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Malang dan Lampung.

Siari hendak membayar pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (VRN) sepeda motornya saat ditangkap polisi pada Sabtu, 7 Mei.

Dia diperiksa Polres Malang hari ini, Senin, 9 Mei karena mengenakan kaos bergambar palu arit saat membayar pajak STNK, Sabtu pekan lalu.

“Saya membayar pajak STNK pada hari Sabtu yang jatuh tempo pada hari Minggu tanggal 8 Mei. Karena hari Minggu tanggal merah, saya bayar ke Samsat (Sistem Administrasi Terpadu Satu Pintu) di Kepanjen pada Sabtu, 7 Mei, kata Siari kepada media, Senin.

Menurut pengakuannya, usai menyelesaikan urusan pembayaran di Samsat, ia didekati sejumlah pria yang membawanya ke Koramil setempat.

Kaos yang dikenakannya bertuliskan Keluaran di atas gambar palu arit. Sedangkan di bawahnya ditulis oleh Paul Baloff. Ada juga tanggal 25-4-1960 dan 2-2-2002.

Usai diperiksa, Siari harus melapor dua kali dalam seminggu yakni Senin dan Kamis. Kepala Dusun Mulyorejo Admad Sarman mendampingi Siari hingga tak perlu melapor.

“Saya menemaninya hari ini dengan harapan dia tidak perlu melapor. Karena tidak bisa membaca dan menulis, keluarganya juga tidak ada hubungannya dengan PKI, kata Admad di Polres Malang.

Terakhir, mahasiswi salah satu universitas di Lampung, Urdya Sejiwangga, ditangkap anggota intelijen Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) karena mengenakan kaos bergambar palu arit saat menonton konser musik. —Rappler.com

Toto HK