• May 25, 2026
Lawan drama dan keputusasaan

Lawan drama dan keputusasaan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Di sisi lain, Portugal justru sedang dalam kondisi mental terbaik usai menjuarai Euro 2016.

JAKARTA, Indonesia – Copa America Centenario 2016 telah berakhir lebih dari sebulan lalu. Namun, akibat dari drama yang terjadi di final ajang tersebut bagi tim-tim di benua Amerika masih terasa hingga saat ini.

Kekalahan Argentina dari Chile membuat Lionel Messi mundur dari tim berjuluk itu Albiceleste itu. Dan dampak mundurnya megabintang Barcelona itu masih terasa hingga saat ini.

Sang pelatih, Gerardo Martino pun menyatakan akan mundur dari timnas. Meski posisinya digantikan oleh Edgardo Bauza, namun rasa putus asa yang mendalam kini dirasakan timnas Argentina.

Jika Messi, pemain kelas dunia, sudah menyerah, apa yang bisa dilakukan pemain muda yang levelnya jauh di bawahnya?

Situasi diperparah dengan klub-klub lokal Argentina yang menyatakan keengganan melepas pemainnya ke timnas. Pasalnya, para pemain yang pulang membela negaranya selalu tampil buruk. Ini belum termasuk cedera yang menghalangi mereka bermain.

Situasi menjadi semakin sulit bagi Argentina karena pelatih Julio “el Vasco” Olarticoechea dipilih dalam kondisi yang kurang ideal. Ia menjadi pilihan PSSI Argentina (AFA) untuk melatih tim Olimpiade.

Namun bukan berarti mereka putus asa. Di dalam berdiri dalam barisan mereka, beban absennya Messi akan diisi oleh Angel Correa. Saat ini, penyerang mungil yang bermain untuk Atletico Madrid itu menjadi andalan pencetak gol.

Correa adalah striker serba bisa. Ia memiliki kecepatan dan kemampuan passing yang sama bagusnya. Dia bisa bermain sebagai penyerang tengah atau pemain sayap.

Melawan Portugal di Estadio Nilton Santos Rio de Janeiro, Jumat 5 Agustus, pukul 04:00 WIB, Correa akan menjadi andalan Olarticoechea.

Portugal siap mengulangi kesuksesan tim seniornya

Di tengah ketidakpastian pikiran tersebut, tim Tango harus menghadapi Portugal, salah satu tim kuat di grup D. Tim muda Portugal jelas jauh lebih baik performanya dibandingkan Argentina.

Kebanggaan mereka bawa setelah tim senior yang dipimpin Cristiano Ronaldo menjuarai Euro 2016, gelar pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang sepak bola Eropa tersebut.

Pelatih Portugal, Rui Jorge, menyebut negaranya kini mulai fokus mengembangkan pemain mudanya. Bahkan, beberapa pemain asuhannya turut memperkuat tim senior peraih gelar juara di Prancis. “Kami senang dengan perkembangan tim muda ini,” ujarnya dikutip oleh FIFA.com.

Oleh karena itu, semangat yang sama akan diusung oleh pasukannya. Meski demikian, Jorge tak ingin membebani mereka dengan target menang. “Kami hanya membantu mereka untuk mencapai level tertinggi sebagai pemain. Olimpiade adalah ujian untuk itu,” katanya.

Jorge tidak ingin membuat pemainnya stres. Mereka adalah masa depan negaranya. Perkembangan pemain tersebut bisa sangat pesat jika ditangani dengan baik.

Dari berdiri dalam barisan Untuk pasukannya, Jorge lebih mengandalkan pemain lokal. Dari 17 pemain tersebut, 13 di antaranya berasal dari dalam negeri. Empat pemain yang bermain di luar negeri adalah kiper Joel Pereira (Manchester United), bek Edgar Le (Villarreal), Tiago Ilori (Liverpool), dan gelandang Bruno Fernanades (Udinese).

Dengan komposisi tersebut, Jorge mengklaim pemainnya lebih kompak. Mereka juga memiliki lebih banyak waktu bersama. Baik di luar lapangan maupun di dalam lapangan.

“Mereka sudah diperbaiki. Dan mereka sangat bangga memakai jersey Portugal. Kita lihat saja sejauh mana mereka,” ujarnya.—Rappler.com

pengeluaran hk hari ini