• April 12, 2026

Berita hari ini : Sabtu 16 Desember 2017

Halo pembaca Rappler!

Simak halaman ini untuk mengetahui berita-berita terupdate pilihan tim redaksi Rappler Indonesia pada hari Sabtu, 16 Desember 2017.

Ganjar Pranowo: PDIP mengumumkan calon Gubernur Jawa Tengah pada 4 Januari 2018

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yakin partainya, PDI Perjuangan, akan mengumumkan bakal calon Gubernur Jawa Tengah pada 4 Januari 2018. Ia memperkirakan tak hanya Jawa Tengah, partai berlambang banteng moncong putih itu juga akan mengumumkan calon gubernurnya di Pilkada Jabar.

“Diumumkan, mungkin tanggal 4 (Januari ya? Dari sesi informasi DPP. “Beberapa provinsi mungkin hari ini diumumkan, tapi Jawa Tengah mungkin awal bulan depan,” kata Ganjar yang ditemui di ICE BSD, Tangerang.

Ganjar mengatakan ada beberapa provinsi yang deklarasinya akan diumumkan pada detik-detik terakhir kampanye. Nama-nama calon dari berbagai provinsi pun dipersempit.

“Sepertinya sudah menyempit. Namun namanya masih tercatat di kantor DPP PDIP. “Kami hanya petugas,” ujarnya.

Lantas mengapa PDIP terkesan hati-hati dalam memilih calon? Ketua DPP PDIP Andreas Parerira mengatakan, hal itu untuk melihat dinamika politik terlebih dahulu. Baca selengkapnya Di Sini.

Pengacara menilai Setya Novanto memang sakit parah

Maqdir Ismail meyakini kliennya, Setya Novanto, dalam kondisi sakit parah saat menghadiri sidang perdana kasus tersebut di pengadilan tipikor, Rabu pekan lalu. Bahkan, tiga dokter IDI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Ketua DPR nonaktif itu dalam keadaan sehat dan bisa mengikuti persidangan.

Oleh karena itu, tak heran jika publik berspekulasi bahwa Setya sengaja menunda jalannya persidangan. Lalu apa reaksi Maqdir?

“Iya, mohon masyarakat menerimanya. Saya bilang dokternya bilang sehat, tapi faktanya (di persidangan) seperti itu. Tapi, karena saya bukan dokter, saya tidak tahu pasti apakah dia sehat atau tidak. “Saya percaya dengan perkataannya bahwa dia sakit,” kata Maqdir yang ditemui di kawasan Cikini.

Ia pun bercerita tentang dokter yang memeriksa Setya pada Rabu lalu. Maqdir meminta majelis hakim mengizinkan kliennya diperiksa dokter lain untuk mendapatkan second opinion.

Kemarin, dokter RSPAD datang memeriksa Setya, namun ditolak mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Pasalnya, dokter yang dikirim RSPAD merupakan dokter umum. Setya ingin diperiksa ke dokter ahli.

“Saya punya pengalaman lain terkait keterangan dokter dari IDI, makanya saya sampaikan di persidangan agar bisa diperiksa dokter lain,” ujarnya.

Dokter dari IDI, kata Maqdir, menyimpulkan Setya dalam keadaan sehat. Namun kenyataannya, selama persidangan, Setya hanya tertunduk bahkan tertidur saat jaksa membacakan surat dakwaan. Baca selengkapnya Di Sini.

BNPB: Seluruh alat pendeteksi tsunami di Indonesia rusak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui sulitnya melacak bencana tsunami di wilayah Indonesia. Pasalnya, seluruh alat pendeteksi tsunami atau pelampung di Indonesia sudah tidak beroperasi lagi karena mengalami kerusakan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Indonesia telah memiliki 22 pelampung yang tersebar di berbagai wilayah sejak tsunami besar melanda Aceh pada tahun 2004. Padahal, pelampung berfungsi mengirimkan sinyal pergerakan permukaan laut hingga mendeteksi tsunami. Namun, seluruh pelampung tersebut sudah tidak berfungsi lagi sejak tahun 2012.

Terjadi kerusakan karena peralatan berkarat dan tidak ada anggaran untuk pemeliharaan serta karena adanya aksi vandalisme, kata Sutopo.

Ia mengatakan, pelampung tersebut justru digunakan sebagai tempat tambatan perahu untuk menangkap ikan dan sensor cahayanya dicuri sehingga rusak. Lantas, bagaimana antisipasinya jika terjadi tsunami? Indonesia akhirnya hanya mengandalkan lima pelampung milik internasional. Satu unit milik India di Aceh bagian barat, satu unit milik Thailand di Laut Andaman, dua unit milik Australia di selatan Sumba dekat Australia, dan satu unit milik Amerika Serikat di Papua bagian utara. Baca selengkapnya Di Sini.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak akan menghadiri Aksi Bela Palestina

TIDAK IKUT.  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan tidak akan mengikuti Aksi Bela Palestina yang digelar pada Minggu 17 Desember mendatang.  Foto oleh Santi Dewi/Rappler

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan tak akan menghadiri aksi damai bela Palestina pada Minggu, 17 Desember. Aksi tersebut merupakan inisiatif Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan mengecam pengumuman Presiden AS Donald Trump.

Pada hari Rabu, 7 Desember, Trump mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.

Lantas apa tanggapan Lukman? Sebaliknya, dia kembali bertanya kepada media apakah dia tetap harus melakukannya.

“Pantaskah seorang menteri tidak ikut aksi protes atas isu yang pemerintah Indonesia punya posisi sangat-sangat tegas dan jelas (terkait isu Palestina)?” kata Lukman dalam sebuah percakapan.

Ia menjelaskan, sikapnya sebagai pembantu presiden tidak jauh berbeda dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Apalagi pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia akan mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan hak dan kemerdekaannya. Jadi, menurut dia, kehadiran menteri untuk ikut aksi tidak diperlukan lagi.

Pemerintah Indonesia, kata Lukman, sangat tegas dalam menyikapi permasalahan Palestina dan Israel. Bahkan, mengingat begitu pentingnya isu ini, Jokowi langsung menghadiri dan menginisiasi pertemuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang khusus membahas isu Palestina di Istanbul, Turki.

Namun, jika pun Lukman ikut, ia ingin ikut berdoa bersama para peserta aksi damai Minggu depan. Ia akan memanjatkan doa agar Palestina segera terbebas dari penderitaan penjajahan.

Rencananya MUI akan menggelar Aksi Bela Palestina mulai pukul 05:30 WIB – 11:00 WIB di Monumen Nasional. Baca selengkapnya Di Sini.

Tips Jokowi kepada Pemprov DKI dalam mengatasi banjir di Jakarta

BANJIR.  Situasi terowongan Dukuh Atas pada Senin, 11 Desember yang terendam air usai hujan deras.  Foto diambil dari akun @TMCPoldaMetro

Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta Pemprov DKI Jakarta segera melakukan upaya pencegahan banjir. Salah satunya melalui pembersihan drainase di desa-desa.

Mantan Gubernur DKI ini juga mengatakan, sungai-sungai di Jakarta harus dibersihkan dan dirawat. Hal lain yang perlu dibersihkan adalah pemeliharaan waduk untuk menampung air di ibu kota.

Ditambah lagi kalau bisa ditambah lagi waduk-waduk di Jakarta. Hal ini akan menguranginya secara signifikan. “Jadi Waduk Sunter, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Setiabudi semuanya harus terus dikerjakan dan dibersihkan,” ujarnya saat meninjau pembangunan Waduk Sukamahi di Kabupaten Bogor.

Saluran air yang menghubungkan Sungai Ciliwung dengan Saluran Banjir Timur juga diharapkan segera selesai untuk mengatasi banjir di Jakarta. Menurut Jokowi, Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi di Kabupaten Bogor berfungsi sebagai upaya penanggulangan bencana banjir di Jakarta dari hulu. Baca selengkapnya Di Sini.

– Rappler.com

taruhan bola online