• April 12, 2026
Tiga orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,9 SR di Pulau Jawa

Tiga orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,9 SR di Pulau Jawa

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Korban tewas tertimpa tembok yang roboh akibat gempa

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Korban tewas akibat gempa yang mengguncang Pulau Jawa bagian selatan bertambah satu orang. Setelah Dede Lutfi dan Aminah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan Fatimah (34 tahun), warga Kabupaten Bantul, Yogyakarta, juga meninggal dunia.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Fatimah meninggal karena panik dan terjatuh saat gempa terjadi.

“Korban Fatimah meninggal dunia saat gempa panik, dia lari keluar rumah dan terjatuh. Sempat dibawa ke RS Mitra Keluarga, namun meninggal dunia, kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu 16 Desember.

Sedangkan dua korban tewas lainnya diketahui bernama Dede Lutfi (62 tahun), warga Gunungsahari, Kabupaten Ciamis, dan Aminah (80 tahun), warga Sugihwaras, Kota Pekalongan. Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan 7 orang luka-luka, 228 rumah rusak berat dan roboh, 152 rumah rusak sedang, 97 rumah rusak ringan, dan 473 rumah tergolong rusak berat maupun ringan.

Daerah terdampak gempa dan kerusakannya adalah Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes, dan Banjarnegara.

Sebab, episentrum gempa berada 6 kilometer tenggara kota Kabupaten Bantarkalong, sehingga wilayah yang terkena dampak guncangan kuat dan merusak tersebut adalah Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat, ujarnya.

Saat ini, korban luka telah dirujuk ke berbagai rumah sakit. Bahkan di wilayah Banyumas pun ada rumah sakit yang ikut terdampak gempa.

Gedung RSUD Banyumas mengalami kerusakan pada plafon, dinding retak, kebocoran pada instalasi pipa gas oksigen dan lain-lain.

“Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap kini tertampung di tenda BPBD Banyumas. Sedangkan pasien sisanya dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gombong, ujarnya.

Tidak ada tsunami

Sementara itu, warga yang mengungsi ke tempat lebih tinggi karena takut tsunami telah kembali ke rumahnya. Sebab, tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa.

“Gempa susulan sudah terjadi sebanyak tujuh kali dengan ukuran kecil. Tidak ada dampak buruk akibat gempa susulan tersebut. “Aktivitas masyarakat secara umum sudah kembali normal,” ujarnya.

Masyarakat, kata Sutopo, diimbau tetap tenang. Hingga saat ini, belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi secara pasti.

“Gempa bumi bisa terjadi kapan saja di daerah rawan gempa. Oleh karena itu kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus selalu ditingkatkan, ujarnya.

Akibat gempa tersebut, masyarakat yang tinggal di selatan Pulau Jawa panik dan tercerai-berai. Faktanya, sebagian besar dari mereka sudah istirahat. – Rappler.com

game slot pragmatic maxwin