Sebarkan pesan antikorupsi, KPK bekerja sama dengan masyarakat di Bali
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Para pengendara sepeda membawa tabung berisi pemberitahuan antikorupsi
JAKARTA, Indonesia – Pemberantasan korupsi tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan seni. Pesan inilah yang ingin disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Festival Anti Korupsi 2017.
Selain melalui film dan lagu, lembaga antikorupsi ini juga bekerja sama dengan masyarakat untuk menyebarkan pesan-pesan antikorupsi. Salah satu contohnya diadakan di Bali pada Sabtu 21 Oktober bekerja sama dengan Sekretariat Bersama Komunitas Sepeda Bali (SAMAS).
Sebanyak 45 pesepeda yang tergabung dalam SAMAS menyampaikan pesan antikorupsi dengan kereta bawah tanah ke 9 kabupaten/kota di Bali yakni Negara, Singaraja, Karangasem, Tabanan, Gianayar, Bangli, Klungkung, Denpasar dan Badung. Mereka memulai aktivitasnya di Lapangan Puputan Bandung yang merupakan simbol pusat perjuangan heroik masyarakat Bali yang dimulai pada pukul 06.00 WITA.
Lapangan Puputan Bandung dipilih karena tema kegiatan sesuai dengan sisi sejarah lapangan, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Sabtu.
KPK mengambil tema ‘Puputan’ sebagai simbol semangat perjuangan Bali yang sejalan dengan misi pemberantasan korupsi. Menurut Febri, tema besar tersebut kemudian direduksi menjadi empat nilai dasar, yakni kerendahan hati, keberanian, komitmen, dan integritas. Masing-masing mempunyai arti khusus.
“Malu artinya malu sehingga tertantang untuk melakukan perbaikan dan memiliki semangat pantang menyerah. “Keberanian, kemampuan memimpin dengan memberi contoh dan secara transparan menunjukkan keberanian dalam upaya pemberantasan korupsi, komitmen, memulai tindakan jangka panjang secara mandiri dan kemauan membangun jaringan secara konsisten dan dengan integritas, kapasitas moral dan intelektual untuk mewujudkan dan memahami makna korupsi.” korupsi dan bahayanya,” kata Febri.
Dijelaskannya, kegiatan di Bali tidak hanya bekerja sama dengan masyarakat, namun hari ini juga akan diadakan klinik film antikorupsi di Institut Seni Indonesia.
Febri mengatakan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan hingga puncaknya pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember mendatang.
Dalam data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW), Bali tidak masuk dalam 10 besar provinsi korup. Sosialisasi yang dilakukan KPK diharapkan dapat terus mencegah perilaku korupsi tersebut.
– Rappler.com