Berita hari ini : Rabu 12 Juli 2017
keren989
- 0
Halo pembaca Rappler!
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Rabu, 12 Juli 2017.
Pimpinan dan anggota Pansus Hak Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR mengunjungi Mabes Polri di Jakarta pada Rabu sore, 12 Juli 2017.
Pansus Angket antara lain terdiri dari Agun Gunandjar (Ketua), Muhammad Misbakhun, Dossy Iskandar, Edi Wijaya Kusuma, Syahroni.
Selain itu, ada John Kennedy Aziz, Masinton Pasaribu, Hendriyoso Diningrat, Taufiqulhadi, Bambang Soesatyo, Herman Heri dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Menurut Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, kunjungan tersebut merupakan kunjungan persahabatan. “Halal bihalal, silaturahmi,” ucapnya.
Dia meminta media tidak curiga kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya melemahkan KPK. Baca berita selengkapnya Di Sini.
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno mengatakan, program rumah DP 0 Rupiah yang dimulai sejak gubernur terpilih hanya bisa diraih oleh masyarakat yang memiliki pendapatan bulanan cukup tinggi. Mereka harus memiliki pendapatan rata-rata Rp7 hingga Rp10 juta.
Pernyataan tersebut diutarakan mantan Ketua KADIN saat ditanya solusi bagi warga yang dipindahkan ke apartemen sewa. Mereka ingin unit-unit apartemen di sana diubah menjadi hak milik. Warga menanyakan apakah bisa memiliki unit apartemen melalui program uang muka 0 rupiah.
“Mereka harus memastikan bisa mencicil. Karena DP 0 rupiah, maka kategorinya adalah untuk penghasilan sekitar Rp 7-Rp 10 juta per bulan. Kalau di bawah itu (pendapatan). TIDAK Cocok untuk pola rumah dengan DP 0 rupiah, kata Sandiaga di posko kemenangannya di kawasan Melawai.
Sandi mengklaim konsep rusunawa ini berbeda dengan program uang muka rumah 0 Rupiah yang sudah lama ia dan Anies cari. Bagi warga yang berpenghasilan kurang dari Rp7 juta, Sandiaga mengatakan, kemungkinan skema kepemilikan rumah lainnya sedang disiapkan. Baca selengkapnya Di Sini.
Anggota Pansus Hak Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Muhammad Misbakhun mengatakan ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (FAA) atas dugaan pembengkakan anggaran dalam pembangunan gedung baru KPK. Persoalan itu diketahui saat Pansus KPK mendatangi LTD pekan lalu.
“Saya pikir LTD telah menemukan banyak hal. “Ada markup di gedung baru KPK sebesar Rp600 juta dan dikembalikan,” kata Misbakhun di gedung DPR Jakarta.
Meski sudah dipulangkan, kata dia, bukan berarti peluang untuk melihat tidak ada.
“Saat Gedung KPK dibangun, apakah ada yang dirapikan? “Tahun 2017 sudah ada auditnya,” kata politikus Partai Golkar itu.
Selain dugaan adanya temuan penggelembungan anggaran gedung baru, Pansus KPK juga menemukan beberapa permasalahan pada anggaran KPK. Namun Misbakhun enggan membeberkan lebih lanjut.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membantah adanya penambahan anggaran dalam pembangunan gedung baru KPK seperti yang disampaikan salah satu anggota Pansus KPK. Menurut Febri, tudingan soal make-up adalah sebuah kesalahan.
“Kami berharap pihak-pihak yang membaca audit BPK dapat membacanya secara utuh dan kemudian tidak menggunakan bahasa yang justru menjadi tuduhan,” kata Febri.
Dia menjelaskan, hasil audit KPK terhadap pembangunan gedung KPK tahun ini justru menunjukkan hal sebaliknya. LTD, kata dia, bahkan merekomendasikan agar KPK melakukan pengembalian dana tambahan atas biaya tersebut.
“Dan sudah selesai dan dibayar oleh kontraktor,” ujarnya. Baca selengkapnya Di Sini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo atas upayanya memerangi narkoba di Surabaya. Penghargaan akan diserahkan pada Kamis, besok.
Risma akan menerima penghargaan di Taman Mini Indonesia Indah. Selain Presiden Jokowi, upacara penghargaan juga akan dihadiri Kepala BNN Irjen Pol Budi Waseso.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan Risma layak mendapat penghargaan karena aktif mendorong pemerintah Kota Subaya dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
“Peran aktif SKPD Pemkot dalam pemberantasan narkoba salah satu indikasinya kami usulkan agar mendapat penghargaan,” kata Suparti, Rabu 12 Juli 2017. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengaku telah menyampaikan hasil evaluasi akuntabilitas kementerian dan lembaga negara kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Rapornya sudah diserahkan pada Februari lalu.
Namun Asman belum mengetahui apakah rapor tersebut akan dijadikan dasar oleh Jokowi untuk melakukan reshuffle kabinet.
“Apakah dijadikan dasar reshuffle, saya kurang tahu,” ucapnya.
Lalu apa hasil rapor para Menteri tahun ini? Menurut Asman, ada empat kementerian dan lembaga yang mendapat nilai terendah yakni D dan tiga kementerian dan lembaga mendapat nilai C. Sisanya mendapat nilai di atas C.
Namun, dia menolak ada kementerian atau lembaga yang mendapat rapor rendah. Pasalnya, ia tak ingin menimbulkan kegaduhan di tengah isu reshuffle Kabinet Kerja yang tengah marak saat ini.
Masih ada (menteri) yang sibuk upacara, sibuk acara, dan tidak produktif, kata Asman.
Lembaga yang dipimpin Asman ini melakukan penilaian berdasarkan penilaian akuntabilitas kementerian yang dilakukan setiap tahun. Indikatornya adalah pelaksanaan program kerja, dokumentasi target dan pencapaian organisasi.
Pada tahun 2015, terdapat empat kementerian yang mendapat skor akuntabilitas terendah menurut Kementerian PAN, yaitu Kementerian Pemuda dan Olahraga; Kementerian Kota, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; dan Kementerian Tenaga Kerja. Enam bulan setelah hasilnya diumumkan, Jokowi menggantikan Menteri Desa saat itu, Marwan Jafar, dengan Eko Putro Sanjoyo. Baca selengkapnya Di Sini.
– Rappler.com