3 hal yang memberikan tekanan besar terhadap penerimaan pajak
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Ekonom senior Mari Elka Pangestu mengatakan pemotongan anggaran yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus dilakukan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 lebih realistis.
“Separuh kedua tahun ini perekonomian mungkin melambat, tapi mudah-mudahan tahun depan bisa bangkit lagi,” kata Mari yang juga mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kamis malam 4 Agustus.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Suryani Motik mengatakan pemotongan anggaran pasti berdampak pada industri tertentu, termasuk industri perhotelan dan penerbangan, karena yang dipotong antara lain biaya perjalanan dinas. hal-hal.
“Tapi yang paling penting diperbaiki adalah data. Jadi, misalnya, kebijakan impor produk pangan tidak boleh didasarkan pada data yang tidak lagi sinkron antarlembaga. “Data industri juga perlu ditingkatkan” agar tingkat kepercayaan terhadap pemerintah kembali pulih, kata Yani.
Usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 3 Agustus, Sri Mulyani memberikan siaran pers mengenai pengelolaan keuangan tahun 2017. Seperti dimuat dalam laman setkab.go.id, berikut keterangan lengkap Menteri Keuangan mengenai APBN 2017 dan situasi anggaran saat ini:
Penerimaan pajak pada tahun 2016 mengalami tekanan yang berat
Saudara sekalian, hari ini kita membahas tentang selesainya persiapan finalisasi Nota Keuangan Tahun 2017. Namun tentunya untuk bisa mempersiapkan APBN 2017 terpercaya dan solid, kita perlu melihat kemungkinan kondisi APBN 2016.
Maka hari ini Presiden telah memberikan keputusan mengenai kondisi yang akan dihadapi pada tahun 2016 dan langkah apa saja yang diperlukan agar APBN dapat menjadi instrumen fiskal yang layak. terpercaya.
Hal yang disampaikan Presiden tadi adalah tetap memanfaatkan APBN sebagai alat untuk menjaga momentum kegiatan perekonomian agar lapangan kerja tetap ada dan juga mengurangi kemiskinan serta mengurangi kesenjangan. Selain itu juga diminta untuk memperbaiki pelaksanaan APBN dengan prinsip efisiensi.
Oleh karena itu, kami serahkan kepada Pak Presiden (anggaran) tahun 2016, sebelum kita membahas tahun 2017 yang akan disampaikan kepada Dewan oleh Presiden pada tanggal 16 Agustus.
Pertama, untuk tahun 2016, jika dilihat dari realisasi tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 maka dalam 2 (dua) tahun terakhir penerimaan pajak memang mengalami tekanan yang sangat berat. Karena berdasarkan hitung-hitungan yang kami lakukan, dengan turunnya harga komoditas, kalau bicara migas, batu bara, lalu kelapa sawit dan komoditas pertambangan lainnya, maka penerimaan negara pasti akan mengalami penurunan juga, karena nilai objek pajaknya. akan turun cukup jauh..
Kedua, Kami juga melihat sektor-sektor seperti perdagangan dan konstruksi juga mengalami situasi tekanan yang cukup terlihat dari volume kegiatannya. Hingga saat ini, kami melihat sektor-sektor ini tumbuh sekitar setengah dari tahun-tahun sebelumnya.
Ketiga, Memburuknya kondisi dunia menyebabkan perdagangan luar negeri kita juga mengalami kontraksi. Jadi kalau melihat statistik ekspor dan impor mengalami kontraksi dari triwulan I 2015 ke semester I 2016.
Keadaan seperti ini kita lihat dari sisi harga komoditas, dari sisi aktivitas perekonomian mengalami pelemahan terutama pada sektor-sektor yang selama ini memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian yaitu konstruksi, perdagangan dan manufaktur, serta melemahnya perdagangan dunia. tercermin dalam ekspor dan impor Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Keuangan hari ini melaporkan kepada Presiden, Wakil Presiden dan Rapat Kabinet bahwa penurunan potensi penerimaan pajak tahun 2016 akan cukup signifikan. Sebab, dasar penghitungan target penerimaan perpajakan tahun 2016 yang telah disetujui DPR APBN-P masih berdasarkan angka ekonomi yang cukup tinggi, yaitu target penerimaan 2 (dua) tahun sebelumnya yaitu tahun 2014, 2015, lalu hingga tahun 2016.
Pada tahun 2014 saja, realisasi penerimaan pajak mencapai sekitar Rp100 triliun di bawah target dalam APBN-P. Jadi kalau melihat angka realisasi APBN-P tahun 2014 berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah, itu adalah penerimaan pajak. Rp 100 triliun lebih kecil dari rencana sebelumnya. Tahun 2015 lalu, realisasi penerimaan pajak kita, karena harga komoditas turun, perdagangan turun dan perekonomian kita melemah, realisasinya berdasarkan LKPP, Laporan Keuangan Negara, yang Rp 248,9 triliun lebih kecil dari rencana. Jadi kita melihat bahwa jumlahnya jauh lebih kecil. Padahal, penghitungan penerimaan pajak menggunakan angka proyeksi, bukan angka sebenarnya. Hal ini menyebabkan tekanan terhadap APBN tahun 2016 sangat tinggi karena dasar penghitungannya sangat tinggi.
Menteri Keuangan Sri memangkas belanja pemerintah
Makanya hari ini kita lapor ke Presiden, Wakil Presiden, dan Rapat Kabinet bahwa kita perlu melakukan penyesuaian agar APBN kita kredibel. Sebab, tema Presiden adalah terus memperkuat kredibilitaskesehatan dan percaya diri sebaik kepercayaan diri. Jadi kredibilitas, kepercayaan diriDan kepercayaan diri Hal ini harus ditegakkan, mulai dari angka APBN yang bisa mencerminkan realitas perekonomian yang kita hadapi.
Namun hal ini tidak menjadi dasar bagi kami untuk mengatakan bahwa segala upaya peningkatan penerimaan pajak harus dilonggarkan. Sebaliknya, Presiden meminta agar kita terus berupaya memperoleh penerimaan perpajakan yang sangat dibutuhkan untuk membiayai terutama kegiatan dan kegiatan tersebut di atas, sektor-sektor prioritas; infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan pengurangan kesenjangan.
Oleh karena itu, diperkirakan pada tahun 2016 ini, berdasarkan kemungkinan pendapatan pemerintah dari segi pajak, jumlahnya akan kurang dari sekitar. Rp 219 triliun, kita perlu melakukan penyesuaian dari sisi belanja. Agar defisit kita tetap terjaga pada tingkat yang tidak menimbulkan krisis kepercayaan terhadap APBN.
Langkah-langkah yang sebelumnya disampaikan pada rapat Kabinet adalah pengurangan belanja Rp 65 triliun di kementerian/lembaga dan transfer ke daerah Rp68,8 triliun. Pengurangan ini terutama ditujukan kepada kementerian/lembaga untuk kegiatan yang dinilai belum terlalu mendukung prioritas. Hal ini terutama terkait dengan perjalanan dinas, kegiatan konsinyasi, persiapan, bahkan mungkin termasuk belanja pembangunan gedung-gedung pemerintah yang mungkin tidak dianggap sebagai prioritas pada tahap ini.
Kami akan bekerja sama dengan Menko Perekonomian dan Bappenas untuk menyisir belanja kementerian/lembaga agar bisa ditekan tanpa mengurangi komitmen pemerintah dalam mendukung prioritas. Itu persoalan pembangunan infrastruktur, belanja pendidikan (termasuk hibah profesi guru), hibah belanja kesehatan, dalam hal ini tetap kita prioritaskan sebagai hal yang akan dipertahankan agar tidak mengalami pemotongan. Namun kami akan meneliti bersama Menteri Bappenas dan Menteri Koordinator lainnya untuk melihat cakupan efisiensi yang dapat dikurangi.
Dan kita juga akan melihat ada beberapa belanja daerah yang berkurang, namun hal ini lebih disebabkan oleh masalah dana bagi hasil, karena penerimaan pajak diperkirakan lebih kecil, sehingga otomatis penerimaan dana bagi hasil di daerah juga akan berkurang. Sementara itu, mungkin kita akan berusaha agar APBN tetap mempunyai ruang untuk menumbuhkan perekonomian secara sehat, namun presisi dalam belanja dan pendapatan sehingga pemerintah bisa membangun. kepercayaan diri dalam perekonomian.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan sore ini Hari ini.
Menteri Keuangan Sri tentang asumsi APBN 2017
Sebagaimana disampaikan Seskab, keputusan ini sudah disetujui oleh Presiden dan akan kita laksanakan. Untuk tahun 2017, mungkin akan diumumkan kemudian pada saat Presiden menyampaikan pidato. Jadi mungkin itu saja yang tidak kami sampaikan pada pembicaraan hari ini.
Namun yang terpenting di tahun 2017 ini kami menggunakan pembahasan-pembahasan yang telah disampaikan dengan DPR selama ini, terutama dari segi asumsi makro tahun 2017 yaitu pertumbuhan ekonomi diasumsikan 5,3 persen, inflasi 4 persen, suku bunga 5,3 persen, nilai tukar. menilai rupah terhadap dolar AS Rp 13.300, harga minyak mentah US$ 45 per barel dan pengangkatan minyak 780.000 barel per hari. Hal itu masih ada dalam seluruh kesepakatan yang dibicarakan dengan DPR. Dan perhitungan itu akan kita gunakan dalam perhitungan Nota Keuangan Tahun 2017 yang akan disampaikan Presiden pada 16 Agustus mendatang.
Menteri Keuangan Sri tentang prospek perubahan APBN 2016
Untuk prospek Pada tahun 2016, kami tidak melakukan perubahan apa pun, kecuali mungkin nilai tukar. Sesuai APBN yang dibahas bersama DPR, pertumbuhan ekonomi diasumsikan tetap 5,2 persen, inflasi 4 persen, suku bunga 5,5 persen, nilai tukar pada sebelumnya. Rp 13.500 akan menggunakan nilai lebih memperbarui sekarang Rp 13.300 per dolar, harga minyak Rp. 40 dolar per barel, jadi tetap sama, pengangkatan 820 minyak000 barel per hari tetap sama dengan asumsi APBN Perubahan, dan pengangkatan gas adalah 1.150.000 barel setara minyak per hari.
Untuk prospek defisit, pada tahun 2016 setelah mengambil langkah-langkah yang sebelumnya telah disetujui oleh Presiden, kami perkirakan (defisit) menjadi 2,5 persen PDB, jadi naik tipis dari APBN Perubahan yaitu 2,35. Maka dari itu ada sedikit tambahan dari sisi pembiayaan Rp 17 triliun .
Pada pekan pertama sejak dilantik menjadi Menteri Keuangan pada 27 Juli 2016, Sri Mulyani melakukan konsolidasi, khususnya terkait situasi rawan penerimaan pajak. Awal pekan ini, Sri Mulyani mendampingi Jokowi menyosialisasikan Tax Amnesty di hadapan ribuan pengusaha di Jakarta. Fasilitas Tax Amnesty menjadi andalan pemerintahan Jokowi untuk menyelamatkan APBN 2016 – Rappler.com