• March 21, 2026
Kesan Obama terhadap Museum ARMA Ubud: Saya menyukainya

Kesan Obama terhadap Museum ARMA Ubud: Saya menyukainya

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Obama dan keluarganya mengunjungi Pura Dalem di museum dan mencicipi air kelapa

UBUD, Indonesia – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan kunjungan mendadak ke Museum Seni Agung Rai (ARMA) Ubud, Kabupaten Gianyar pada Sabtu, 24 Juni. Rencana kunjungan tersebut tidak diketahui pemilik Museum Agung Rai sehingga ia terkejut.

Karena itu, Agung tak menyiapkan sambutan khusus saat Presiden AS ke-44 itu tiba bersama keluarganya sekitar pukul 16.50 Wita. Obama dan keluarganya berada di sana sekitar satu jam.

“Saya juga tidak tahu. Saya kaget, tiba-tiba banyak pengamanan. Ada polisi dan tentara. Kunjungan ini dirahasiakan, kata Agung kepada media, Sabtu pekan lalu.

Meski tak mendapat sambutan khusus, Obama dan keluarga terlihat menikmati aktivitas anak-anak ARMA yang berlatih tari Pendet dan Tumbuk Padi.

“Ini (latihan menari) kegiatan sehari-hari di sini (ARMA),” ujarnya.

Selama berada di ARMA, Obama tak hanya menikmati koleksi lukisan yang dipamerkan di sana. Ia juga sempat berjalan-jalan di persawahan dan menikmati suasana Pura Dalem Gede Peliatan yang berada di sebelah barat ARMA.

“Di kuil, Obama dan keluarganya menikmati keheningan,” katanya.

Terdapat dua bangunan utama di ARMA yang menampilkan karya seni, mulai dari tradisional hingga kontemporer. Gedung Bale Daja memiliki ruang Pita Maha yang khusus dipersembahkan untuk I Gusti Nyoman Lempad dan Walter Spies. Di ruangan ini pengunjung dapat menikmati lukisan tradisional dan peralihan dari klasik ke modern.

Sedangkan di gedung Bale Dauh terdapat koleksi lukisan modern. Menurut Agung Rai, Obama tertarik dengan lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad yang bertemakan Dance Lesson. Karya ini diciptakan oleh Lempad pada tahun 1930-an.

Obama sepertinya sangat menyukai suasana pedesaan di Bali. Hal itu terlihat dari ekspresi gembiranya saat berjalan di sawah. Sembari bersantai, Obama menikmati air kelapa yang dipetik dari kebun di ARMA. Mantan senator negara bagian Massachusetts ini sangat ingin menikmati suasana yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk.

“Beliau senang melihat aktivitas warga pedesaan, berbincang dengan para pelukis dan petani,” kata Agung.

Saat mendampingi Obama di ARMA, Agung terkesan dengan gaya Obama yang suka berteman dan ramah. Dia menduga hal itu karena Obama tinggal dan belajar di Indonesia.

“Saya kira (Obama) punya kepribadian seperti orang oriental. “Saya merasa di keluarga Obama ada semacam semangat Indonesia,” ujarnya.

Agung pun sangat mengingat perkataan Obama kepadanya sebelum meninggalkan ARMA.

“Dia berkata; ‘bangga denganmu. aku menyukainya‘”, kata Agung menirukan kalimat Obama.

Sebelum Agung meninggalkan ARMA, Agung memberikan beberapa buku kepada Obama sebagai oleh-oleh. Salah satu bukunya berjudul Saraswati di Bali. Buku tersebut diluncurkan pada peringatan Hari Saraswati di KJRI New York pada 1 Desember 2015.

ARMA terletak di Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar dan berdiri di atas lahan seluas tujuh hektar. Museum ini diresmikan pada tanggal 9 Juni 1996 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro.

Museum ini terdiri dari ruang pameran lukisan, kedai kopi, ruang senisawah, panggung terbuka dan tempat pelestarian tanaman obat tradisional. – Rappler.com

judi bola online