• March 23, 2026
Seberapa pentingkah kesetaraan gender dalam mencapai SDGs?

Seberapa pentingkah kesetaraan gender dalam mencapai SDGs?

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Youth Vision 2030: Gender Equality and Women’s Empowerment in Indonesia merupakan acara yang diselenggarakan oleh IBCWE, UN Women, UNDP dan AIESEC

JAKARTA, Indonesia – Seberapa pentingkah kesetaraan gender untuk mencapai tujuan dunia yang lebih baik?

Topik inilah yang menjadi topik utama pembahasan pada “Visi Pemuda 2030: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia” diselenggarakan pada Jumat, 20 Oktober di The Energy Building, Jakarta Selatan.

“Kesetaraan gender sangat penting karena dapat membuat dunia ini menjadi lebih baik. “Karena separuh potensi dunia ada pada perempuan, maka kita sebagai perempuan harus yakin bahwa kita bisa menjaga apapun yang kita mau,” kata Wakil Presiden Go-Jek Dayu Dara dalam pemaparannya.

Kesetaraan gender bukan hanya persoalan perempuan, tapi juga laki-laki. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Nasional Hubungan Masyarakat International Students in Economic and Commercial Sciences (AIESEC) Indonesia Rochmad Siddhiqie.

“Kita tidak hanya berbicara tentang perempuan yang menghadapi degradasi hak-haknya, tetapi juga bagaimana laki-laki dapat mengangkat isu yang sama, mengangkat hak-hak perempuan, dan menjadikan kesetaraan gender sebagai istilah universal bagi laki-laki,” kata Rochmad.

(BACA: Saatnya Anak Muda Bicara Kesetaraan Gender)

Selain Dayu dan Rochmad, masih banyak pembicara lain yang menyampaikan pandangan dan pengalamannya mengenai isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dari sudut pandang generasi muda.

Visi Pemuda 2030 mengambil semangat dari peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928. Dalam sejarah bangsa Indonesia, peristiwa ini dikenang sebagai momen penguatan nasionalisme di kalangan pemuda untuk menyatukan tekad melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

Dalam konteks 89 tahun pasca Janji Pemuda, Visi Pemuda 2030 merupakan cerminan dari kumpulan pemikiran generasi muda Indonesia yang berusaha menjawab berbagai tantangan bangsa di masa depan. Salah satunya adalah kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang merupakan salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

SDGs telah berlangsung selama dua tahun sejak KTT Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung pada 25-27 September 2015. Pertemuan yang dihadiri perwakilan 193 negara anggota PBB berhasil meratifikasi dokumen bernama SDGs dan memuat 17 tujuan yang terbagi dalam 169. target untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

“Kesetaraan, termasuk kesetaraan gender, merupakan semangat dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan juga cita-cita terbentuknya bangsa ini, seperti yang diimpikan oleh generasi muda pada tahun 1928. Kami dari Koalisi Bisnis Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan, sebagai koalisi perusahaan adalah berkomitmen untuk mempromosikan kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” kata Shinta Widjaja Kamdani, pendiri dan ketua Koalisi Bisnis Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan (IBC WE).

Sementara itu, Resident Coordinator PBB, Anita Nirody, menyoroti kondisi ketidaksetaraan gender yang masih ada dan perlunya keterlibatan multipihak untuk mengatasinya.

“Kita semua mempunyai peran penting dalam mempercepat pencapaian kesetaraan gender – perempuan, anak perempuan, laki-laki dan anak laki-laki – sehingga undang-undang dan kebijakan yang tepat dapat diterapkan. “tersedia agar perempuan dan anak perempuan berdaya, dan seluruh masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk mewujudkan impiannya,” kata Anita.

“Visi Pemuda 2030: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia” merupakan acara yang diselenggarakan oleh IBCWE, UN Women, United Nations Development Program (UNDP) dan AIESEC. —Rappler.com

Keluaran SGP Hari Ini